RSS
Facebook
Twitter

Jumat, 12 Juni 2026

Halo, Gyan!

Halo nak, mungkin 10 atau 20 tahun dari hari ini 12/06/2026, kamu baru akan menemukan tulisan ini. 

Kamu tau? hari ini adalah kedatanganmu, pukul 13.11 WIB setelah ibumu 2 malam tak tidur. Meskipun penuh perjuangan, tapi hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untuk kami, begitupun ku harap di tanggal ini kamu selalu bahagia juga karena ada 2 orang yang telah lama menantikan kedatanganmu.

Selain membawa kebahagiaan, kamu adalah alasan ayah untuk harus jadi pribadi yang lebih baik, suami yang lebih baik dan tentu saja ayah yang lebih baik dari yang pernah kamu bayangkan sebelumnya. Supaya kamu enggak menyesal sudah terlahir di bumi ini dari jalur kedua orang tuamu ini.

Oiya sepertinya kamu terlalu excited ketika akan keluar dari rahim ibumu soalnya seperti ada bekas memar di dahi, semoga semangat itu masih kamu bawa hari ini ya :)

Tulisan ini dibuat sebagai bentuk luapan kebahagian yang asal kamu tau lamaaaa banget ayah tidak menulis, kini kembali menulis. Padahal, ssal kamu tau nak, menulis adalah salah satu bagian penting dari hidup ayah karena melalui aktifitas ini ayah pernah menemukan 'harapan' bahwa ada sesuatu dari diri ayah yang bisa dibanggakan. Cek aja di fesbuk ayah, dulu ayah pejuang KTI lho, dengan menulis ayah sudah merasakan terbang di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, meskipun hanya 1 kota per pulau hehe tapi ayah bangga pernah seberprestasi itu.

Aktifitas ini sudah lama ayah tinggalkan, dan kehadiranmu telah mengembalikan salah satu kebiasaan baik menurut ayah, yaitu menulis.

Beberapa kebiasaan baik ayah banyak yang tertinggal sebelum ini, tapi dengan kehadiranmu ayah jadi menemukan alasan untuk mungkin setidaknya mengembalikan kebiasaan baik lainnya dan menjadi pribadi lebih baik, lebih percaya diri, dan tentu saja lebih bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Bagaimana kabarmu ketika kamu membaca tulisan ini? semoga kamu selalu baik.

Pesan ayah, nikmati prosesnya, kadang mudah dan kadang sulit, tapi kamu harus temukan cara untuk bisa menikmati proses.

Selamat istirahat.

Kamis, 25 Agustus 2022

Tugas, Rasa Syukur dan Tanggung Jawab

The Sun


Belakangan situasi keos semakin melebar, tak hanya di area A, pun juga melebar ke area H.


Ketika situasi seperti ini terjadi, kembali teringat bahwa 'Surya' disematkan menjadi nama tengah bukan tanpa alasan.


Pemberian ini tentu menjadi harapan bagi pemiliknya kelak bisa menjadi cahaya untuk lingkungan sekitarnya.


Di saat kondisi yang semakin tak menentu seperti ini, Sang Surya tak boleh bergantung dan menunggu munculnya cahaya lain.


Bangkitnya kesadaran bahwa dia memiliki tugas dan kemampuan untuk menghangatkan lingkungan sekitar.


Disitulah jati diri dan takdir yang harus telah tersemat harus dijalani dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab.


Pilihannya adalah 

Mewarnai atau diwarnai

Membentuk atau dibentuk

Dia seharusnya tau takdirnya ada di sisi mana.

Rabu, 24 Agustus 2022

Stumble Guys

 

Di era teknologi saat ini, khususnya untuk generasi muda saat ini (Gen Z dan Milenial) pasti pernah bermain game, setidaknya sekali dalam seumur hidupnya.

 

Game sendiri punya banyak jenisnya, mulai dari PC Games, Console games, Mobile games dan lain sebagainya.

 

Berbagai macam game tersebut punya peminatnya sendiri-sendiri, bahkan beberapa diantaranya ada yang telah menyebabkan candu bagi para pemainnya.

 

Bermain game menjadi candu karena karena beberapa alasan diantaranya, bisa menjadi penghilang stress ketika penat menjalani "real life", menawarkan dunia virtual yang mengasikkan hingga sekedar karena faktor pertemanan yang kebanyakan sedang mempermainkan game yang sama.

 

Apapun itu, disana kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan.

