Sempatkanlah
waktu untuk keluar dari apa yang sudah menjadi kebiasaan kita, pasti ada pelajaran
hidup disana. Bukan kita tidak bisa, tapi mungkin karena kita tidak mau.
Banyak
cerita dalam hidup, Ini cerita pertamaku yang coba aku tulis. Semoga bisa ada
manfaat dan ada hikmah yang bisa diambil.
YANG
PENTING ADA NIAT DAN SIAP DATANG.
Terlihat
pamflet di beranda facebook serangkain acara metro tv di UGM. Salah satu acara
berupa talk show yang menghadirkan banyak tokoh yaitu Mata Najwa. Aku sangat
antusias untuk bisa mengikuti walau jauh dari kampus. Teman-temanku juga,
banyak dari mereka mendaftar via email untuk bisa menonton.
Singkat
cerita, saya mengajak teman yang bisa menjadi partner, setelah Tanya kesana-sini,
ada juga yang pengin ikut dan siap menjadi partner (mboncengi), hehe…=D
MIMPI
BURUK
Ok,
perjalanan dimulai.
08.30
kami langsung berangkat. Ditengah jalan dengan PD saya langsung menunjuk arah
kisini dan kisitu. Tak sadar, arah yang dituju kami salah. Ditambah tindakan
aku yang memutuskan untuk pindah jalur alternatif. Kaki gunung merbabulah yang
ternyata harus kami lalui. Jalan meningkung hingga 77 lebih 0,5derajat dan
tanjakan tajam harus dilalui kendaraan kami. Dihatiku berkata, aku sudah pernah
ke jogja, kenapa harus nyasar seperti ini?....mulailah tidak percaya kami bisa
sampai jogja. Ditambah desa yang dilaui masih saja kabupaten semarang.
Mimpi
buruk perjalanan benar-benar terjadi, disaat kendaraan meluncur kebawah, ban
dengan PDnya memutuskan mengeluarkan banyak angin. Sudahlah pulang saja
kesemarang. Ini pegunungan, sedikit orang yang bisa membetulkan kendaraan.itu
yang ada difikiran kami.
Aku
bertanya pada ibu yang menggendong anak dengan kain coklat. Naik sedikit lagi
kami bisa bertemu dengan tambal ban, hati kecilku bersyukur, ditambah bapak
yang tambal ban menerangakan ke jogja tidak lebih dari 1 jam. Kulihat jam di
tangan kanan, ternyata jarum kecil menunjuk angka 11 tepat. Alhamdulillah….keoptimisan
mulai naik untuk sampai ke GSP UGM.
KAMI
KEMBALI OPTIMIS
Kendaraan
melaju dengan roda penuh semangat. Masjid menjadi tujuan pertama untuk kami
menunaikan ibadah sholat jum’at.
Lanjut…
hiruk pikuk jalan utama menuju jagja mulai terasa. Tepat jarum menunjuk angka 1
pada tangan kananku, kami sampai di gerbang utama UGM.
Parkir
motor sembarangan, belum makan, tak peduli ngga punya tiket, tergesa-gesa, ngga
jadi urusan bagi kami, hehe…. Berdesakan dengan ribuan orang baru kurasakan
dimomen seperti ini. Merangsek kedepan itulah yang dimau oleh semua. Sampai
pada akhirnya pintu dibuka sebebas bebasnya untuk penonton. Semua saling
berebut masuk tanpa peduli siapa kanan siapa kiri. Hampir ke pintu masukutama,
aku tidak tahu, ternyata pintu ditutup kembali dan panitia bilang kemungkinan
kecil untuk masuk karena ruangan sudah penuh dan acara sudah dimulai.
Ah…..haruskah aku sia-sia ke jogja…
INILAH
MAHASISWA
Bukan
mahasiswa kalau tidak mempunyai semangat yang besar. Kawan UGM banyak yang
mempelopori untuk teriak Buka…Buka….Buka…. Tak tahan emosi sampai-sampai pintu menjadi
sasaran pendobrakan kami yang sedang menanti sebuah ketidakjelasan. Tak sampai
disitu…block note yang sekirnya dibagikan setelah acara, menjadi bahan sasaran.
