RSS
Facebook
Twitter

Tampilkan postingan dengan label Touring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Touring. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Januari 2018


Selasa (9/1) aku memberanikan diri untuk melangkahkan kaki menuju kota awam yang hanya ku ketahui sebagai kota industri dengan UMR yang cukup tinggi.

Sidoarjo, akankah menjadi tempatku berpetualang selanjutnya?

Cukup mantap karena ada 2 kawan yang telah bekerja di perusahaan yang akan ku tuju. Namun tak begitu yakin karena aku belum begitu familiar dengan alat-alat instrumentasi yang akan menjadi senjata utama jika diterima nanti.

Pagi buta, ku lakukan aktivitas yang sangat jarang ku lakukan. Mandi jam 5 pagi untuk mengejar kereta Sri Tanjung rute Jogja- Banyuwangi yang dijadwalkan berangkat jam 7 pagi.

Dalam perjalanan ini, ku habiskan banyak waktuku untuk kembali membaca teori dasar listrik yang lama tak pernah ku baca lagi.

Ketika lelah, tidur pun menjadi opsi paling tepat dalam mengusir rasa bosan dalam perjalanan. Tercatat tak kurang dari 3 kali ku bisa tertidur salama kurang lebih 7,5 jam perjalanan.

Dalam perjalanan, diluar dari kebiasaanku. Ku coba beranikan diri mengajak bicara seorang wanita yang ada di sebelahku.

Singkat cerita, baru ku tau dia adalah mahasiswa Pascasarjana UNY jurusan PKN. Dalam hati ku berucap, "Beruntung sekali dia bisa melanjutkan studi, salah satu impianku yang sepertinya harus ku coret dari deretan dream listku dikarenakan minimnya persiapan yang kulakukan sejauh ini".

Ketika berhenti di Surabaya Gubeng. Dia menawarkan sebungkus cilok yang baru dia beli. Ada rasa tak enak menerima pemberian dari seorang perempuan, namun lebih tak enak lagi apabila menolak pemberian itu.

Alhasil cilok tersebut berhasil sedikit mengganjal perut kosongku yang tak sempat mencicipi sarapan pagi seperti biasanya.

Waktu yang dinanti pun tiba, pimpinan yang ku tunggu sejak jam 16.00 baru datang menjelang adzan isya. Setalah adzan berkumandang, bukannya memulai interview tapi beliau justru mengajak kita sholat berjamaah terlebih dahulu.

Hmm.. sepertinya aku akan menyukai tempat ini. Begitu religius, mempunyai pendekatan yang ku suka dalam meningkatkan kualitas perusahaan.

Ketika wawancara, aku hanya berbicara apa adanya. Menekankan bahwa saya hanya sebatas tau secara teori alat-alat instrumentasi namun praktik lebih dalam saya butuh untuk diajari lagi.

Alhamdulillah kurang lebih 20 menit interview dan mungkin ditambah dengan pertimbangan hasil tes tertulis sebelumnya berhasil membawaku diterima disini.

PT. Hervitama Indonesia. Terima kasih atas kepercayaannya. Saya akan semaksimal mungkin memberikan yang ku bisa untuk perusahaan ini.

Tak pernah terpikirkan, aku si awam dalam dunia elektro ini bisa dipercaya menjadi seorang teknisi. Unik memang lika-liku perjalanan hidupku selama ini.

Rabu (10/1) jam 10.30 selepas berbincang dengan atasan mengenai keputusan diterima disini, ku putuskan untuk memesan gojek menuju Surabaya Gubeng.

Sebenarnya di Sidoarjo ada stasiun, namun karena rencana tak berjalan sebagaimana mestinya, ku tetap harus pulang menuju Jogja dari stasiun Surabaya Gubeng.

Belum sempat memesan dikarenakan masalah koneksi HP yang melemah, sebuah mobil karyawan hendak keluar kantor dan mengajakku untuk ikut bersama menuju Surabaya. Menjadi keberuntunganku yang kesekian kalinya dalam 2 hari perjalanan disini.