 

Keseruan bermain game bisa diperoleh dari mana saja, baik itu ketika menjalankan dan menyelesaikan misi satu per satu seperti dalam permainan GTA, melewati berbagai rintangan untuk bisa mencapai garis finish seperti pada game STUMBLE GUYS atau berhasil mengejek kawan bermain kita ketika berhasil mencetak gol pada game PES / FIFA.

 

Semua pemain game punya caranya sendiri untuk menikmati game yang dimainkan.

 

Lalu, bagaimana jika kita mengibaratkan hidup kita sedang bermain game.

 

Setumpuk tugas kantor kita ibaratkan seperti sedang mengerjakan misi di game GTA. Bermacet-macetan menuju tempat kerja kita ibaratkan dengan sedang berlomba menuju garis finish ibarat bermain STUMBLE GUYS dan berlelah-lelah di pabrik kita ibaratkan sebuah proses untuk mencetak gol ke gawang lawan.

 

Terlihat menyenangkan bukan?

 

Dengan begitu, semuanya menjadi sibuk dengan misi dan keseruannya masing-masing sehingga tak kan ada lagi yang namanya ‘saling curiga’ dengan teman sekantor atau hal tak menyenangkan lainnya sehingga kantor bisa menjadi tempat yang lebih nyaman dan menyenangkan untuk didatangi setiap pagi.

 

Mengingat 1/3 waktu kita habis dikantor, jadi alangkah baiknya semua elemen kantor harusnya bisa berlomba-lomba untuk menciptakan iklim kerja yang positif, bukan malah sebaliknya.

Kamis, 03 Februari 2022

Who am i?

Boleh lelah, namun tak boleh menyerah


Salah satu harapan yang ingin bisa aku capai adalah bisa mendefinisikan siapa diriku.


27 tahun menjalani kehidupan ternyata aku belum bisa menemukan jawabannya.


Dulu semasa kecil sempat punya beberapa prestasi di bidang lukis, namun ketika melihat keatas ternyata banyak yang jauh lebih baik akhirnya ku tinggalkan dunia lukis.


Lalu sempat menemukan potensi dalam bisa kepenulisan karya ilmiah, namun ternyata kurang dalamnya riset membuat tulisanku seringkali hanya mentok di 10 besar.


Selanjutnya, sempat menemukan kebahagiaan ketika bermain futsal, pun sempat berprestasi juga. Namun tetap harus ditinggalkan karena pekerjaan yang nomaden sehingga sulit sekali menetap di 1 komunitas futsal yang sama.


Kini justru bekerja di bidang yang berbeda dari ketiga hal diatas yaitu dunia instrumentasi. Beruntung kali ini tak jauh berbeda dari jurusan kuliah yang diambil, sehingga terpakai juga beberapa ilmu yang di dapat di dunia kuliah.


Namun lagi, dunia ini belum cukup kuat untuk membuatku meantap mengucapkan "i was born to be an instrumentation engineer".


Oiya satu lagi, yang paling mendekati dari definisi diri justru dari kegiatan sampingan yaitu mendesain grafik, video dan ppt. Namun cuan yang dihasilkan masih sedikit. Jadi juga belum bisa cukup kuat untuk jadi jawaban atas pencarian ku selama ini.


Kedepan, aku yakin masih ada sesuatu yang tercipta dari ku sehingga aku bisa mantap mengatakan aku adalah seorang _____


Mungkin 1 atau 2 percobaan lagi aku akan menemukannya. Semakin banyak mencoba maka semakin banyak jatah gagal yang akan tercoret. Lebih baik gagal ketika sudah mencoba dari pada menyesal karena tidak pernah mencoba.

Jumat, 14 Januari 2022

Tidak Percaya Teman

 


Dalam sebuah kerja tim, terkadang kita harus tidak percaya teman.

 

Tidak percaya teman disini bukan berarti membicarakan kejelekannya dibelakang, atau melakukan hal buruk lainnya.

 

Tidak percaya teman bisa juga direspon dengan cara yang positif yaitu dengan;

1.       Memback-up pekerjaan teman.

2.       Mendiskusikan apa yang akan dan sedang dilakukan teman.

3.       Mengecek ulang pekerjaan yang telah teman kita lakukan, dan lain sebagainya.

 

Terkesan merepotkan memang, tapi kata pepatah “Apapun yang tidak membunuhmu, akan membuatmu semakin kuat”.

