Menurut saya, pernikahan usia dini itu
mempunyai sisi positif maupun sisi negatifnya, tergantung bagaimana kita
menyikapinya. Dilihat dari perspektif sosial, pernikahan dini akan
menghindarkan diri dari seks bebas dan memicu diri untuk lebih cepat mandiri. Namun begitu
menurut saya, sisi negatif pernikahan dini lebih banyak diantaranya : dari sisi
kesehatan, ada beberapa pandangan yang menyebutkan meski perempuan sudah
mengalami haid namun organ reproduksi wanita belum sepenuhnya benar-benar siap, bahkan
dalam beberapa kasus tingginya AKI (Angka Kematian Ibu Melahirkan) dan AKB
(Angka Kematian Bayi) disebabkan oleh karena pernikahan dini. Dari sisi pendidikan, akan lebih susah untuk
tetap bersekolah ke jenjang yang setinggi-tingginya jika sudah disibukkan
dengan urusan rumah tangga, padahal pendidikan merupakan salah satu aspek untuk
meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik. Dilihat dari sisi psikologi, pernikahan
dini dipandang dapat mengurangi keharmonisan keluarga mengingat emosi yang
masih labil dan jika ada pertengkaran susah untuk salah satu dari pasangan
tersebut mengalah.
Solusi yang seharusnya dilakukan bagi
yang sudah melakukan pernikahan dini yaitu diantaranya:
pendidikan mengenai pentingnya kesehatan reproduksi, serta yang paling penting
mereka harus benar-benar bisa dirangkul dalam segi untuk bisa mencukupi
kebutuhan perekonomian mereka, dalam hal ini cara yang bisa dilakukan adalah
dengan memberikan pelatihan atau ketrampilan yang dibutuhkan oleh masyarakat
luas diantaranya ketrampilan menjahit, membuat kue atapun catering, serta
kerajinan skala kecil yang bisa produktif secara berkelanjutan untuk menopang
perekonomian mereka.
Tidak dapat dipungkiri meskipun pendidikan dapat membuat seseorang bekerja
diperusahaan-perusahan besar namun disisi lain industri kecil atau UMKM juga dapat
mempengaruhi tingkat pertumbuhan perekonomian suatu bangsa.
Selanjutnya bagi yang belum melakukan
pernikahan dini bisa kita antisipasi dengan berbagai tindakan preventif
diantaranya : memberikan motivasi betapa pentingnya pendidikan, salah satu
contohnya kita sebagai mahasiswa harus bisa memvisualisasikan diri dengan baik
bahwa kita adalah generasi penerus bangsa yang siap menjadi pemimpin di masa
depan nanti sehingga muncul sosok inspirasi bagi warga desa yang belum
melakukan pernikahan dini untuk menunda niatan tersebut supaya bisa lebih
berfokus menjenjang pendidikan yang setinggi-tingginya. Selanjutnya kita juga
wajib mengarahkan pemuda untuk mengejar hobby mereka yang dalam lingkup
kegiatan positif karena dengan menyibukkan pemuda menggeluti hobby mereka tak
jarang hal itu bisa menghindarkan diri dari berbagai kegiatan negatif,
kenakalan remaja atau bahkan bisa membuka peluang untuk membuka lapangan
pekerjaan berdasarkan hobby mereka serta membawa mereka menuju gerbang kesuksesan.
Dalam prosesnya supaya hal tersebut bisa
berjalan secara maksimal dan kontinuitas dibutuhkan partisipasi aktif dari LSM
terkait, tokoh masyarakat setempat yang berpengaruh untuk bisa meyakinkan warga
setempat dan dinas terkait yang punya kewenangan dan keahlian sesuai yang
dibutuhkan masyarakat. Melalui program PKM juga mahasiswa bisa berperan disini
karena progam yang disusun sudah direview kebermanfaatannya serta bisa mendapat
bantuan pendanaan dari Dikti.
Pendidikan karakter merupakan salah satu hal
yang paling penting untuk menjadi benteng bagi segala permasalahan yang
dihadapi. Dengan pendidikan bisa mengubah yang tidak bisa menjadi bisa,
mengubah ilmu menjadi ketrampilan, mengubah masalah menjadi solusi. Setiap
pemuda harus punya daya juang yang tinggi bagi setiap permasalahan yang
dimiliki. Kuncinya adalah kepedulian dan partisipasi aktif yang dimulai dari diri
sendiri kemudian menyebarkan virus-virus kebermanfaatan ke banyak orang di
sekitar kita.



0 komentar:
Posting Komentar