RSS
Facebook
Twitter

Sabtu, 15 November 2014


Jakarta, ya inilah kota kelahiranku, meski bisa dibilang saya hanya ‘numpang’ lahir disini tapi tetap kota ini ada dalam darahku. Maka, malam itu ketika melihat pengumuman bahwa karya tulisku lolos 15 besar nasional Lomba Karya Tulis Keselamatan Jalan oleh Kementrian Perhubungan untuk dipresentasikan di Jakarta menjadi antusias tersendiri bagiku untuk kembali menginjak tanah kelahiranku.

Alhamdulillah, nikmat yang luar biasa saat kesekian kalinya ini saya bisa presentasi karya tulis di depan juri yang ahli di bidangnya. Hebatnya acara ini bahwa setiap finalis sudah di emailkan tiket pesawat pulang pergi. Tak tanggung-tanggung pesawat yang dipesankan adalah garuda Indonesia, salah satu maskapai terbaik yang ada di Indonesia menurutku yang dimliki salah satu tokoh idola saya yaitu Choirul Tanjung.

Oke singkat cerita, hari itu senin tanggal berapa ya, lupa tanggalnya hehe maklum karena terlalu malas, cerita ini baru saya abadikan lewat tulisan sudah lewat sebulan lebih setelah pengalaman mengesankan tersebut. Pagi itu hampir terlambat check-in pesawat karna sempat muter-muter dulu cari pinjeman pointer tapi Alhamdulillah bisa sampai di bandara Ahmad Yani Semarang tepat 1 menit sebelum check-in. Di bandara saya langsung mencari mas Riskhianto dari PTM 2011 yang kebetulan juga diberi kesempatan untuk presentasi seperti saya.

Penerbangan yang luar biasa, selain penerbangannya tepat waktu, maskapai ini mempunyai monitor kecil di depan kursi penumpang, sehingga tak terasa perjalanan kurang lebih 50 menit dari semarang ke Jakarta saya habiskan hanya untuk mengutak-atik isi monitor layar sentuh ini hehe. Seperti kebiasaan sebelumnya, saya pun membawa pulang kantong muntah Garuda Indonesia untuk dijadikan koleksi ataupun kenang-kenangan hehe. 

Sesampainya di Bandara kami sudah di Jemput dan diantarkan ke Hotel, lagi-lagi sudah lupa nama hotelnya hehe. Hotelnya luar biasa mewah dengan desain ala romawi khas italia. Disini jadwalnya sangat padat, kami diberi berbagai materi mengenai keselamatan jalan, pertolongan pertama pada kecelakaan, berbagai macam asuransi dan tentu saja acara utamanya yaitu presentasi karya tulis. Meskipun begitu saya tetap bersyukur karena sejenak saya dapat menikmati kemewahan disini.

Biasanya pada kesempatan sebelumnya saya selalu presentasi berkelompok, namun kali ini harus presentasi sendiri jadilah presentasi kali ini saya akui tidak terlalu bagus, pembawaannya kurang bagus terlalu grogi, ntah apa yang membuat saya seperti ini mungkin belum terbiasa saja untuk presentasi sendiri di depan.

Sebuah pelajaran saya dapat ketika saya berdiskusi dengan Adrian mahasiswa teknik elektro 2012 dari Undip. Dia sangat mahir dan menguasai mengenai hal yang saya tanyakan. Ketika saya tak sengaja menyeletuk “dulu saya dari SMA jadi merasa susah mempelajari ini dan kalau di kelas merasa kalah jika dibandingkan dengan teman-teman yang dari SMK/STM” lalu Adrian menjawab “saya juga dari SMA kok” satu kata yang membuat saya terdiam. Mindset ini ternyata telah menghambat kepercayaan diri saya bahwa jika kita belajar kita pasti bisa menguasai apapun yang kita inginkan. Momen inilah yang hingga detik ini membuat saya lebih bersemangat untuk berkuliah di jurusan Teknik Elektro ini. Memang sebelumnya saya lebih focus ke organisasi, menulis dan jalan-jalan gratis tentunya hehe. Belajar mengenai materi elektro belum menjadi prioritas saya, namun kelemahan saya itu mulai saya lawan sedikit demi sedikit hingga saat ini.

Target awal di event ini memang hanya lolos sebagai finalis, Alhamdulillah meskipun tidak mendapat juara saya sangat bersyukur karena membawa banyak pengalaman berharga disini, disamping mendapat uang saku, blazer, batik, helm dll hal terpenting yang didapat disini yaitu mendapat berbagai pengalaman luar biasa dan mendapat tambahan teman baru lagi di berbagai universitas lain di Indonesia.

Acara terkeren yang pernah saya ikuti, namun begitu setiap perjalanan sebelumnya yang pernah saya lalui tak bisa dikesampingkan bagitu saja karena tetap mempunyai masing-masing cerita yang berkesan. Setiap kebersamaan terlalu berharga untuk disia-siakan. Terima kasih untuk teman-teman dan seluruh panitia duta keselamatan jalan 2014. Sukses selalu.

Training Public Speaking bersama Bang Muclis Anwar

Di Depan Hotel
Pameran Transportasi

Masih Pameran Transportasi - Miniatur Monorel
Finally, Semua Finalis Lomba Karya Tulis Keselamatan Jalan Kementrian Perhubungan 2014 (Riskhianto Unnes, Nusa UIN Jogja, Ilyas UI, Kharis Unsoed, Alif PENS, Dofir UB, Handi Unnes, Adit UIN Makassar, Aan UNY, Adit UNS, Adrian Undip, Febri ITS, Akbar UGM, Dian UGM, Nasir UGM )




0 komentar:

Posting Komentar