Buku yang tidak hanya menceritakan opini
namun berdasarkan pengalaman langsung dari Pandji Pragiwaksono sebagai penulis
yang telah berkeliling di beberapa tempat dan berdiskusi dengan beberapa tokoh
penting di Indonesia sehingga melalui tulisan inilah akan dibuka beberapa aksi
nyata begitu cintanya Pandji terhadap bangsa Indonesia. Pada masing-masing bab
juga diberikan tantangan aksi yang bisa
kita lakukan untuk meningkatkan Nasional.is.me kita. Salah satu buku yang
wajib di baca buat kalian yang ngaku cinta Indonesia.
Menciptakan perubahan adalah salah satu
poin penting dalam buku ini. Meskipun begitu dalam penjabarannya begitu meluas
diantaranya mengenai kenali Indonesiamu,
temukan passion-mu, berkaryalah untuk masa depan bangsamu dan masih banyak
lainnya.
Namun secara pribadi beberapa poin tulisan
yang cukup membuka pikiran saya diantaranya mengenai maraknya perbedaan yang
terjadi diantara kita (red : suku bangsa Indonesia), masalah utamanya adalah
ego dari masing-masing kelompok yang terlalu tinggi, terlalu membanggakan atau
meninggikan kelompoknya dibanding yang lain dan masih banyak lainnya. Padahal
kita semua satu, dalam payung besar bernama Indonesia. Memang hampir mustahil
menyatukan 17.000 lebih kepulauan yang ada di Indonesia ini. Namun bagaimanapun
juga, ini lah Indonesia yang harus kita jaga. Salah satu solusinya adalah
dengan ‘memahami’ satu sama lainnya.
Ah, mungkin pemuda sekarang terlalu egois untuk bisa memahami perbedaan ini. .
.
Buku ini juga menyorot apatisnya pemuda
kita terhadap dunia politik. Dan Panji memberikan solusinya dalam buku ini.
Solusinya akan saya analogikan dengan bahasa saya sendiri, bagi yang ingin
mengetahui analogi dari Panji silakan baca buku Nasional.is.me :).
Dulu saya juga apatis terhadap politik,
namun berawal dari ajakan seorang kawan dekat untuk bergabung menjadi
fungsionaris BEM KM UNNES 2015 sedikit banyak merubah pikiran saya. Bagi saya yang termasuk awam terhadap dunia
politik kampus, awalnya saya bersedia diajak bergabung dikarenakan alasan yang
sederhana karena bagian saya disini hanya di bagian media sebagai salah satu
tempat menyalurkan minat saya.
Beberapa kawan memang kurang setuju dengan
tindakan ‘Demonstrasi’ yang sering dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa
secara khusus karena dituding sebagai sarana ‘aksi pamer’ saja dan bukan
merupakan ‘aksi solutif’. Mereka
lebih memilih membanggakan aksi nyata mereka dengan melakukan penggalangan
dana, donor darah, pengabdian masyarakat dan lain sebagainya. Itu memang salah
satu hal yang bagus karena saya juga
melakukan 2 dari 3 aksi tersebut. Hal yang kurang saya mengerti adalah
kenapa mereka harus meremehkan mahasiswa yang berdemo? Bukankah lebih baik
apabila kita berkolaborasi di bidang kita masing-masing?
Pada poin ini kata ‘memahami’ sangat penting untuk kembali digunakan mengingat bangsa
ini melandaskan Bhinneka Tunggal Ika sebagai
semangat persatuannya.
Untuk memahami itu, oke mari kita pahami
kenapa demo itu penting. Mungkin aksi-aksi otodidak yang terus dilakukan bisa
langsung membuahkan aksi nyata namun dampaknya akan berbeda jika kita melakukan
demo dan dialog langsung dengan pemimpin kebijakan. Karena pemimpin kebijakan tersebutlah yang bisa mendatangkan dampak yang
begitu besar terhadap masyarakat. Diantaranya penggusuran rumah warga,
pembangunan pabrik semen, pembuatan toko modern yang mematikan toko tradisional
dan lain sebagainya.
Pemimpin kebijakan harus terus dipantau,
dikritik dan diluruskan apabila kebijakannya semakin melenceng. Semakin kita tidak peduli terhadap politik
maka kita akan semakin dibodoh-bodohi oleh oleh kebijakan pemimpin yang
mendzalimi kita. Untuk itulah kita harus peduli terhadap politik. Dimulai dari
membaca dan melihat berita-berita
politik yang netral dari segala kepentingan.
Pada akhir review tulisan ini saya tutup
dari salah satu quote yang ada di buku Nasional.is.me yang bunyinya:
Hanya ada 2 jenis anak muda di dunia, Mereka yang menuntut perubahan, Mereka yang menciptakan perubahan, Silakan pilih perjuanganmu.
Bagi yang tidak mempunyai bukunya, Mas Pandji baik banget mau membagikan ebooknya secara gratis yang bisa diunduh DISINI




0 komentar:
Posting Komentar