Ya… seperti orang menjarah… semua yang mengantri dibagikan, dilempar kekanan,
kekiri, kebelakang. Yang dibelakang melempar kedepan. Oh….mungkin kenakepala
sehingga dilempar lagi ke depan, hehe…Bisa dibayangkan block note dengan cover
sangat tebal kena kepala…
SENSESI
TEPUK TANGAN
Menunggu
lama dan teriakan juga belum usai, seorang petugas berbaju biru bilang kalau
sayap kanan dan kiri di buka. Semua langsung berhamburan membubarkan diri.
Kursi
sudah penuh semua, kami hanya beralaskan marmer untuk bisa menyaksikan acara
ini. Najwa Syihab belum membawakan acara dan masih diisi oleh hiburan, game, flash
mob, dan kuis.
Kita
sambut… Najwa Syihab…teriak penyayi yang mengisi acara. Seisi Graha Sabha
Pramana tepuk tangan begitu juga dengan kursinya. Tak disangaka, Najwa Syihab
alay juga, hehe…. Berjoged ketika masuk, minta dibenerin rambutnya yang agak
salah, bilang kringetan dan minta kru untuk moles muka lagi dan lain-lain….
Dan…..pembicarapun
dipanggil masuk satu persatu. Sri Sulta Hamengkubuwana, Mahfud MD, Anies
Basuwedan, Ridwan Kamil, Khairil Tanjung untuk memasuki tempat yang telah
disediakan. 7 ribu lebih orang tepuk tangan dalam satu ruangan. Tema yang
dibahas pada kesempatan kali ini yaitu “Dari Jogja Untuk Bangsa”.
View kami dalam menyaksikan langsung Mata Najwa On Stage
Para
pengisi membagi pengalaman-pengalaman hidup yang sudah mereka jalani, wawasan
kebangsaan, kepemimpinan, keteladanan dan lain sebagainya. Tokoh sentilun
(Butet) juga ikut meramaikan acara dengan kritik yang luar biasa,mungkin
ucapanya ngga 100% ditayangin di TV, banyak hal sentitif yang sudah menyangkut
individu. Para penaya juga kiritis-kritis, bukan saja kepada narasumber tapi Najwa
Syihab juga kena. Tak terasa…hingga setengah enam sore acara belum juga
selesai….
Hal
yang bisa diambil.
Sri
Sultan: Menuruti perintah orang tua untuk bisa lebih memimpin dan mengayomi
masyarakat.
Mahfud:
tidak usah membedakan agama dalam urusan bernegara.
Anies:
tak usah menunggu, ayo kita benerin bareng Indonesia dengan modal 0 rupiah.
Kita lahir boleh dimana saja, tetapi cita-cita harus sama di langit.
Kang
Kamil: kemampuan kita, kehebatan kita yang dimiliki itu adalah kumpulan dari
doa-doa orang tua kita.
Khairil
Tanjung: waktu mahasiswa, wirausaha OK, sampai-sampai kalau makan dikantin yang
ngikut 20an orang, akademik OK dan prestasi OK, sampai menjadi mahasiswa
teladan tingkat nasional.
CARI
MAKAN
Sebelum
sholat maghrib, kami mencari warung yang sekiranya murah,hehe…maklum mahasiswa.
Keputusan, sampai pada warung depan suatu kampus samping jalan. Membaca menu
dan harga, alhamdulillah tidak mahal, disini nasi goring dijual 6000 ribu dan teh
1500. Kami langsung pesan dan ngga tau kenapa rasanya lama banget, maklum sudah
lapar (baca: sangat lapar sekali), hehe….
Alhamdulillah
masih diberi kemudahan di kota ini,.. lanjut….. kami ke UGM kembali untuk
sholat magrib dan foto di back drop mata najwa, hehe… Ternyata kami juga boleh
minta sertifikat, lumayan…buat nambah-nambah poin…
Bisa foto di backdrop Mata Najwa On Stage juga hehe...
ADA
KURSI DISINI
Istirahat
sebentar, kami meluncur ke kampus UIN Sunan Kalijaga. Lupa jalan, akupun
bertanya kepada sembarang orang, ternyata penunjuk jalan juga sembarangan, msak
sebesar kampus hanya diberi klue lurus terus nanti depan Indomaret.
Hmm…..akupun kembali bertanya dan akhirnya sampai juga di kampus ini.
