RSS
Facebook
Twitter

Rabu, 31 Agustus 2016

Indahnya Gunung Ungaran

Dusun Promasan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal adalah sebuah dusun tertinggal yang terletak di ketinggian 1800 mdpl, di lereng Gunung Ungaran. Dusun Promasan adalah sebuah dusun wisata yang menyuguhkan pemandangan hamparan kebun teh dan kebun kopi, Goa Jepang, dan jalur pendakian menuju puncak Gunung Ungaran.

Namun dibalik berbagai potensi tersebut, Desa Promasan bisa disebut sebagai salah satu desa tertinggal karena disini fasilitas Listrik PLN belum menjangkau dusun ini, sehingga masyarakat menggunakan genset sebagai pembangkit listrik untuk menerangi malam hari di dusun tersebut. Dalam semalam saja, genset tersebut menghabiskan 12 liter bensin dan harga bensin disana mencapai Rp 9.000. Bila ditotal, uang yang warga habiskan untuk menerangi malam mencapai Rp 108.000,-.

Jumlah tersebut menjadi pengeluaran tetap di setiap harinya. Hal ini tentu saja sangat memberatkan warga desa promasan karena penghasilan mereka sebagai buruh tani, teh dan kopi sudah banyak berkurang untuk membeli bahan bakar genset.

Dari berbagai permasalahan tersebut muncullah beberapa relawan-relawan dari berbagai pendaki, pecinta alam dan salah satunya adalah kami yang sedikit membantu program ini melalui kegiatan tahunan dari Kemenristekdikti yaitu Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM).

Tujuan program ini secara umum yaitu untuk membantu pemerintah dalam upaya mewujudkan kehidupan yang adil dan persamaan hak dalam hal permasalahan listrik bagi masyarakat dusun promasan, mengembangkan potensi aliran air yang deras untuk dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Microhidro (PLTMh) untuk pembangunan daerah tertinggal khususnya Dusun Promasan serta membuat masyarakat Dusun Promasan menjadi masyarakat yang mandiri dalam hal menghasilkan energi listrik secara berkelanjutan.

Setelah melalui proses seleksi dari Kemenristekdikti akhirnya proposal kami didanai sebanyak 12,5 juta rupiah, yang ketika cair langsung kami belikan generator senilai 8 juta rupiah. Sisanya kami perbantukan untuk infrastruktur lainnya. Proyek ini bisa dibilang proyek ratusan juta rupiah dari relawan sedangkan yang kami bantu hanya sebagian kecil dana dan tenaga saja.

Dalam pelaksanaannya program ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap prakegiatan yang terdiri dari rapat strategi pelaksanaan, pendekatan kepada masyarakat, bergabung dengan relawan, penggalangan dana bersama relawan, perancangan teknologi, pembelian alat dan bahan serta sosialisasi kepada masyarakat.

Tahap selanjutnya yaitu pelaksanaan kegiatan yang terdiri dari Pembangunan Rancangan PLTMh dan Training berkelanjutan. Tahap terakhir yaitu tahap pasca kegiatan yang terdiri dari evaluasi dan pembuatan laporan akhir. Hasil dari program rancang bangun pembangkit listrik tenaga microhidro di Dusun Promasan, Kabupaten Kendal adalah Pemasangan generator baru, pemasangan MCB listrik 1 Ampere untuk masing-masing rumah warga, penggalian pasir dan batu, pengecoran tiang pipa yang sebelumnya menggunakan balok kayu seadanya, penguatan bendungan di sisi, pelebaran penampungan di depan bendungan yang lebar, penggalangan dana untuk pembelian generator baru sebagai cadangan, turbin pengganti, dan pipa besi pengganti dan yang terakhir listrik dapat mengalir ke 19 rumah warga, 1 masjid, penerangan jalan, dan seluruh penerangan lainnya di Dusun Promasan dengan tegangan 250V. Sehingga dapat menyerupai listrik PLN yang memiliki tegangan 220V.