Sampai di stasiun Gubeng pukul 11.00, padahal kerataku berangkat pukul 13.30. Dalam benak, terpikir untuk menghubungi kawan yang berdomisili Surabaya namun urung kulakukan karena keterbatasan waktu dan takut mengganggu kesibukannya.

Singkat cerita, dalam kereta di perjalanan pulang menuju Yogyakarta. Ku beranikan diriku untuk kembali mengajak bicara orang tak ku kenal yang duduk di sebelahku.

Aku hanya berbicara sedikit, namun bapak itu berbalik bercerita begitu banyak hal kepadaku.

Kali ini yang terfikir adalah
"Apakah aku yang pendiam ini, kelak jika sudah tua nanti aku bisa secerewet bapak itu dan orang-orang tua lain yang pernah ku ajak bicara?'

Kebanyakan dari mereka suka bercerita. Sedangkan aku sampai saat ini, lebih suka bercerita lewat tulisan dari pada melalui lisan.

Ntah kenapa.

Menarik untuk dinantikan.

Menunggu hal-hal tak terduga dalam kehidupanku kedepannya nanti.

-Ditulis dari KA SRI TANJUNG, Gerbong 1, kursi 4D-
Persimpangan rel, 10 Januari 2018. Pukul 17.30 WIB.

Jumat, 17 Maret 2017



Latar Belakang
Awalnya tulisan untuk lomba ini sebenernya mau dikirim untuk LKTI Kemenhub yang pernah ku rasakan tahun 2014 lalu. Waktu itu berhasil menjadi finalis 15 besar dan menerima berbagai fasilitas luar biasa yang bikin ketagihan untuk ikut lagi. Namun ketika lomba itu dibuka lagi pada sekitar oktober 2016, ternyata deadline tak sanggup terkejar hingga akhirnya karya ini sempat menganggur di laptop selama beberapa bulan.

Foto-foto Kontingen Unnes selepas Malam Keakraban

Kamis, 11 Agustus 2016

Sebagai mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kepenilitian kami sangat suka mengikuti event LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah) baik yang diselenggarakan pemerintahan maupun organisasi kampus.

Sabtu, 11 Juni 2016

Kebumen, 21-22 May 2016 became the first time for me to visit  the Kebumen City, one of little city in Central Java.


Adalah Amanah Menjadi Surveyor Bidik Misi dan Banding UKT untuk beberapa adik kelas yang mengajukannya menjadi alasan utama kaki ini menginjakkan kaki disana. Karena tidak tau daerah tersebut saya pun menggajak kawan yang berasal dari Kebumen untuk membantu menjalankan amanah ini, dan beruntungnya dia (Eko Budi Wibowo) menerima ajakan saya ini.

Selama 2 hari menjalankan amanah disana banyak orang yang saya temui, setidaknya 9 orang tua murid saya temui. Beberapa diantaranya telah berhasil menginspirasi saya pribadi untuk lebih mensyukuri hidup ini.

Banyak pelajaran yang dipetik diantaranya dari salah seorang ibu yang sudah kurang lebih 2 tahun menjanda. Kami bisa merasakan kejujuran dan ketulusan dari seorang ibu yang telah berhasil mengantarkan anaknya menuju kesuksesan diantaranya ada yang menjadi guru, pekerja di krakatau steel dsb namun karena ibu tersebut janda dan tidak bekerja agak aneh ketika mendapat UKT sebesar 5 juta rupiah makanya beliau mengajukan banding. Saya rasa kejujuran hati dan ketulusan ini yang telah mengantarkan anak-anak beliau menuju gerbang kesuksesan.

Cerita inspiratif tak hanya datang dari ibu, dari siswa pun ada beberapa. Ketika kami coba bertanya ke tetangga terkait kepribadian calon penerima beasiswa bidik misi ini juga banyak tetangga yang membanggakan anak-anak tersebut. Betapa hati saya berbunga karena calon penerima beasiswa ini insyaallah benar-benar calon genarasi penerus bangsa yang bisa diandalkan.