Kami
langsung menunaikan sholat isya di masjid yang mewah ini. Bagiku kampus ini
memberi kenangan tersendiri. Teringat 1,5 tahun lebih aku kesini seorang diri
untuk mengikuti tes. Kenalan sama orang yang ngga tau juga mau singgah dimana
dulu dan akhirnya bisa bersama. Dan aku juga sebenarnya punya “kursi” disini, tapi….sudahlah,
bagiku keputusan sudah menjadi keputusan. Dan bagiku keputusan itulah yang
terbaik.
NGINEP
DAN PRAMUKA
Kami
bermalam di satu asrama UGM yang ada adik kelasku disana. Dan katanya cuma
dengan 35 ribu perbulan saja untuk bisa bermukim disini. Beruntung sekali yang
bisa nempatin asrama disini. Banyak cerita antara aku dan adik
kelasku,hehe…soalnya dulu pernah dalam satu organisasi. Pramuka namanya, yang
tujuan utamanya menumbuhkan karakter, tapi masih banyak yang kurang begitu
tahu, sehingga tamparan ucapan yang sering terjadi. Maaf, aku sedang bicara
fakta dilapangan dan yang aku rasakan dan tentunya dulu aku melakukan. Maaf
jugayang merasakan kesalah fahaman pramuka dan maaf juga atas tingkah lakuku.
Asyik
bercerita, handi sudah tertidur pulas. Makum capek dijalan dan capek sebelumnya
persiapan buat lomba ke ITS. Semoga bisa mengharumkan nama baik UNNES. Amiin….
Paginya
kami bersiap melanjutkan perjalan, dan sebelumnya telah disiapkan makanan oleh
mas Adrianto, Alhamdulillah,…. matur nuwun..
BELAJAR
DARI UNY
Tak
jauh dari kampus UGM, ada kampus yang sekarang sedang berulang tahun ke-50,
Universitas Negri Yogyakarta. Kami memutari sekitar dan menikmati taman-taman
yang ada di UNY. Satu pelajaran dari UNY dan itu sangat berguna. Setiap
prestasi mahasiswanya, selalu di-update dan dipajang besar di pintu utama UNY,
sehingga atmosfer mencari juara sangat terasa di kampus tersebut. Ini juga bisa
menjadi pelajaran bagi kampusku, sehingga makin banyak anak UNNES yang bisa
berprestasi.
Bentuk apresiasi Kampus UNY untuk Mahasiswanya yang berprestasi
Tak
berfikir lama, kamipun melanjutkan perjalanan yang sudah direncanakan sebelumnya…
Museum Vredeburg, untuk lebih menghargai akan pentingnya sejarah sebagai bagian
dari perjalanan bangsa.
AKU
YANG LUPA SEJARAH
Tak
lepas dari bertanya kepada orang, karena itulah modal utama, kami pun sampai
disekitaran malioboro karena letak museum di jalan A.Yani satu jalur dengan
malioboro. Hanya dengan uang berfoto pangeran antasari perorang, kami bisa
masuk untuk menikmati sejarah yang ada di Jogjakarta. Disajikan dengan sangat
interaktif dan menggugah akan kita menghargai jasa para pahlawan. Sangat banyak
tempat berkaca untuk menggambarkan setiap kisah-kisah yang ada di Yogjakarta.
Disajikan dengan bukan sekadar lukisan, tapi 3 Dimensi sehingga kelihatan
sangat nyata dan interaktif dalam bentuk TV LCD, sehingga para pengunjung tidak
merasa bosan. Game touch screen tentang sejarah, perjalanan peristiwa, sampai
wahana gerilya semua kami nikmati.
Ngeksis di dalam Museum Vredeburg :D
Ada juga kesan yang bisa disampaikan
mengenai tempat ini, yang bikin kami tertawa ada yang menuliskan“Aku ditembak I
Love U sama patungnya, Hihihiiii…..”. (lihat gambar) Makum,patung-patungnya
sangat nyata… sehingga kegalauanpun melanda, hehe…Dari situ kami lebih mengerti
akan pentingnya sejarah dan spirit ketokohan para pejuang bangsa.
Tak lupa meninggalkan jejak juga di Museum Vredeburg
KETIKA
MALAIKAT MAUT MENEMANI PERJALANAN
Museum
Vredeburg talah usai kami jelajahi,…dilanjut Borobudur Tample, sekalian
perjalanan pulang. Dijalan kami asyik bercerita dan full misic karena buat
ngusir rasa kantuk, kata handi kawanku, hehe….perjalanan Alhamdulillah lancar-lancar
saja, dan disini kami banyak sekali bertanya, karena jalan yang kami lewati
bukan jalan utama, tidak ada petunjuk jalan yang jelas.
