RSS
Facebook
Twitter

Selasa, 15 Juli 2014



Sempatkanlah waktu untuk keluar dari apa yang sudah menjadi kebiasaan kita, pasti ada pelajaran hidup disana. Bukan kita tidak bisa, tapi mungkin karena kita tidak mau.
Banyak cerita dalam hidup, Ini cerita pertamaku yang coba aku tulis. Semoga bisa ada manfaat dan ada hikmah yang bisa diambil.

YANG PENTING ADA NIAT DAN SIAP DATANG.
Terlihat pamflet di beranda facebook serangkain acara metro tv di UGM. Salah satu acara berupa talk show yang menghadirkan banyak tokoh yaitu Mata Najwa. Aku sangat antusias untuk bisa mengikuti walau jauh dari kampus. Teman-temanku juga, banyak dari mereka mendaftar via email untuk bisa menonton.
Singkat cerita, saya mengajak teman yang bisa menjadi partner, setelah Tanya kesana-sini, ada juga yang pengin ikut dan siap menjadi partner (mboncengi), hehe…=D

MIMPI BURUK
Ok, perjalanan dimulai.
08.30 kami langsung berangkat. Ditengah jalan dengan PD saya langsung menunjuk arah kisini dan kisitu. Tak sadar, arah yang dituju kami salah. Ditambah tindakan aku yang memutuskan untuk pindah jalur alternatif. Kaki gunung merbabulah yang ternyata harus kami lalui. Jalan meningkung hingga 77 lebih 0,5derajat dan tanjakan tajam harus dilalui kendaraan kami. Dihatiku berkata, aku sudah pernah ke jogja, kenapa harus nyasar seperti ini?....mulailah tidak percaya kami bisa sampai jogja. Ditambah desa yang dilaui masih saja kabupaten semarang.
Mimpi buruk perjalanan benar-benar terjadi, disaat kendaraan meluncur kebawah, ban dengan PDnya memutuskan mengeluarkan banyak angin. Sudahlah pulang saja kesemarang. Ini pegunungan, sedikit orang yang bisa membetulkan kendaraan.itu yang ada difikiran kami.
Aku bertanya pada ibu yang menggendong anak dengan kain coklat. Naik sedikit lagi kami bisa bertemu dengan tambal ban, hati kecilku bersyukur, ditambah bapak yang tambal ban menerangakan ke jogja tidak lebih dari 1 jam. Kulihat jam di tangan kanan, ternyata jarum kecil menunjuk angka 11 tepat. Alhamdulillah….keoptimisan mulai naik untuk sampai ke GSP UGM.

KAMI KEMBALI OPTIMIS
Kendaraan melaju dengan roda penuh semangat. Masjid menjadi tujuan pertama untuk kami menunaikan ibadah sholat jum’at.
Lanjut… hiruk pikuk jalan utama menuju jagja mulai terasa. Tepat jarum menunjuk angka 1 pada tangan kananku, kami sampai di gerbang utama UGM.
Parkir motor sembarangan, belum makan, tak peduli ngga punya tiket, tergesa-gesa, ngga jadi urusan bagi kami, hehe…. Berdesakan dengan ribuan orang baru kurasakan dimomen seperti ini. Merangsek kedepan itulah yang dimau oleh semua. Sampai pada akhirnya pintu dibuka sebebas bebasnya untuk penonton. Semua saling berebut masuk tanpa peduli siapa kanan siapa kiri. Hampir ke pintu masukutama, aku tidak tahu, ternyata pintu ditutup kembali dan panitia bilang kemungkinan kecil untuk masuk karena ruangan sudah penuh dan acara sudah dimulai. Ah…..haruskah aku sia-sia ke jogja…

INILAH MAHASISWA
Bukan mahasiswa kalau tidak mempunyai semangat yang besar. Kawan UGM banyak yang mempelopori untuk teriak Buka…Buka….Buka…. Tak tahan emosi sampai-sampai pintu menjadi sasaran pendobrakan kami yang sedang menanti sebuah ketidakjelasan. Tak sampai disitu…block note yang sekirnya dibagikan setelah acara, menjadi bahan sasaran. Ya… seperti orang menjarah… semua yang mengantri dibagikan, dilempar kekanan, kekiri, kebelakang. Yang dibelakang melempar kedepan. Oh….mungkin kenakepala sehingga dilempar lagi ke depan, hehe…Bisa dibayangkan block note dengan cover sangat tebal kena kepala…
Antusias Mahasiswa Jogja menyambut Mata Najwa On Stage