Alhamdulillah sekarang ini Desa Promasan bisa teraliri listrik dan kabar baiknya bisa menghemat beban listrik yang biasanya pada malam hari menggunakan bensin yang harganya cukup mahal namun sekarang bisa menggunakan pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang hampir tanpa biaya. Hanya membutuhkan biaya perawatan sederhana saja yang perlu rutin dijaga oleh warga setempat.

Adanya listrik ini merupakan salah satu Inovasi Daerah yang tidak hanya membantu warga setempat, namun juga membantu masyarakat para pendaki Gunung Ungaran yang transit di Desa ini untuk sejenak merehat badan. Hal kecil ini adalah sedikir kontribusi kami untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di Indonesia salah satunya dengan membantu penerangan di Desa Promasan ini. Dari mahasiswa untuk Indonesia, karena kami cinta Indonesia.


#GoodNewsFromIndonesia
#InovasiDaerahku
Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

Senin, 15 Agustus 2016


Semarang, 9 Agustus 2016

Hari ini, melalui kegagalan ini, aku kembali disadarkan. Bahwa usaha  sekeras apapun jika takdir berkata tidak, maka tidak ada yang bisa menghalangi kuasaNya.

Aku sadar, diri ini banyak melakukan dosa, tak tau diri, seenaknya sendiri, seolah merasa akan hidup hingga ratusan tahun lagi. Hingga kali ini doa dan usaha kerasku tak terkabulkan kembali.

Atau mungkin aku ini yang kurang bersyukur, karena berada di level ini juga sudah merupakan satu kebanggaan tersendiri.

Namun untuk kedua kalinya setelah kejadian di Banten beberapa bulan lalu. . .,

Tak begitu masalah jika hanya diri ini yang kecewa. Namun kali ini kembali orang lain disekitarku juga ikut kecewa. Hal ini terasa lebih menyiksaku.

Semoga senyum dan keceriaan selalu tampak di wajah kita semua, senantiasa diberi kekuatan dan ketabahan bagi kita semua untuk kita semua untuk senantiasa bersyukur kepadaNya.

Untuk kesekalian kalinya, hamba ingin kembali mencoba untuk lebih meng-hamba, ijinkan hamba untuk kembali mencoba menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Jika memang kegagalan ini merupakan caraNya untuk membuatku semakin mendekat kepadaNya. Ijinkan hambamu ini menerima lebih banyak kegagalan lagi sampai Engkau yakin hambamu ini benar-benar siap untuk menerima keberhasilan.

Kamis, 11 Agustus 2016

Sebagai mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kepenilitian kami sangat suka mengikuti event LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah) baik yang diselenggarakan pemerintahan maupun organisasi kampus.

Selasa, 09 Agustus 2016

Narescamp atau National Research Camp merupakan sebuah kompetisi penelitian berbasis pengabdian mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan oleh UKM Penelitian Universitas Negeri Semarang. Tahun ini, Narescamp sudah memasuki penyelenggaraannya di tahun ke-3.

Penyelenggaraan Narescamp pada tahun 2016 ini berlokasi di Dusun Pabelan, Kota Magelang, Jawa Tengah. Narescamp ini berbeda dengan beberapa kompetisi tingkat mahasiswa lainnya, perbedaan ini lah yang membuatmu yang masih aktif sebagai mahasiswa harus mencoba mengikuti kompetisi ini, apa saja itu, kita simak 7 alasan kenapa kamu harus ikut narescamp:

1. Mengaplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi Langsung ke masyarakat.

Kuliah tak hanya tentang duduk dan mendengarkan dosen saja. Belajar di kampus lain, dari orang lain dan mengaplikasikan ilmu yang kita miliki di masyarakat juga merupakan sebuah pelajaran yang tak kalah berharga dari sekadar duduk di bangku perkuliahan. Di Narescamp kamu akan merasakan bagaimana membaur di masyarakat, bersosialisasi, makan bersama, atau bahkan menginap bersama masyarakat sehingga bisa merasakan dan menemukan keluarga kedua di Desa Narescamp ini. 

     
    Gambar 1. Pendidikan Karakter Melalui Media Boneka Tangan
    2. Idemu tidak hanya berhenti di tulisan, tapi bisa langsung teraplikasikan untuk masyarakat.