Alhamdulillah,
sampai juga di gerbang kawasan candi borobudur. Jalan lurus, kurang ramai
kendaraan, aspal halus, mendukung tangan kanan aku memutar gas hingga jarum
speedometer berlari kearah kanan. Walaupun sudah dikawasan candi, kami masih
bingung juga, sehingga kami bertanya yang terakhir pada seorang dipinggir
jalan. Dan peristiwapun terjadi……
Saat
Handi tanya, tepat 15 meter dari jarak roda depan kendaraan kami, ada teriakan
seseorang dan dibarengi dengan berhentinya mobil berwarna silver. Akupun
khawatir, apa yang terjadi……Handi langsung mendekat dan aku langsung bertanya.
Handi
dengan enteng menjawab: “Wonge mati, sirahe metu getihe akeh”, astaghfirullah…..
kutengokkan wajahku ke tempat perkara, dan terlihat kakek sudah tersungkur kaku
dengan banyak darah yang mengalir dari hidung dan kepala.Ya…ketika sepeda yang
dikendarai kakek bertemu dengan mobil dan diakadkan oleh malaikan izrail atas
izin Allah.
Kami
melanjutkan perjalanan dengan berkendara sangat pelan setelah kejadian itu.
Banyak hal yang menuai hikmah selama perjalanan dua hari ini, tapi…hal itu yang
tidak akan dilupakan. Badan terasa lemas, fikiran kemanan-mana, ah…..Ya…Allah,
aku masih belum bisa menjadi hamba yang baik. Astaghfirullah…
BOROBUDUR
SEBAGAI WARISAN DUNIA BUKAN KEAJAIBAN DUNIA
Next……sampai
juga di borobudur dan saya baru kesini, hehe….. masuknya cukup mahal (menurut
saya), harus ada 30 Pattimura untuk masuk, hehe…. Borobudur merupakan bangunan
yang terkenal dengan tingginya nilai-nilai estetika, budaya, seni, arsitektur,
hingga spiritual. Sebelum masuk kawasan candi, kita disuruh memakai kain
berwarna ungu khusus bagi yang usia 16 tahun keatas. Dulu disekolah-sekolah
diajarkan bahwa Borobudur adalah salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
Meskipun sekarang ada kriteria resmi Borobudur sebagai warisan dunia, predikat
tujuh keajaiban dunia seolah-olah tidak bisa dipisahkan dari Borobudur.
Kurangnya pemahaman masyarakat akan warisan dunia menyebabkan seolah-olah tujuh
keajaiban dunia adalah parameter sah untuk mengukur keagungan Borobudur.
Sehingga masyarakat begitu terkejut ketika mendengar kabar Candi Borobudur
telah dikeluarkan dari tujuh keajaiban dunia. Pengumuman The NewSeven Wonder
oleh sebuah yayasan yang dipelopori Bernard Webber dari Swiss tidak
mencantumkan Borobudur di dalamnya. Kita harus bangga dengan apa yang ada di
Indonesia termasuk candi borobudur.
PULANG
DISAMBUT SNEX MANIA DAN PANSER BIRU
Dalam
perjalanan pulang ke Semarang, kami dikejutkan dengan banyak pemuda berkaos
biru. Truk dengan segala dumbrengan, motor dengan bendera-bendera besar siap
mendukung lagi PSIS. Mengerikan memang melihat yang demikian, ketika loyalitas
sering disalah artikan. Usut punya usut, ternyata PSIS melawan PPSM Magelang
dan menang dengan skor 3-1.
Pulang
juga diiringi oleh kemacetan yang sangat panjang, tapi alhamdulillah, kami
masih tetap lancar meskipun terosol sana-sini, hehe….
Alhamdulillah….Banyak
ilmu yang didapat, pengalaman, cerita dan keberuntungan selama perjalanan.
Masih banyak perjalanan dan kisah yang harus kita jalani di dunia ini. Tentunya
untuk kita bisa menjadi lebih dewasa, arifdan bijaksana.
Maaf
bila ada banyak kesalahan kata dan kurang berkenan.
Actor:
M. Wahyudi, Handi Suryawinata
Penulis:
M. Wahyudi
Dengan
editan seperlunya oleh: Handi Suryawinata
#SemangatBergerak












0 komentar:
Posting Komentar