RSS
Facebook
Twitter

Kamis, 26 Maret 2015



Pendahuluan
Letak Geografis Indonesia yang dilalui oleh garis khatulistiwa menjadikan Indonesia beriklim tropis. Hal ini menyebabkan Indonesia mendapatkan pancaran sinar matahari yang maksimal dan merata sepanjang tahunnya. Berdasarkan data penyinaran matahari yang dihimpun dari 18 lokasi di Indonesia, radiasi surya di Indonesia dapat diklasifikasikan berturut - turut sebagai berikut: untuk kawasan barat dan timur Indonesia dengan distribusi penyinaran di Kawasan Barat Indonesia (KBI) sekitar 4,5 kWh/m2/hari dengan variasi bulanan sekitar 10%; dan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sekitar 5,1 kWh/m2/hari dengan variasi bulanan sekitar 9%. Dengan demikian, potesi penyinaran rata - rata Indonesia sekitar 4,8 kWh/m2/hari dengan variasi bulanan sekitar 9%. Sebuah potensi luar biasa yang sudah seharusnya bisa dimanfaatkan dengan lebih baik oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Dengan memanfaatkan pancaran sinar matahari kita bisa mulai memberdayakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di seluruh penjuru negeri agar Indonesia bisa menjadi negara yang mandiri dari segi suplai energi bermodalkan energi bersih dan ramah lingkungan untuk keperluan penerangan (listrik) khususnya.

Saat ini Indonesia masih saja bergantung dari sumber energi fosil yang jumlahnya semakin terkuras ini dan bahkan untuk memperbaharuinya pun diperlukan waktu ratusan bahkan ribuan tahun lagi. Sangat tidak efektif jika kita masih saja terus bergatung ke sumber energi yang kian tahun harganya semakin melonjak ini. Bahan bakar fosil juga menghasilkan berbagai macam emisi yang bisa merusak lingkungan. Jadi sudah saatnya sekarang kita lebih cerdas dalam memilih dan memanfaatkan sumber energi yang ramah lingkungan, hemat dan efektif dalam penggunaannya.

Krisis Energi
Energi mempunyai peranan penting dalam pencapaian tujuan sosial, ekonomi, dan lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan, serta merupakan pendukung bagi kegiatan ekonomi nasional. Konsumsi energi listrik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan 10 – 15 % per tahun. Jumlah Konsumsinya dipastikan akan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Jadi semakin tinggi daya beli dan konsumsi publik, maka makin tinggi pula tingkat penggunaan listriknya. Hingga saat ini, tercatat baru 70% rumah tangga di Indonesia yang memiliki akses listrik. Sisanya merupakan pengguna listrik potensial di masa yang akan datang.

Gambar 1. Krisis energi di Indonesia (sumber: energytoday.com)

Selasa, 24 Maret 2015

Mahasiswa Unnes yang terdiri dari 2 tim perwakilan delegasi dari Universitas Negeri Semarang meraih juara 2 dan juara harapan 2 LKTIN HIMKI Universitas Tanjungpura Pontianak.

Lomba Bidang Studi Kimia (LBSK) XI 2015 ini merupakan acara tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMKI) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura (UNTAN) yang berisi berbagai rangkaian acara, diantaranya Lomba Bidang Studi Kimia (LBSK) tingkat SMA/MA, Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) tingkat mahasiswa S1/D3, dan Seminar Nasional Kimia.

Minggu, 15 Maret 2015

Setetes Embun di Pelupuk Pagi

Sedikit curhat saja, semenjak musibah yang menimpa saya di bulan Desember 2014 yang lalu sepertinya rasa semangat saya untuk menulis sempat memudar. Apakah sampai disini saja kah rekam jejak kepenulisan saya? Sesuram apakah 2015 ini tanpa menulis? Mungkin saatnya saya berhenti menulis dan kembali fokus ke kuliah :)

Ya, selama ini saya hanya sibuk menulis dan sibuk berorganisasi sehingga tidak terlalu mengedepankan masalah kuliah. Toh selama ini banyak dosen yang beranggapan sekarang sumber ilmu bukanlah dosen melainkan google. Lantas untuk apa saya masuk kuliah? Mending cari hal bermanfaat lain mumpung bisa menikmati segala fasilias selama jadi mahasiswa, menguras uang kemahasiswaan untuk mewujudkan salah satu cita-cita untuk keliling Indonesia. Hahaha pandangan agak sesat yang sebaiknya jangan diikuti oleh kalian-kalian yang belum professional :D

Kita semua punya pilihan, ini adalah pilihan yang saya ambil. Saya merasa sudah tua, sudah seharusnya saya mencari uang untuk membantu kedua orang tua dirumah. Bukan malah menjadi seorang yang egois dengan masih mengejar ‘impian-impian kosong’ ini. Bapak sepertinya sudah mulai lelah bekerja, beliau pernah berujar ikut lomba baguslah sekali-dua kali tapi lebih baik cobalah kuliah sambil bekerja, sudah saatnya kamu mandiri, tapi bagaimanapun juga kuliah harus tetap menjadi prioritasmu. Namun maaf pak, dua hal yang bapak pesankan blum mampu saya laksanakan dengan baik :( saya belum berada dalam level tertinggi itu.