RSS
Facebook
Twitter

Jumat, 17 Maret 2017



Latar Belakang
Awalnya tulisan untuk lomba ini sebenernya mau dikirim untuk LKTI Kemenhub yang pernah ku rasakan tahun 2014 lalu. Waktu itu berhasil menjadi finalis 15 besar dan menerima berbagai fasilitas luar biasa yang bikin ketagihan untuk ikut lagi. Namun ketika lomba itu dibuka lagi pada sekitar oktober 2016, ternyata deadline tak sanggup terkejar hingga akhirnya karya ini sempat menganggur di laptop selama beberapa bulan.

Foto-foto Kontingen Unnes selepas Malam Keakraban

Harapan kembali muncul untuk kembali merasakan sensasi mengikuti lomba ketika Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal menyelenggarakan LKTI serupa dengan yang diadakan kemenhub, baik berupa tema dan konsepnya kurang lebih sama. Walau tau sensasinya tak akan sama ketika mengikuti LKTI Kemenhub namun tak ada salahnya mencoba, tak ada salahnya kembali mengurangi jatah gagal selagi masih muda. Alhasil terkirimlah karya lama tersebut dengan mengajak seorang partner yaitu eko.

Alasan untuk kembali menunda skripsi
Sudah berada di semester langit memang rasanya beda ketika masih berada di semester normal dulu. Dulu rasanya siap melakukan apapun dan siap mengorbankan apapun demi mencapai ambisi yang diinginkan. Namun sekarang sudah berbeda, skripsi harus menjadi prioritas, meski ada skala prioritas lain yang harus di perjuangkan. Kurang lebih 2 minggu dari pra hingga pasca acara LKTI PKTJ skripsi menjadi tertunda.

Lucu, Kami 2 kali Presentasi
Selain karya kelompok kami (bersama eko) yang lolos. Dulu sempat iseng mengirim abstrak lain dengan tim lain juga. Namun karena tim kedua bersama panji dan Faizal ini saling sibuk sendiri alhasil full paper tidak jadi terkirim. Namun, karena mungkin abstrak kami menarik atau panitia memang berbaik hati kepada kami, karya kedua kami yang hanya berupa abstrak berhasil masuk dan lolos menjadi finalis. Benar-benar kejadian lucu. Karena panji sedang ke garut mengerjakan projek, akhirnya kami tinggal. Dan faizal juga lolos dengan tim lain. Alhasil saya dan Faizal memantapkan hati untuk mempresentasikan 2 karya, sekali lagi ini benar-benar lucu! :D

Dan Terjadi Lagi. . .
Tercatat berarti ini kedua kalinya ketinggalan kereta wkwkwk. Kali ini terlambat 3 menit dari jadwal yang ditentukan yaitu pukul 16.30 WIB. Akhirnya 50 ribu melayang begitu saja. Kecewa? Hanya sedikit sih. Karena dalam perjalanan pulang kembali ke Unnes banyak hikmah yang ditemui, Alhamdulillah. Akhirnya kembali lagi sebelum subuh berangkat ke stasiun untuk mengejar kereta pukul 5 pagi dan kali ini Alhamdulillah bisa dapat tiket langsung dan berangkat hingga sampai tanpa kurang suatu apapun.

Iklim Perkulian PKTJ
Kampus ini adalah kampus kedianasan dengan pendidikan kedisiplinan ekstra ketat. Bangun pagi, olahraga, sarapan bersama, jalan harus selalu berbaris dan masih banyak aturan lainnya yang membuatku sedikit merindukan masa SMA ketika dulu merasakan iklim serupa ketika 3 tahun menjadi bagian dari organisasi Patroli Keamanan Sekolah (PKS) SMA 1 Demak. Pendidikan mental yang saya dapat tersebut sangat berguna untuk menghadapi kehidupan yang keras saat ini terutama menghadapi dosen yang keras, pegawai kampus yang super jutek atau sok berkedudukan dan lain sebagainya sehingga rasanya sudah kebal dengan berbagai macam siksaan seperti ini. Kembali ke kampus ini, uniknya disini para junior benar-benar menghormati para senior mereka hingga mungkin kalau disuruh melakukan apapun asal masih batas wajar pasti akan dilakukan. Salut!

Panitia yang kece
Dalam beberapa kali kesempatan mengikuti LKTI, salah satu factor yang membuat LKTI tersebut berkesan adalah faktor panitianya yang mau memberikan yang terbaik untuk pesertanya. Dan LKTI PKTJ ini salah satu yang berkesan karena panitia benar-benar menghormati, mau membantu dan yang terpenting mau membaur dengan peserta. Dalam penyelenggaraannya yang pertama ini, termasuk keren menurut saya.
All Finalis of LKTI PKTJ 2017

Taman Wisata Guci
Sebelumnya sudah punya rencana untuk merasakan air panas disini. Namun karena kami makan terlalu lama sehingga tak ada waktu untuk kembali mengambil pakaian ganti yang telah dipersiapkan. Alhasil hanya bisa merasakan air panas di tangan dan berfoto di depan air terjun. Ah, mungkin suatu saat bisa kembali kesini dan merasakan kehangatan air panas disini lagi. Ada satu moment ketika memanjat bukit tertinggi di guci celana panjang yang kukenakan sobek dibagian belakang. Alhasil selama perjalanan turun berusaha sebisa mungkin untuk menutupi bagian sobek tersebut wkwkwk dan sepertinya tidak ada yang menyadarinya hingga kembali ke penginapan. Atau mungkin ada yang menyadarinya namun enggan mengungkapkan wkwkw entahlah.

Air Terjun di Guci. Fotonya dari jauh, jadi air terjunya kelihatan kecil
 
Penutup
Dalam acara tersebut sempat kenalan dengan beberapa kawan namun hanya 1 yang masih diingat wkwkw karena sempat tukar nomor dan ngobrol panjang lebar mengenai berapa hal yaitu Nanda dari Universitas Mataram. Seperti biasa ketika mengikuti lomba tak pernah terlalu tinggi untuk berharap mendapat juara karena takut sakit dan kecewa wwkkwk dan hanya bertujuan untuk menikmati fieldtripnya, mempelajari iklim, sifat mahasiswanya, infrastrukturnya, serta mendapat kenalan teman baru lain universitas.

LKTI PKTJ sudah berlalu, Yuk kembali ngerjain skripsi!
Tegal, 27-28 Februari 2017        

0 komentar:

Posting Komentar