RSS
Facebook
Twitter

Sabtu, 11 April 2015

Menulis itu susah bro...



Bismillah, meskipun dengan ribuan keraguan akhirnya saya dan Ami kembali berpetualang menelusuri pelosok Indonesia bermodal karya tulis. Riau, kali ini kami berkesempatan mengunjungi kota di salah satu sudut Sumatra ini.


Pada kesempatan ini saya tidak ingin menceritakan bagaimana susahnya perjuangan selama perjalanan ini, tidak ingin bercerita mengenai insiden taxi yang menimpa kami, tidak ingin bercerita kurang gregetnya acara di Riau ini, namun yang ingin saya ceritakan adalah sisi lain dari perjalanan dan pengalaman yang selalu memberikan hikmah yang insyaallah akan bermanfaat bagi kami selanjutnya.

Dengan dana yang amat sangat terbatas sekali kami berangkat ke Riau dengan harapan ingin mengibarkan almamater ini di kancah nasional. Namun? Ah sudahlah, tidak perlu dibahas.

Dalam salah satu visi misinya Unnes menuliskan untuk bisa menjadi kampus yang go international 2020. Namun bagaimana bisa go international jika nama Unnes saja belum terlalu diketahui di negaranya sendiri. Ketika di Makassar dan di Riau, saya menjumpai orang lain menyebut nama Universitas Negeri Semarang dengan sebutan UNS, di stpmap dan di cocard pun tertulis demikian. Ketika di Jakarta juga sempat ada yang menyebut UNNES dengan sebutan UNS, ketika ada yang mengoreksi dia pun salah dengan menyebutnya UNES -_- Satu hal yang harusnya menjadi koreksi kita bersama. Maka dari itu ketika beberapa kali berkesempatan mengikuti ajang di tingkat nasional saya memperkenalkan diri dengan menyebutkan berasal dari UNNES Semarang. Ini untukmu UNNES… Untukmu…

Dengan pergi ke riau ini salah satu impian saya untuk menjejakkan kaki di pulau terbesar di Indonesia yaitu pulau Sulawesi, Kalimantan dan Sumatra pun akhirnya terpenuhi. Maka dengan kejadian ini dan karena alasan inilah saat yang tepat untuk saya berhenti menulis.

Dalam setiap perjalanan saya selalu menemukan keluarga baru. Salah satu yang paling berkesan kali ini adalah kembali bertemu dengan kontingen dari UNY. Mereka adalah orang-orang yang hebat, mba anggun dengan sejuta pengalamannya dan juga mas ihsan seorang yang bertalenta besar namun berimpian kecil. Salut! Luar biasa bisa bertemu dengan orang-orang seperti mereka.

Kembali ke topic, kali ini saya menyatakan berhenti menulis. Bukan untuk seterusnya, tapi hanya untuk sementara. Saya berhenti menulis sementara untuk melakukan riset terlebih dahulu sehingga ketika kembali nanti saya akan bisa menampilkan karya terbaik saya. Dunia, tunggu kehadiran karya saya yang akan menggoncangmu lagi!

0 komentar:

Posting Komentar