    Ketika lomba untuk mahasiswa semacam lomba Essay, LKTI dan sebagainya membuat tulisanmu berhenti di hadapan dewan juri. Di Narescamp ini, selain presentasi di depan dewan juri, idemu juga bisa langsung teraplikasikan langsung ke masyarakat. Karena proposal penelitian, pendidikan atau pengabdian yang kamu tulis nantinya harus teraplikasikan di masyarakan dalam 1 hari bersama 10 finalis lainnya. Seperti membuat pelatihan pembuatan sirup terong belanda, pelatihan hidup bersih dan sehat bagi warga setempat atau memberikan pendidikan karakter bagi siswa SD setempat. Maka dari itu, idemu tak hanya berhenti di lembaran kertas, namun bisa langsung terwujudkan ke masyarakat yang harapannya bisa langsung memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
     
    Gambar 2. Pelatihan Pembuatan Souenir dari Serbuk Teh
    3. Menikmati Wisata Budaya Candi Borobudur yang Telah Mendunia.

    Siapa yang tak kenal Candi Borobudur, salah satu candi warisan dunia yang dalam pemugarannya banyak mendapat bantuan dari UNESCO ini pernah menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia. Candi ini terkenal juga dengan salah satu mitos yang menyebutkan jika kamu bisa memegang tangan patung budha yang sedang bertapa maka keinginanmu bisa terkabul.

    Selain itu, di Desa Pabelan ini kamu bisa bernostalgia dengan film Ketika Cinta Bertasbih 2 karena di Pesantren Desa Pabelan ini merupakan salah satu lokasi syuting film ini. Di pesantren ini santrinya berasal dari berbagai kota di jawa tengah yang bisa kamu jadikan sebagai objek untuk mengabdi, meneliti atau mendidik disini.
    Gambar 3. Kemagahan Candi Borobudur
    4. Raih kesempatan memenangkan hadiah jutaan rupiah, menambah CV dan batu loncatan untuk mengikuti konferensi.

    Dengan mengikuti Narescamp ini, banyak pengalaman yang akan kamu dapatkan seperti memenangkan hadiah jutaan rupiah yang bisa menambah uang jajanmu. Menambah CV yang akan sangat bermanaat untuk masa depanmu serta yang paling spesial yaitu ide yang kamu aplikasikan di Narescamp hasil Mini Penelitian, Pendidikan atau Pengabdian yang telah kamu aplikasikan di desa tersebut bisa kamu submit ulang ke konferensi atau bahkan dijurnalkan. Maka dengan ini kamu akan naik level dari menjadi mahasiswa biasa-biasa saja menjadi mahasiswa luar biasa.
    Gambar 4. Penganugerahan Peneliti dan Pengabdi Terbaik

    5. Tak perlu mencari banyak rujukan ilmiah dan membaca ratusan jurnal ilmiah. Di Narescamp ide paling aplikatif untuk masyarakatlah yang biasanya lolos menjadi finalis.

    Mencari rujukan mengenai pengembangan ide untuk masyarakat memanglah penting. Namun di Narescamp yang benar-benar perlu kamu pahami adalah mengenai permasalahan yang ada di desa yang ditunjuk serta apa solusi yang paling tepat untuk desa tersebut. Makanya kamu harus benar-benar paham mengenai desa yang ditunjuk melalui video teaser di youtube yang telah dibuat panitia ataupun penjabaran keterangan desa yang telah ditulis di panduan peserta. Karena sehebat apapun ide yang kamu tulis apabila tidak realistis untuk diwujudkan atau tidak sesuai dengan apa yang diperlukan oleh warga sekitar maka idemu akan menjadi sia-sia belaka.
     
