RSS
Facebook
Twitter

Tampilkan postingan dengan label Jurnalis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jurnalis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 April 2017




Bagi para penggemar sepak bola, Nama Michael Essien tentu bukan sebuah nama asing asing lagi. Pemain yang pernah berkarir di beberapa klub besar eropa seperti Real Madrid, Chealsea, AC Milan dan beberapa klub lainnya ini membuat keputusan yang sangat berani dengan memilih Persib Bandung sebagai klub untuk melanjutkan karirnya.

Pilihan yang sangat berani karena seperti yang kita ketahui olahraga paling populer di Indonesia belakangan ini sedang gempar masalah internal salah satunya karena dualisme kepemimpinannya. Bukan malah berbuat sesuatu untuk mencari solusi malah saling jual mahal dan menyalahkan pihak lain.

Minggu, 17 April 2016

Solusi untuk Pernikahan Dini?

Menurut saya, pernikahan usia dini itu mempunyai sisi positif maupun sisi negatifnya, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dilihat dari perspektif sosial, pernikahan dini akan menghindarkan diri dari seks bebas dan memicu diri untuk lebih cepat mandiri. Namun begitu menurut saya, sisi negatif pernikahan dini lebih banyak diantaranya : dari sisi kesehatan, ada beberapa pandangan yang menyebutkan meski perempuan sudah mengalami haid namun organ reproduksi wanita belum sepenuhnya benar-benar siap, bahkan dalam beberapa kasus tingginya AKI (Angka Kematian Ibu Melahirkan) dan AKB (Angka Kematian Bayi) disebabkan oleh karena pernikahan dini. Dari sisi pendidikan, akan lebih susah untuk tetap bersekolah ke jenjang yang setinggi-tingginya jika sudah disibukkan dengan urusan rumah tangga, padahal pendidikan merupakan salah satu aspek untuk meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik. Dilihat dari sisi psikologi, pernikahan dini dipandang dapat mengurangi keharmonisan keluarga mengingat emosi yang masih labil dan jika ada pertengkaran susah untuk salah satu dari pasangan tersebut mengalah.

Solusi yang seharusnya dilakukan bagi yang sudah melakukan pernikahan dini yaitu diantaranya: pendidikan mengenai pentingnya kesehatan reproduksi, serta yang paling penting mereka harus benar-benar bisa dirangkul dalam segi untuk bisa mencukupi kebutuhan perekonomian mereka, dalam hal ini cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan atau ketrampilan yang dibutuhkan oleh masyarakat luas diantaranya ketrampilan menjahit, membuat kue atapun catering, serta kerajinan skala kecil yang bisa produktif secara berkelanjutan untuk menopang perekonomian mereka. Tidak dapat dipungkiri meskipun pendidikan dapat membuat seseorang bekerja diperusahaan-perusahan besar namun disisi lain industri kecil atau UMKM juga dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan perekonomian suatu bangsa.

Selanjutnya bagi yang belum melakukan pernikahan dini bisa kita antisipasi dengan berbagai tindakan preventif diantaranya : memberikan motivasi betapa pentingnya pendidikan, salah satu contohnya kita sebagai mahasiswa harus bisa memvisualisasikan diri dengan baik bahwa kita adalah generasi penerus bangsa yang siap menjadi pemimpin di masa depan nanti sehingga muncul sosok inspirasi bagi warga desa yang belum melakukan pernikahan dini untuk menunda niatan tersebut supaya bisa lebih berfokus menjenjang pendidikan yang setinggi-tingginya. Selanjutnya kita juga wajib mengarahkan pemuda untuk mengejar hobby mereka yang dalam lingkup kegiatan positif karena dengan menyibukkan pemuda menggeluti hobby mereka tak jarang hal itu bisa menghindarkan diri dari berbagai kegiatan negatif, kenakalan remaja atau bahkan bisa membuka peluang untuk membuka lapangan pekerjaan berdasarkan hobby mereka serta membawa mereka menuju gerbang kesuksesan.

Dalam prosesnya supaya hal tersebut bisa berjalan secara maksimal dan kontinuitas dibutuhkan partisipasi aktif dari LSM terkait, tokoh masyarakat setempat yang berpengaruh untuk bisa meyakinkan warga setempat dan dinas terkait yang punya kewenangan dan keahlian sesuai yang dibutuhkan masyarakat. Melalui program PKM juga mahasiswa bisa berperan disini karena progam yang disusun sudah direview kebermanfaatannya serta bisa mendapat bantuan pendanaan dari Dikti.

Pendidikan karakter merupakan salah satu hal yang paling penting untuk menjadi benteng bagi segala permasalahan yang dihadapi. Dengan pendidikan bisa mengubah yang tidak bisa menjadi bisa, mengubah ilmu menjadi ketrampilan, mengubah masalah menjadi solusi. Setiap pemuda harus punya daya juang yang tinggi bagi setiap permasalahan yang dimiliki. Kuncinya adalah kepedulian dan partisipasi aktif yang dimulai dari diri sendiri kemudian menyebarkan virus-virus kebermanfaatan ke banyak orang di sekitar kita.

Rabu, 21 Oktober 2015



Setiap event pasti menimbulkan goresan-goresan kecil yang beragam. Menurut saya itu hanya masalah selera dan perbedaan sudut pandang saja. Saya harap semakin hari semakin banyak pribadi yang mampu menerima setiap hal yang dilalui dengan lapang dada.

Youth Media Festival 2015, salah satu event kepemudaan yang kembali saya ikuti, bertemu dengan berbagai macam pembicara dan kawan-kawan sesama volunteer yang sangat menginspirasi dari berbagai penjuru Indonesia.

YMF 2015 ini mengambil tema “Hastag For Nation” dimaksudkan agar kita para pemuda membuat hastag kita sendiri atau dengan kata lain membuat gerakan kita sendiri untuk Indonesia.

Mengangkat 3 isu utama yaitu media, bonus demografi dan MEA, acara YMF 2015 ini diselenggarakan dengan cukup meriah di Udinus Semarang,

Dukungan dari kampus terhadap acara ini saya rasa sangat luar biasa, Bahkan Rektor Udinus turut berpartisipasi aktif dengan menjadi salah satu pembicara di Grand Seminar pertama dengan memperkenalkan produk unggulan dari Udinus ini sendiri yaitu E-Gamelan yang bisa berfungsi di Android. E-Gamelan ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari pihak kampus, pihak keraton jogja dan solo serta sudah sanggup mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Minion Team, Terbaik ke-3 Creative Work
Dalam event ini saya memfokuskan untuk mengambil banyak ilmu dari kelas jurnalistik. Beberapa pandangan dan idealisme saya peroleh disini, diantaranya: Salah seorang pemateri dari Suara Merdeka mengajak kita para pemuda sekarang untuk lebih melek media, karena tidak semua media menyampaikan fakta tapi terkadang media hanya membenarkan fakta. Hal ini dirasa wajar terjadi karena semata-mata untuk mengejar rating, profit oriented dan power.

Selasa, 24 Maret 2015

Mahasiswa Unnes yang terdiri dari 2 tim perwakilan delegasi dari Universitas Negeri Semarang meraih juara 2 dan juara harapan 2 LKTIN HIMKI Universitas Tanjungpura Pontianak.

Lomba Bidang Studi Kimia (LBSK) XI 2015 ini merupakan acara tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMKI) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura (UNTAN) yang berisi berbagai rangkaian acara, diantaranya Lomba Bidang Studi Kimia (LBSK) tingkat SMA/MA, Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) tingkat mahasiswa S1/D3, dan Seminar Nasional Kimia.