Bismillah, meskipun dengan ribuan
keraguan akhirnya saya dan Ami kembali berpetualang menelusuri pelosok
Indonesia bermodal karya tulis. Riau, kali ini kami berkesempatan mengunjungi
kota di salah satu sudut Sumatra ini.
Pada kesempatan ini saya tidak
ingin menceritakan bagaimana susahnya perjuangan selama perjalanan ini, tidak
ingin bercerita mengenai insiden taxi yang menimpa kami, tidak ingin bercerita
kurang gregetnya acara di Riau ini, namun yang ingin saya ceritakan adalah sisi
lain dari perjalanan dan pengalaman yang selalu memberikan hikmah yang
insyaallah akan bermanfaat bagi kami selanjutnya.
Dengan dana yang amat sangat
terbatas sekali kami berangkat ke Riau dengan harapan ingin mengibarkan
almamater ini di kancah nasional. Namun? Ah sudahlah, tidak perlu dibahas.
Dalam salah satu visi misinya
Unnes menuliskan untuk bisa menjadi kampus yang go international 2020. Namun bagaimana
bisa go international jika nama Unnes saja belum terlalu diketahui di negaranya
sendiri. Ketika di Makassar dan di Riau, saya menjumpai orang lain menyebut
nama Universitas Negeri Semarang dengan sebutan UNS, di stpmap dan di cocard
pun tertulis demikian. Ketika di Jakarta juga sempat ada yang menyebut UNNES
dengan sebutan UNS, ketika ada yang mengoreksi dia pun salah dengan menyebutnya
UNES -_- Satu hal yang harusnya menjadi koreksi kita bersama. Maka dari itu
ketika beberapa kali berkesempatan mengikuti ajang di tingkat nasional saya
memperkenalkan diri dengan menyebutkan berasal dari UNNES Semarang. Ini untukmu
UNNES… Untukmu…
Dengan pergi ke riau ini salah
satu impian saya untuk menjejakkan kaki di pulau terbesar di Indonesia yaitu
pulau Sulawesi, Kalimantan dan Sumatra pun akhirnya terpenuhi. Maka dengan
kejadian ini dan karena alasan inilah saat yang tepat untuk saya berhenti
menulis.
Dalam setiap perjalanan saya
selalu menemukan keluarga baru. Salah satu yang paling berkesan kali ini adalah
kembali bertemu dengan kontingen dari UNY. Mereka adalah orang-orang yang hebat,
mba anggun dengan sejuta pengalamannya dan juga mas ihsan seorang yang bertalenta
besar namun berimpian kecil. Salut! Luar biasa bisa bertemu dengan orang-orang
seperti mereka.
Kembali ke topic, kali ini saya
menyatakan berhenti menulis. Bukan untuk seterusnya, tapi hanya untuk
sementara. Saya berhenti menulis sementara untuk melakukan riset terlebih
dahulu sehingga ketika kembali nanti saya akan bisa menampilkan karya terbaik
saya. Dunia, tunggu kehadiran karya saya yang akan menggoncangmu lagi!



0 komentar:
Posting Komentar