    Gambar 5. Pelatihan Pembuatan Souenir dari Jerami

    6. Berkenalan dengan kawan-kawan dari Universitas lain serta bisa berlatih mendekatkan diri dengan masyarakat desa.

    Sudah menjadi hal yang umum dan wajar ketika mengikuti kompetisi mahasiswa tingkat nasional menjadikanmu bertemu dengan kawan-kawan sepemikiran dari berbagai Universitas lain. Akan bisa menjadi pengalaman yang luar biasa karena sudah bisa dipastikan hanya mahasiswa yang hebat dan peduli dengan perkembangan masyarakat desa lah yang ada di Narescamp ini.

    Selain itu, dengan mengaplikasikan idemu langsung ke masyarakat akan mengasah kemampuan kita bersosialisasi dengan masyarakat dan beradaptasi dengan lingkungan baru.
    Gambar 6. Seluruh finalis Narescamp 2015 dari UNNES, UNDIP, IPB, UNY, UNAIR dan UIN MALIKI MALANG
      
    7. Mengetahui Potensi Desa Pabelan yang Punya Banyak Hasil Kerajinan Tangan yang Mendunia.

    Desa kecil di daerah kawasan Candi Borobudur ini merupakan salah satu desa yang menyimpan berbagai potensi yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Diantaranya banyak pengrajin bambu, gasingan, pengrajin patung, sapu rayung, banyak anak-anak, karang taruna serta orang tua yang senantiasa membutuhkan ilmu-ilmu baru dari para mahasiswa terbaik Indonesia. Selain itu, warga yang sangat ramah dan baik terhadadap pendatang menjadikan salah satu alasan bagi kami untuk memilih Desa Pabelan menjadi lokasi pelaksanaan Narescamp 2016

    So, buat kamu yang merasa berhutang tengan rakyat Indonesia (Karena biaya pendidikan kita sebagian besar di subsidi oleh masyarakat dari pajak yang dialokasikan untuk dana penidikan) dan peduli dengan perkembangan masyarakat desa buruan kirimkan ide terbaikmu untuk menjadi solusi. Panduan dan formulir Narescamp 2016 bisa diunduh di narescamp(dot)ukmpunnes(dot)com.   

    Minggu, 07 Agustus 2016

    Yuk Jadi Agen Perubahan


    Gambar ini awalnya bernada negatif, kemudian muncul sebuah inisiatif untuk sedikit melakukan perubahan hingga terlihat seperti yang ada di gambar.

    Kata iya awalnya tidak, kata cepet awalnya susah, kata gampang awalnya susah, kata lancar awal seret.

    Bagaimana hasilnya? Jauh lebih baik bukan?

    Dari perubahan tersebut, ada 3 hal yang bisa kita pelajari yaitu:
    1. The Power of Inovation
      • Dengan melakukan inovasi, meskipun sepele, hal itu bisa memberikan banyak perubahan dan menunjukkan ‘siapa’ dirimu sebenarnya. Dari yang awalnya jelek menjadi baik, dari yang awalnya baik menjadi lebih  baik dan begitu seterusnya.
    2. Berfikir positif
      • Tulisan yang sebelumnya bernada negatif bisa berubah menjadi positif dengan beberapa perubahan kata. Nah dari perubahan ini, kita lebih bisa melihat sesuatu dengan cara positif. Dari yang sebelumnya gambar tersebut bernada ancaman, kini berubah menjadi kata doa? Bukankah kata positif seperti ini lebih baik.
    3. Lingkunganmu mempengaruhi dirimu
      • Seorang peneliti dari jepang pernah meneliti bahwa kondisi air (termasuk air di dalam tubuh) berpengaruh dengan ‘tulisan’ yang ada dilingkungan sekitar. Kotak air yang diberi tulisan bernada negatif cenderung lebih cepat keruh dibanding air yang ditempeli tulisan bernada positif. Begitupun dengan gambar ini, dengan mengubah lingkungan kita menjadi lebih positif maka lingkungan kita ini akan kita rasakan perubahannya menjadi lebih mententramkan.


    Maka dari itu, siapkah kita untuk melakukan perubahan-perubahan lainnya? Untuk perbaikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

    Kejahatan merajalela bukan karena banyaknya orang jahat. Namun karena banyaknya orang baik yang diam dan mendiamkan” –Anies Baswedan–

    #AkuSiap

    #JadiAgenPerubahan