Meskipun saya bukan penerima beasiswa ini. Saya benar-benar bisa merasakan kalau beasiswa ini benar-benar akan bermanfaat buat para penerimanya meskipun juga muncul kotroversi beberapa penerima beasiswa ini kurang tepat sasaran. Toh itu mereka sendiri yang akan mempertanggung jawabkannya dihadapan sang pencipta.

So, Do what you love, love what you do.

Jumat, 19 Juni 2015

Cerita dari Mahasiswa Rak-Nggenah

Kuliah di kampus sendiri itu terlalu mainstream hahaha itu hanya kedok saja ketika akademikku di semester ini sangat tercampakkan.

Kali ini kembali bisa mencicipi suasana kota Surabaya yang sudah entah keberapa kalinya. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) selalu mampu membersembahkan yang terbaik dalam setiap event yang diselenggarakannya.

Ini cerita tentang event skala internasional dan kualitas internasional dengan tanpa dipungut biaya sepeserpun. Bagaimana nilai suatu relasi diubah menjadi sebuah kekuatan. Bagaimana nilai suatu kebermanfaatan diubah menjadi suatu hal yang membanggakan.

Ini cerita tentang mahasiswa yang mengorbankan akademiknya demi subuah perjalanan baru.

ini cerita tentang mahasiswa ndeso yang bisa bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa lain dari Asean bahkan belahan dunia lainnya.

Ini cerita tentang pembuktian bagaimana kekuatan lingkungan bisa mempengaruhi kepribadian seseorang.

Bahkan ini juga cerita tentang inspirasi dari seorang pemuda yang hidup, tumbuh dan berkembang di zaman perang saudara dan baru bisa bersekolah dari usia 10 tahun namun masih bisa tetap melanjutkan kuliah hingga jenjang S2, ini juga cerita mengenai seorang pemuda yang 20 hari berpetualang di 5 Negara asean melalui jalur darat. It’s so amazing.


Tak banyak yang ingin saya ceritakan disini. . . Yuk mumpung masih jadi mahasiswa, ukir sendiri ceritamu. Keluar dari kampusmu, lihat dunia luar, ketahui bagaimana mahasiswa lain berkuliah, bagaimana keadaan kampus2 lain, dapatkan teman-teman baru dari kampus lain, cerita-cerita inspiratif, pengalaman-pengalaman luar biasa dan moment tak terlupakan :D

#Young Engineers and Scientists Summit ASEAN 2015
#ASEAN Youth Collaboration Festival 2015
#ASEAN Camping Ground 2015
#Subcluster ASEAN Power Grid
#IDOK Team


#PrayForRiau

Ada sesuatu hal yang mungkin harus diceritakan untuk diambil hikmahnya, namun disisi lain ada juga cerita yang tak perlu untuk diceritakan dan hanya perlu untuk dikenang :)

Anak ilmiah dimana-mana selalu itu-itu aja, kalo nggak ketemu di kompetisi ini ya ketemu di kompetisi selanjutnya ahahaha

Sabtu, 11 April 2015

Menulis itu susah bro...



Bismillah, meskipun dengan ribuan keraguan akhirnya saya dan Ami kembali berpetualang menelusuri pelosok Indonesia bermodal karya tulis. Riau, kali ini kami berkesempatan mengunjungi kota di salah satu sudut Sumatra ini.

Selasa, 24 Maret 2015

Mahasiswa Unnes yang terdiri dari 2 tim perwakilan delegasi dari Universitas Negeri Semarang meraih juara 2 dan juara harapan 2 LKTIN HIMKI Universitas Tanjungpura Pontianak.

Lomba Bidang Studi Kimia (LBSK) XI 2015 ini merupakan acara tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMKI) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura (UNTAN) yang berisi berbagai rangkaian acara, diantaranya Lomba Bidang Studi Kimia (LBSK) tingkat SMA/MA, Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) tingkat mahasiswa S1/D3, dan Seminar Nasional Kimia.

Sabtu, 24 Januari 2015



Surabaya, untuk ke-4 kali nya saya akan berkunjung ke kota ini. Kali ini event yang saya ikuti adalah Airlangga Conference (AICON) 2014 di Unifersitas Airlangga. Bermodal karya yang telah dibuat hampir setahun yang lalu untuk diikutkan dalam PKM GT awal 2014 namun baru kali ini berhasil membawa saya jalan-jalan gratis hehe. 