 

Jadi, disaat kita membantu ‘masalah’ yang dihadapi teman, kita akan jadi terbiasa ketika menghadapi permasalahan serupa. Dengan kata lain, kita akan jadi semakin kuat dalam menghadapi berbagai permasalahan yang serupa.

 

Disisi lain, teman yang kita back-up itu lama-kelamaan juga akan menjadi kuat dan dia akan menjadi lebih mandiri dari sebelumnya.

 

Ketika perubahan itu terjadi, teman yang dulunya belum bisa apa-apa lalu berubah menjadi seseorang yang lebih baik berkat bantuan kita dimasa lalu akan menjadi satu kepuasan bagi diri kita.

 

Hal baik tersebut juga diharapkan bisa menjadi balasan kebaikan untuk kita nantinya.

Minggu, 12 September 2021

Kenapa harus membeli Original Jersey?

 


Sebagai seorang fans dari suatu klub sepak bola, khususnya saya sendiri seorang Milan fans. Pasti semuanya punya keinginan untuk mempunyai jersey klub yang didukungnya.

 

Nah, dalam hal ini ada beberapa perbedaan pandangan. Ada yang suka membeli jersey KW asalkan bisa setiap tahun memiliki seri jerseynya dengan tujuan entah untuk kepuasan pribadi atau untuk menunjukkan identitasnya sebagai seorang fans dari klub sepak bola tersebut.

 

Tapi ada juga yang lebih suka membeli jersey original karena selain dari kualitas, hype atau ya karena mereka memang punya uangnya hehe.

 

Saya sendiri suka Milan mulai dari medio 2006, dan tentu jersey yang saya beli pertama adalah jersey KW yang kualitasnya sangat biasa saja namun kesannya sangat mendalam karena itu jersey pertama saya.

 

Namun sebagai seorang ‘bayi’ yang baru suka Milan pada saat itu saya punya 1 impian bahwa suatu saat saya akan punya jersey original yang harganya tak masuk akal itu, milik saya sendiri.

 

Bukan menjadi rahasia umum, kalau Indonesia adalah penghasil jersey terbaik di dunia. Maka dari itu, yang dijual di Milan store dan beberapa official store klub lain adalah jersey buatan Indonesia.

 


Seperti yang bisa dilihat, ini adalah beberapa detail hasil jerpretan jerseynya yang jelas tertulis made in Indonesia?

 

Nah, jadi apakah tidak sia-sia membeli jersey ‘Made In Indonesia’ jauh-jauh dari italia. Tentu tidak, karena produk premium ini hanya memang dipasarkan disana dan sampai saat ini saya belum menemukan akses untuk membeli produk made in Indonesia ini bahkan di Indonesia sendiri.

 

Jersey original yang di jual di Indonesia justru berasal dari Thailand, Myanmar dsb. Ini membuktikan kalau kualitas produksi kita sudah level dunia sehingga justru dijual di official store sana. Secara kualitas Indonesia sudah mampu bersaing di level intenasional, tinggal bagaimana kita memasarkan dan membuat brand nya saja.

 

Kembali ke topik utama, kenapa sih kita harus membeli jersey original?

 

Sebagai fans sepak bola kita tentu sering mengkritik klub yang kita dukung ketika mengalami kekalahan, terkait kebijakan transfer atau negosiasi gaji pemain yang sangat panjang dan alot.

 

Mengkritik memang bagus, namun akan lebih solutif jika kita berkontribusi langsung untuk menyelesaikan beberapa permasalahan tersebut.

 

Salah satunya adalah dengan membeli jersey original karena walaupun sangat kecil, hal ini berdampak secara langsung terhadap keuangan klub yang kita dukung kebanyakan dari layar kaca ini.

 

Jadi, buat yang belum punya jersey original sebaiknya dikurang-kurangin lah mengkritik klub yang anda dukung kalau anda belum punya jersey original.

 

Terakhir, Ya pada akhirnya, 15 tahun setelah momen pertama kali menjadi fans Milan, impian kecil itu pun terwujud. 2021 akhirnya menjadi tahun yang saya kenang sebagai pencapaian pribadi. Ya, akhirnya saya memiliki jersey original pribadi yang langsung saya beli dari Milan store dan dikirim langsung dari italia sana.

 

Untuk hal ini saya ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk istri saya yang membantu saya mewujudkan salah satu impian kecil saya ini.

 

1 Mimpi telah terwujud, dan Mimpi selanjutnya adalah menonton pertandingan Milan langsung dari stadion San Siro (Kalau proyek pembangunan stadion baru Milan kembali belum terlaksana). Nah, ketika itu terwujud, saya akan kembali cerikan itu disini, sekian terimakasih.