SENSESI TEPUK TANGAN
Menunggu lama dan teriakan juga belum usai, seorang petugas berbaju biru bilang kalau sayap kanan dan kiri di buka. Semua langsung berhamburan membubarkan diri.
Kursi sudah penuh semua, kami hanya beralaskan marmer untuk bisa menyaksikan acara ini. Najwa Syihab belum membawakan acara dan masih diisi oleh hiburan, game, flash mob, dan kuis.
Kita sambut… Najwa Syihab…teriak penyayi yang mengisi acara. Seisi Graha Sabha Pramana tepuk tangan begitu juga dengan kursinya. Tak disangaka, Najwa Syihab alay juga, hehe…. Berjoged ketika masuk, minta dibenerin rambutnya yang agak salah, bilang kringetan dan minta kru untuk moles muka lagi dan lain-lain….
Dan…..pembicarapun dipanggil masuk satu persatu. Sri Sulta Hamengkubuwana, Mahfud MD, Anies Basuwedan, Ridwan Kamil, Khairil Tanjung untuk memasuki tempat yang telah disediakan. 7 ribu lebih orang tepuk tangan dalam satu ruangan. Tema yang dibahas pada kesempatan kali ini yaitu “Dari Jogja Untuk Bangsa”. 
View kami dalam menyaksikan langsung Mata Najwa On Stage

Para pengisi membagi pengalaman-pengalaman hidup yang sudah mereka jalani, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, keteladanan dan lain sebagainya. Tokoh sentilun (Butet) juga ikut meramaikan acara dengan kritik yang luar biasa,mungkin ucapanya ngga 100% ditayangin di TV, banyak hal sentitif yang sudah menyangkut individu. Para penaya juga kiritis-kritis, bukan saja kepada narasumber tapi Najwa Syihab juga kena. Tak terasa…hingga setengah enam sore acara belum juga selesai….
Hal yang bisa diambil.
Sri Sultan: Menuruti perintah orang tua untuk bisa lebih memimpin dan mengayomi masyarakat.
Mahfud: tidak usah membedakan agama dalam urusan bernegara.
Anies: tak usah menunggu, ayo kita benerin bareng Indonesia dengan modal 0 rupiah. Kita lahir boleh dimana saja, tetapi cita-cita harus sama di langit.
Kang Kamil: kemampuan kita, kehebatan kita yang dimiliki itu adalah kumpulan dari doa-doa orang tua kita.
Khairil Tanjung: waktu mahasiswa, wirausaha OK, sampai-sampai kalau makan dikantin yang ngikut 20an orang, akademik OK dan prestasi OK, sampai menjadi mahasiswa teladan tingkat nasional.

CARI MAKAN
Sebelum sholat maghrib, kami mencari warung yang sekiranya murah,hehe…maklum mahasiswa. Keputusan, sampai pada warung depan suatu kampus samping jalan. Membaca menu dan harga, alhamdulillah tidak mahal, disini nasi goring dijual 6000 ribu dan teh 1500. Kami langsung pesan dan ngga tau kenapa rasanya lama banget, maklum sudah lapar (baca: sangat lapar sekali), hehe….
Alhamdulillah masih diberi kemudahan di kota ini,.. lanjut….. kami ke UGM kembali untuk sholat magrib dan foto di back drop mata najwa, hehe… Ternyata kami juga boleh minta sertifikat, lumayan…buat nambah-nambah poin…
Bisa foto di backdrop Mata Najwa On Stage juga hehe...

ADA KURSI DISINI
Istirahat sebentar, kami meluncur ke kampus UIN Sunan Kalijaga. Lupa jalan, akupun bertanya kepada sembarang orang, ternyata penunjuk jalan juga sembarangan, msak sebesar kampus hanya diberi klue lurus terus nanti depan Indomaret. Hmm…..akupun kembali bertanya dan akhirnya sampai juga di kampus ini.
Kami langsung menunaikan sholat isya di masjid yang mewah ini. Bagiku kampus ini memberi kenangan tersendiri. Teringat 1,5 tahun lebih aku kesini seorang diri untuk mengikuti tes. Kenalan sama orang yang ngga tau juga mau singgah dimana dulu dan akhirnya bisa bersama. Dan aku juga sebenarnya punya “kursi” disini, tapi….sudahlah, bagiku keputusan sudah menjadi keputusan. Dan bagiku keputusan itulah yang terbaik.