Sabtu, 15 November 2014


Jakarta, ya inilah kota kelahiranku, meski bisa dibilang saya hanya ‘numpang’ lahir disini tapi tetap kota ini ada dalam darahku. Maka, malam itu ketika melihat pengumuman bahwa karya tulisku lolos 15 besar nasional Lomba Karya Tulis Keselamatan Jalan oleh Kementrian Perhubungan untuk dipresentasikan di Jakarta menjadi antusias tersendiri bagiku untuk kembali menginjak tanah kelahiranku.

Senin, 04 Agustus 2014



Awal perjalanan kami (Handi, Budi, Wahyudi) diawali ketika kami mencoba mengirim karya tulis ke Universitas Hasanuddin untuk mengikuti sebuah lomba karya tulis kemaritiman di universitas tersebut. Singkat cerita karya kami berhasil masuk nominasi menjadi 12 karya terbaik dan diundang serta berhak untuk mempresentasikan hasil karya kami disana. Alhamdulillah, kami pun langsung mengajukan proposal permohonan dana pendelegasian ke universitas agar bisa berangkat ke Makassar. Setelah negosisasi panjang akhirnya universitas mau membiayai kami bertiga sebesar 4 juta rupiah.
Selasa, 17 Juni 2014
Malam yang begitu indah, harapan dan impian untuk merasakan bagaimana sensasi naik pesawat terbang untuk yang pertama kalinya bagi kita akan segera terlaksana esok hari. Secara pribadi masih terselip keraguan, entah kenapa… namun lihatlah… Semangat kami lebih besar! Makassar kami akan segera datang! :D
Pukul 19.30 Wib kami berangkat dari Universitas Negeri Semarang menuju ke stasiun poncol untuk menuju ke Surabaya dahulu. Kami memilih menggunakan kereta ke Surabaya dulu karena tiket ke Surabaya Makassar lebih murah dari pada tiket pesawat dari Semarang ke Makassar.
Tiket di kereta menunjukkan pukul 08.30 WIB tapi sudah 15 menit lebih dari jadwal yang tertera di tiket, keretanya belum datang juga.
Kurang lebih setengah jam dilanda kegalauan menunggu kereta yang tak kunjung datang

Sabtu, 02 Agustus 2014


Future Leader Summit 2014 (Semarang, 16 – 18 Mei 2014)
Awalnya sih nggak terlalu tau info tentang Future Leader Summit ini, waktu itu lagi di Basecamp EneRC nggak sengaja duduk di samping temen yang sangat menginspirasi > Muhammad Wahyudi, thanks brohh… Waktu itu liat dia lagi buka email tentang konfirmasi FLS (Future Leader Summit) itu, nah iseng deh saya cari infonya, ternyata pendaftarannya belum ditutup dan wallaa… 2 hari selanjutnya saya langsung daftar deh…

Selasa, 22 Juli 2014

Recycle Art ITS Expo 2014

Ntah apa yang ingin saya ceritakan pada perjalanan kali ini, yang jelas saya benar-benar kagum ke salah satu Universitas terhebat di Indonesia ini, bersyukur bisa sampai kesini, nggak banyak yang ingin saya ceritakan disini, ntahlah terasa kurang menyenangkan untuk dibahas walaupun pada akhirnya pun bisa saja disebut happy ending lah... :o

Oh iya, perlu dicatat nih, ini pertama kalinya saya naik kereta api :D gratis lagi, keren nggak tuh hehe 

Ntahlah, mungkin ini karena salah satu keburukan sifat saya yang kurang bisa bersyukur, sering tersulut amarah dan bertindak sesuka hati, mohon maaf saya sungguh menyesal sudah bertindak tanpa berfikir panjang saat itu, ah sudahlah saya juga bingung bagaimana cara menghapus penyakit hati yang bisa dibilang masih saya derita ini.