Jumat, 30 Juli 2021

Melawan Stigma Penyitas Covid-19

Tahun ini, 2021 sepertinya akan menjadi tahun bersejarah bahwa di dunia pernah mewabah sebuah virus bernama “Covid-19” yang menyerang sistem imun manusia. Saya adalah salah satu penyitas yang berhasil melewati virus tersebut.


Cerita bermula ketika kami ditugaskan melakukan pekerjaan kalibrasi outage di PLTU Paiton Unit 7. Tanggal 15 Juni 2021 kita berangkat menuju lokasi dan sebagai aturan prokes dari tempat kami bekerja, bahwa semua pekerja wajib tes SWAB ANTIGEN berkala seminggu sekali untuk mendeteksi ada tidaknya virus covid di dalam tubuh.


23 Juni 2021 kami ber-11 di tes, hasilnya 5 orang dinyatakan positif dan langsung dipulangkan dan dilakukan karantina dengan memisahkan tempat kita menginap. Waktu itu saya masih negatif, dan dengan pede-nya mengira mungkin karena imun-ku masih kuat menolak virus-virus tersebut.


Sebagai tindakan pencegahan besok paginya kita semua 1 tim harus melakukan tes SWAB PCR yang katanya lebih akurat dibanding tes sebelumnya.


Malamnya, saya baru merasakan badan terasa tidak enak. Tenggorokan gatal, badan pegal-pegal, lemas dan lidah terasa pahit. Mungkin ditambah sedikit ansomnia, ah kurang tau juga soalnya waktu itu nafsu makan sangat menurun drastis.


Besoknya setelah tes SWAB PCR keluar, saya jadi positif. Hmm.. sudah saya duga, dengan kondisi tubuh selemah ini sepertinya saya memang harus istirahat dulu.


Kemudian saya teringat, 2 atau 3 hari sebelum hari itu saya justru mengurangi konsumsi Vitamin C karena takut terjadi kontaminasi antara Susu Bear Brand yang baru diberikan tepat 2 atau 3 hari itu. Rencananya akan dimunum sore atau malamnya namun kecolongan dan menjadi lupa. Mungkin itu salah satu faktornya.


Singkat cerita kami pun dikirim pulang ke Sidoarjo untuk dilakukan karantina mandiri. Saat itu kami disediakan tempat di Hotel Delta Mayang yang merupakan tempat khusus isoman penyitas covid-19.


Disitu kami diperlakukan sangat baik, tempat yang nyaman, makan 3 kali sehari, vitamin dan obat yang sesuai gejala serta kami masih bisa keluar ke balkon hotel setiap jam 10 pagi untuk berjemur.


Setelah mengalami demam dan pegal-pegal selama 2 hari, saya juga mengalami batuk yang obatnya saya dapat dari hotel ini juga. Jadi, setiap pagi kami di telfon oleh (mungkin) perawat yang menanyakan gejala yang dialami serta ketersediaan obat sesuai gejala tersebut.


Singkat cerita 10 hari berhasil dilewati, hari ke 11 saya pulang ke rumah dengan modal kata dokter bahwa virus ini akan mati di hari ke 10. Namun, keraguan saya adalah saya masih batuk-batuk bahkan sampai hari ke 20 sekian.


Sumber lain dari beberapa akun dokter di twitter dan instagram juga senada dengan pernyataan dokter dari hotel tadi, namun kita masih belum diperbolehkan masuk kantor saat itu.

Hasil PCR pada hari ke 13

Oiya, hari ke 13 saya melakukan tes PCR lagi dan hasilnya masih positif dengan nilai CT 30,64. Menurut beberapa litaratur memang tes PCR memang masih bisa mendeteksi bangkat yang berada di dalam tubuh.


Supaya cepat negatif tubuh harus segera melakukan metabolisme dengan membuang virus yang ada di dalam tubuh. Namun sayangnya kemampuat tiap orang dalam hal metabolisme tubuh tentu berbeda-beda sehingga jangka waktu seseorang untuk dinyatakan negatifpun berbeda.


Jadi, selama tubuh kita memiliki imun yang baik serta kita selalu mematuhi aturan prokes, insyaallah covid dan bahkan penyakit pun akan menjauh. Ayo mulai hidup sehat supaya kita bisa menjalani kehidupan yang lebih baik lagi.