NGINEP DAN PRAMUKA
Kami bermalam di satu asrama UGM yang ada adik kelasku disana. Dan katanya cuma dengan 35 ribu perbulan saja untuk bisa bermukim disini. Beruntung sekali yang bisa nempatin asrama disini. Banyak cerita antara aku dan adik kelasku,hehe…soalnya dulu pernah dalam satu organisasi. Pramuka namanya, yang tujuan utamanya menumbuhkan karakter, tapi masih banyak yang kurang begitu tahu, sehingga tamparan ucapan yang sering terjadi. Maaf, aku sedang bicara fakta dilapangan dan yang aku rasakan dan tentunya dulu aku melakukan. Maaf jugayang merasakan kesalah fahaman pramuka dan maaf juga atas tingkah lakuku.
Asyik bercerita, handi sudah tertidur pulas. Makum capek dijalan dan capek sebelumnya persiapan buat lomba ke ITS. Semoga bisa mengharumkan nama baik UNNES. Amiin….
Paginya kami bersiap melanjutkan perjalan, dan sebelumnya telah disiapkan makanan oleh mas Adrianto, Alhamdulillah,…. matur nuwun..

BELAJAR DARI UNY 
Tak jauh dari kampus UGM, ada kampus yang sekarang sedang berulang tahun ke-50, Universitas Negri Yogyakarta. Kami memutari sekitar dan menikmati taman-taman yang ada di UNY. Satu pelajaran dari UNY dan itu sangat berguna. Setiap prestasi mahasiswanya, selalu di-update dan dipajang besar di pintu utama UNY, sehingga atmosfer mencari juara sangat terasa di kampus tersebut. Ini juga bisa menjadi pelajaran bagi kampusku, sehingga makin banyak anak UNNES yang bisa berprestasi.
Bentuk apresiasi Kampus UNY untuk Mahasiswanya yang berprestasi

Tak berfikir lama, kamipun melanjutkan perjalanan yang sudah direncanakan sebelumnya… Museum Vredeburg, untuk lebih menghargai akan pentingnya sejarah sebagai bagian dari perjalanan bangsa.

AKU YANG LUPA SEJARAH
Tak lepas dari bertanya kepada orang, karena itulah modal utama, kami pun sampai disekitaran malioboro karena letak museum di jalan A.Yani satu jalur dengan malioboro. Hanya dengan uang berfoto pangeran antasari perorang, kami bisa masuk untuk menikmati sejarah yang ada di Jogjakarta. Disajikan dengan sangat interaktif dan menggugah akan kita menghargai jasa para pahlawan. Sangat banyak tempat berkaca untuk menggambarkan setiap kisah-kisah yang ada di Yogjakarta. Disajikan dengan bukan sekadar lukisan, tapi 3 Dimensi sehingga kelihatan sangat nyata dan interaktif dalam bentuk TV LCD, sehingga para pengunjung tidak merasa bosan. Game touch screen tentang sejarah, perjalanan peristiwa, sampai wahana gerilya semua kami nikmati. 
Ngeksis di dalam Museum Vredeburg :D

Ada juga kesan yang bisa disampaikan mengenai tempat ini, yang bikin kami tertawa ada yang menuliskan“Aku ditembak I Love U sama patungnya, Hihihiiii…..”. (lihat gambar) Makum,patung-patungnya sangat nyata… sehingga kegalauanpun melanda, hehe…Dari situ kami lebih mengerti akan pentingnya sejarah dan spirit ketokohan para pejuang bangsa. 
Tak lupa meninggalkan jejak juga di Museum Vredeburg