Apapun itu, ITS satu tempat yang luar biasa :)
Saya dibuat kagum dengan sajian ITS Expo yang luar biasa wah-nya, mungkin Unnes bisa mencontoh ITS, dari pada hanya mendatangkan artis secara instan lebih baik membuat acara sekeren ini, maaf saya nggak pandai menggambarkan bagaimana kerennya acara ini, nggak ada gambarnya pula... ntah ini acara bisa keren apa karena memang disokong dana yang wah atau apa, namun satu yang pasti mahasiswa ITS emang kreatif2... totalitas dalam mempersiapkan acara ini.

Kok malah cerita ITS Expo mulu... niat kesini kan buat ikut lomba Recycle Art, bukan 'cuma' jalan2 kan hehe. Jalan2 kan itu cuma bonus, bukan prioritas :) ingeet itu :D
Singkat cerita presentasi bisa dibilang sukses, nggak jelek2 amat lah, dan meskipun belum membuahkan hasil tapi lumayanlah nilainya, masih lebih bagus diantara temen-temen peserta yang lain hehe

ini nih Songelamp Squarepants - Salah satu produk lampu hias buatan kami :D
kalo tertarik liat aja spesifikasinya DISINI
50.000 nego halus deh hehe



Selasa, 15 Juli 2014



Sempatkanlah waktu untuk keluar dari apa yang sudah menjadi kebiasaan kita, pasti ada pelajaran hidup disana. Bukan kita tidak bisa, tapi mungkin karena kita tidak mau.
Banyak cerita dalam hidup, Ini cerita pertamaku yang coba aku tulis. Semoga bisa ada manfaat dan ada hikmah yang bisa diambil.

YANG PENTING ADA NIAT DAN SIAP DATANG.
Terlihat pamflet di beranda facebook serangkain acara metro tv di UGM. Salah satu acara berupa talk show yang menghadirkan banyak tokoh yaitu Mata Najwa. Aku sangat antusias untuk bisa mengikuti walau jauh dari kampus. Teman-temanku juga, banyak dari mereka mendaftar via email untuk bisa menonton.
Singkat cerita, saya mengajak teman yang bisa menjadi partner, setelah Tanya kesana-sini, ada juga yang pengin ikut dan siap menjadi partner (mboncengi), hehe…=D

MIMPI BURUK
Ok, perjalanan dimulai.
08.30 kami langsung berangkat. Ditengah jalan dengan PD saya langsung menunjuk arah kisini dan kisitu. Tak sadar, arah yang dituju kami salah. Ditambah tindakan aku yang memutuskan untuk pindah jalur alternatif. Kaki gunung merbabulah yang ternyata harus kami lalui. Jalan meningkung hingga 77 lebih 0,5derajat dan tanjakan tajam harus dilalui kendaraan kami. Dihatiku berkata, aku sudah pernah ke jogja, kenapa harus nyasar seperti ini?....mulailah tidak percaya kami bisa sampai jogja. Ditambah desa yang dilaui masih saja kabupaten semarang.
Mimpi buruk perjalanan benar-benar terjadi, disaat kendaraan meluncur kebawah, ban dengan PDnya memutuskan mengeluarkan banyak angin. Sudahlah pulang saja kesemarang. Ini pegunungan, sedikit orang yang bisa membetulkan kendaraan.itu yang ada difikiran kami.
Aku bertanya pada ibu yang menggendong anak dengan kain coklat. Naik sedikit lagi kami bisa bertemu dengan tambal ban, hati kecilku bersyukur, ditambah bapak yang tambal ban menerangakan ke jogja tidak lebih dari 1 jam. Kulihat jam di tangan kanan, ternyata jarum kecil menunjuk angka 11 tepat. Alhamdulillah….keoptimisan mulai naik untuk sampai ke GSP UGM.

