Waktu itu (12/12/2015) Alhamdulillah Saya bersama rekan saya
Eko Budi Wibowo kembali diamanahi untuk presentasi hasil tulisan kami dalam
event lomba Esai Jateng-Diy ERC FIS UNNES. Setelah di beberapa kesempatan sebelumnya presentasi saya selalu
di luar kampus, baru kali ini diamanahi untuk presentasi di kampus sendiri.
Kesempatan yang sangat membuat saya interest dalam menghadapi presentasi di
hadapan dewan juri kali ini.
Presentasi yang akan kami bawakan ini mengenai Sipatrion
(Sistem Pasar Tradisional Online) yang digagas oleh Temmy, salah seorang
mahasiswa Undip yang sangat menginspirasi. Banyak pembelajaran yang saya
dapatkan ketika saling bertukar pikiran termasuk saat 2 malam mempersiapkan
presentasi ini sampai dini hari. Sebuah kesempatan yang berharga ketika diberi
kesempatan untuk mempresentasikan ide road to real ini.
Esok harinya saat presentasi kami dihadapkan oleh 2 juri
dari latar belakang bahasa dan sosial, hal ini diluar ekspetasi kami yang
mengharapkan juri berlatar belakang ekonomi. Saya rasa saat presentasi bersama
Eko sudah sangat maksimal, semua materi sudah tersampaikan dengan alokasi waktu
yang cukup. Mungkin beberapa kekurangan terletak pada pemfokusan gagasan,
analisis kedalaman ide dan mungkin kurangnya komunikasi dan kerjasama diantara
tim kita.
Pada presentasi kali ini saya (kembali) belum mendapat
kesempatan menjadi juara dan pikiran saya semakin terngiang dengan embel-embel
‘spesialis finalis’. Ya setidaknya ada beberapa masukan dari juri yang
bermanfaat sehingga kami lebih tau apa yang harus kami perbarui dalam tulisan
kami, walau saya yakin beda juri juga menghasilkan beda penilaian.
Seisai presentasi salah satu juri menepuk bahu salah rekan
setim saya dan berkata ‘ide mu ini lebih cocok ke business plan mas’. Dalam
hati saya cuma bisa menjawab: ‘aduh pak kompetisi bussines plan biasanya
registrasinya mahal, sampai 300ribuan, saya ini kan mahasiswa (yang suka nyari
event) gratisan’.
Disisi lain, dihari yang sama namun di tempat yang berbeda,
Rekan saya Iswara yang saya tau jago debat bahasa inggris yang tentu saja kuat
ketika berkomunikasi dan begitu meyakinkan ketika menjelaskan suatu hal. Dia
berhasil menjadi juara 1 dalam LKTI tingkat FT UNNES dengan mempresentasikan
idenya mengenai E-UMKM.
Saya rasa Sipatrion
dan E-UMKM tidak jauh berbeda dalam konsep umumnya. Tapi Iswara berhasil
mengalahkan ide mengenai teknologi implementasi dari temen-temen finalis LKTI
FT yang lain. Jadi, apakan (teknik) komunikasi itu adalah kuncinya?
Wallahu a'lam. Yang terpenting adalah habiskan jatah gagalmu
sedini mungkin.




0 komentar:
Posting Komentar