KETIKA MALAIKAT MAUT MENEMANI PERJALANAN
Museum Vredeburg talah usai kami jelajahi,…dilanjut Borobudur Tample, sekalian perjalanan pulang. Dijalan kami asyik bercerita dan full misic karena buat ngusir rasa kantuk, kata handi kawanku, hehe….perjalanan Alhamdulillah lancar-lancar saja, dan disini kami banyak sekali bertanya, karena jalan yang kami lewati bukan jalan utama, tidak ada petunjuk jalan yang jelas.
Alhamdulillah, sampai juga di gerbang kawasan candi borobudur. Jalan lurus, kurang ramai kendaraan, aspal halus, mendukung tangan kanan aku memutar gas hingga jarum speedometer berlari kearah kanan. Walaupun sudah dikawasan candi, kami masih bingung juga, sehingga kami bertanya yang terakhir pada seorang dipinggir jalan. Dan peristiwapun terjadi……
Saat Handi tanya, tepat 15 meter dari jarak roda depan kendaraan kami, ada teriakan seseorang dan dibarengi dengan berhentinya mobil berwarna silver. Akupun khawatir, apa yang terjadi……Handi langsung mendekat dan aku langsung bertanya.
Handi dengan enteng menjawab: “Wonge mati, sirahe metu getihe akeh”, astaghfirullah….. kutengokkan wajahku ke tempat perkara, dan terlihat kakek sudah tersungkur kaku dengan banyak darah yang mengalir dari hidung dan kepala.Ya…ketika sepeda yang dikendarai kakek bertemu dengan mobil dan diakadkan oleh malaikan izrail atas izin Allah.
Kami melanjutkan perjalanan dengan berkendara sangat pelan setelah kejadian itu. Banyak hal yang menuai hikmah selama perjalanan dua hari ini, tapi…hal itu yang tidak akan dilupakan. Badan terasa lemas, fikiran kemanan-mana, ah…..Ya…Allah, aku masih belum bisa menjadi hamba yang baik. Astaghfirullah…

BOROBUDUR SEBAGAI WARISAN DUNIA BUKAN KEAJAIBAN DUNIA
Next……sampai juga di borobudur dan saya baru kesini, hehe….. masuknya cukup mahal (menurut saya), harus ada 30 Pattimura untuk masuk, hehe…. Borobudur merupakan bangunan yang terkenal dengan tingginya nilai-nilai estetika, budaya, seni, arsitektur, hingga spiritual. Sebelum masuk kawasan candi, kita disuruh memakai kain berwarna ungu khusus bagi yang usia 16 tahun keatas. Dulu disekolah-sekolah diajarkan bahwa Borobudur adalah salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Meskipun sekarang ada kriteria resmi Borobudur sebagai warisan dunia, predikat tujuh keajaiban dunia seolah-olah tidak bisa dipisahkan dari Borobudur. Kurangnya pemahaman masyarakat akan warisan dunia menyebabkan seolah-olah tujuh keajaiban dunia adalah parameter sah untuk mengukur keagungan Borobudur. Sehingga masyarakat begitu terkejut ketika mendengar kabar Candi Borobudur telah dikeluarkan dari tujuh keajaiban dunia. Pengumuman The NewSeven Wonder oleh sebuah yayasan yang dipelopori Bernard Webber dari Swiss tidak mencantumkan Borobudur di dalamnya. Kita harus bangga dengan apa yang ada di Indonesia termasuk candi borobudur.

PULANG DISAMBUT SNEX MANIA DAN PANSER BIRU
Dalam perjalanan pulang ke Semarang, kami dikejutkan dengan banyak pemuda berkaos biru. Truk dengan segala dumbrengan, motor dengan bendera-bendera besar siap mendukung lagi PSIS. Mengerikan memang melihat yang demikian, ketika loyalitas sering disalah artikan. Usut punya usut, ternyata PSIS melawan PPSM Magelang dan menang dengan skor 3-1.
Pulang juga diiringi oleh kemacetan yang sangat panjang, tapi alhamdulillah, kami masih tetap lancar meskipun terosol sana-sini, hehe….

Alhamdulillah….Banyak ilmu yang didapat, pengalaman, cerita dan keberuntungan selama perjalanan. Masih banyak perjalanan dan kisah yang harus kita jalani di dunia ini. Tentunya untuk kita bisa menjadi lebih dewasa, arifdan bijaksana.

Maaf bila ada banyak kesalahan kata dan kurang berkenan.

Actor: M. Wahyudi, Handi Suryawinata
Penulis: M. Wahyudi
Dengan editan seperlunya oleh: Handi Suryawinata
#SemangatBergerak

0 komentar:

Posting Komentar