KAMI KEMBALI OPTIMIS
Kendaraan melaju dengan roda penuh semangat. Masjid menjadi tujuan pertama untuk kami menunaikan ibadah sholat jum’at.
Lanjut… hiruk pikuk jalan utama menuju jagja mulai terasa. Tepat jarum menunjuk angka 1 pada tangan kananku, kami sampai di gerbang utama UGM.
Parkir motor sembarangan, belum makan, tak peduli ngga punya tiket, tergesa-gesa, ngga jadi urusan bagi kami, hehe…. Berdesakan dengan ribuan orang baru kurasakan dimomen seperti ini. Merangsek kedepan itulah yang dimau oleh semua. Sampai pada akhirnya pintu dibuka sebebas bebasnya untuk penonton. Semua saling berebut masuk tanpa peduli siapa kanan siapa kiri. Hampir ke pintu masukutama, aku tidak tahu, ternyata pintu ditutup kembali dan panitia bilang kemungkinan kecil untuk masuk karena ruangan sudah penuh dan acara sudah dimulai. Ah…..haruskah aku sia-sia ke jogja…

INILAH MAHASISWA
Bukan mahasiswa kalau tidak mempunyai semangat yang besar. Kawan UGM banyak yang mempelopori untuk teriak Buka…Buka….Buka…. Tak tahan emosi sampai-sampai pintu menjadi sasaran pendobrakan kami yang sedang menanti sebuah ketidakjelasan. Tak sampai disitu…block note yang sekirnya dibagikan setelah acara, menjadi bahan sasaran. Ya… seperti orang menjarah… semua yang mengantri dibagikan, dilempar kekanan, kekiri, kebelakang. Yang dibelakang melempar kedepan. Oh….mungkin kenakepala sehingga dilempar lagi ke depan, hehe…Bisa dibayangkan block note dengan cover sangat tebal kena kepala…
Antusias Mahasiswa Jogja menyambut Mata Najwa On Stage

Minggu, 01 Juni 2014



Temu Ilmiah Mahasiswa Teknik Indonesia 2014 – (23 - 27 April 2014)
banyak cerita menuju malang...
mulai dari bolak balik rektorat ngurus surat tugas yang akhirnya bisa dapet juga, walau dana gak bisa cair sekarang semoga bisa cair nanti…
trus di rektorat ketemu temen lama mbak Siti Mari'ah yg udah setahun lebih gak ketemu mungkin haha.. seneng banget yakin… ngobrol banyaak banget, bukan ngobrol sih, aku yang lebih banyak dengerin doang haha makasih buat motivasi2nya mbak...

trus mampir ke kos Iffan Aulia buat titip surat tugas, ngabsenin + ngeprinin tugas, makasih bnyak broo wkwk
singkat cerita, dengan modal nekat dan duit seadanya kita HARUS berangkat bareng, #EneRCBESAR2014
brangkat ke stasiun poncol keabisan tiket lanjut terminal terboyo, bus ke malang udah abis ternyata, alhamdulillah ketemu calo, ya alhamdulillah ga ada pilihan lain harus via surabaya dulu
brgkat dri terboyo jam 10.30 malem sampe terminal purabaya ( yeee hafal nama terminalnya ) jam 06.30,
yg lain sibuk nyiapin presentasi aku sama mas A-Deth Tya Nugraha malah nyante2 aja haha, padahal dia sendiri yg bilang, gak juara gak pulang, :D
lanjut naik bus lg ke malang, di terminal karna udah kelaperan akhirnya makan diwarung deh, padahal cuma mesen rames + teh anget abis 18 ribu...wahh pemerasan ini :o
kata Muhammad Kaanal Miska malang di kota malang wkwk
dengan sisa semangat yg masih ada, naik angkot dan sampai di gerbang UB udah disambut sama mbak2 berkawat gigi blink2 hehe
UB bener2 wah banget gedungnya keren, tempatnya nyaman luar biasa sepertinya bakal betah banget kalo lama2 disana, itusih versiku haha
trus ga ada yg dicritain disini, pembukaan liat orang ngomong, nari, nyanyi udah, Muhamad Kharis aja sampe ngantuk2 liatnya,
trus liat presentasi, yahh gtu lahh...hehe kayanya optimis nih bisa bawa pulang 3 piala sekaligus
abis presentasi sempet foto2 dulu, neh 7 boyband dari semarang haha


mau pulang dapat wejangan maha dahsyat dari mas kuat, insyaallah saya akan sedikit meniru 'style' anda mas : )