RSS
Facebook
Twitter

Senin, 09 Desember 2019

Bus Malam


Buat saya pribadi, transportasi umum paling idaman untuk seorang yang sering sekali ketinggalan kereta perantau ulung seperti saya adalah bus umum AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) jurusan Surabaya - Semarang.

Kelebihannya tentu karena tingkat fleksibelitasnya yang tinggi, sehingga kita bisa naik dan turun di mana saja. Sangat cocok untuk saya yang berasal dari Kabupaten Demak. Sebuah kota yang lokasinya cukup jauh dari stasiun apalagi bandara.

Jumat, 25 Oktober 2019

Terjebak Birokrasi


Aku ingin, mendapat pekerjaan yang membuatku berkecukupan. Hingga aku tak perlu mempertimbangkan saran orang lain bahwa untuk bisa aman secara finansial harus punya 2-3 sumber penghasilan.

Selasa, 22 Oktober 2019


Selalu ada alasan dibalik alasan. Termasuk saat ini Allah belum memberi amanah terhadapku untuk memimpin sebuah keluarga.

Kamis, 17 Oktober 2019

Bahagia Dengan Diri Sendiri


Belakangan aku sedang merasa tak bahagia karena sesorang yang ku harapkan bisa memberi kebahagian ternyata tak memberi imbal balik atas usaha ku membahagiakannya.

Aku sadar, ini sudah sangat tidak sehat dan ku rasa inilah waktu yang tepat untuk me re-definisikan arti kebahagiaan itu sendiri.

Mulai sekarang, aku tidak boleh menggantungkan kebahagiaan ku berdasarkan apa yang orang lain lakukan kepadaku.

Aku harus menciptakan cara bahagia sendiri.

Tidak dengan perbuatan seperti yang tertulis di buku-buku motivasi tapi aku harus menciptakan bahagiaku mulai dari pikiranku sendiri.

Ku rasa ini waktu yang tepat untuk mengubah prinsip sebelumnya yaitu dengan membahagiakan orang lain akan mebuatmu bahagia. I will not doing that anymore.

But don't worry, I will try to be a nice people. Just that. Without any reason.

Jadi, bagaimana pikiranku bisa menemukan bahagia?

Setelah kurang lebih 5 jam berfikir :
Aku takkan mengganggumu lagi seperti dulu, tapi bolehkah aku meminjam keberadaanmu masuk ke dalam pikiranku?

Tentang Mewujudkan Impian Orang Lain


2 Mei 2016, untuk beberapa alasan menjadi salah satu hari yang takkan pernah bisa ku lupa. Pun aku yakin juga takkan dilupakan oleh berapa sahabat UKMP yang kala itu membulatkan tekad untuk bersama-sama menuju puncak gunung ungaran.

Bukan tergolong gunung yang susah, pun juga tak bisa dibilang mudah untuk ditaklukkan. Bukan menaklukkan gunungnya ya, tapi muncak adalah tentang menaklukkan ego supaya bisa bersama menuju puncak tertinggi.

6 jam melalui jalan setapak. Satu hal yang mungkin menjadi momok bagi kami yang 80% bahkan sama sekali belum pernah mendaki gunung manapun.

Pun bagi saya yang hanya bermodal pernah sekali kesini sebelumnya, saat itu membulatkan tekad untuk kembali kemari unthk mengejar terbitnya matahari dari tempat terbaik di semarang ini.

Lebih dari itu, nekad adalah kata yang paling tepat untuk digambarkan saat itu, karena kali ini peran yang berbeda yang harus saya pikul, yaitu sebagai penanggungjawab rombongan. Memangnya saya bisa apa?

Saat itu, saya hanya bermodal percaya kepada teman-teman bahwa kita bisa melalui ujian ini dengan baik tanpa merusak alam, tanpa melanggar perintah Nya dan tentu dengan ijin Nya.

Hari itu, adalah satu hal paling gila yang pernah kita lakukan, yang saya pikirkan saat itu hanyalah keselamatan teman-teman.

Tak perlu digambarkan betapa amatir nya kita saat itu, peralatan dan persiapan yang sangat seadanya benar-benar menjadi penghambat dalam perjalanan kali ini.

Namun, pada akhirnya kita berhasil melaluinya. Bahkan saya tak mendengar salah seorang dari kita yang mengeluh selama perjalanan.

Hal yang bisa dipelajari dari perjalanan kali ini adalah ketika kita baik ke alam maka sebaliknya alam akan ramah ke kita, kemudian muncak adalah tentang kebersamaan menuju puncak, mungkin beberapa ada yang bisa berjalan lebih cepat, namun takkan ada artinya jika salah satu dari kita ada yang tertinggal.

Akhirnya, bolehkah saya mengklaim bahwa hari itu saya telah membantu mewujudkan salah satu impian kalian? Dan hari itu juga menjadi salah satu hari yang tak kan bisa kalian lupakan?

Jumat, 21 Juni 2019

Kenapa Harus Ada Hatespeech?


Dalam membuat judul tulisan ini, saya berfikir cukup keras hingga akhirnya menemukan kata yang menurut saya paling tepat.

Pertimbangannya adalah saya ingin mulai menjadi baik. Baik dalam perbuatan, lisan dan tulisan. Maka dari itu, sebisa mungkin melalui tulisan ini saya ingin membahas kata yang negatif ini namun dengan sudut pandang yang positif. Paham tidak maksud pernyataan saya ini?

Rabu, 12 Juni 2019

Mulai Nulis Aja Dulu


Quote Menulis

Halo kawan. Sudah lama sekali nih ya saya berhenti menulis disini karena satu dan lain hal.

Berbicara mengenai menulis, aktivitas ini adalah satu dari beberapa hal yang membuatku diakui oleh beberapa kawan. 
Kebetulan dulu pernah beberapa kali iseng menulis dan beberapa diantaranya bisa diakui dengan menjadi juara atau ada juga yang dibukukan.

Atas dasar itu, saya ingin meminta maaf dan berterima kasih kepadanya. Caranya? Saya ingin kembali menulis disini, Mohon doanya ya kawan semoga bisa konsisten menulis lagi.

Nah kebetulan salah satu komika favorit ku yaitu bang Fico Fahriza lagi mulai kampanya #Shst : satu hari satu tulisan. Berangkat dari situlah saya merasa terpanggil untuk bergabung dengan kampanyenya bang Fico ini.

Tak jauh berbeda dari bang Fico ini yang ingin membuat gerakan perlawanan terhadap banyak tulisan sekarang yang justru saling menjatuhkan. Saya juga ingin demikian, menulis untuk menyebarkan kebaikan, kalau bisa.

Namun, disini mungkin saya hanya akan berbagi tulisan mengenai pemikiran, isi kepala atau ide mengenai hal yang saya cermati.

Untuk tulisan yang bermanfaat, kawan-kawan bisa mengunjungi handisuryawinata.wordpress.com

Saya rasa disitu sedikit lebih bermakna tulisannya. Namun masih terbatas di ruang lingkup electrical dan engineering.

Akhir kata, Terima kasih dan semoga harimu menyenangkan.

Jumat, 08 Maret 2019

Sakit Adalah Ampunan Dosa

Sakit adalah ampunan dosa. Aku tak ingat pasti dari mana aku mendengarnya. Namun sepertinya aku meyakininya.

Sebagai manusia, kadang aku terlalu ambisius mengejar semua mimpi-mimpiku hingga terkadang memaksa tubuh ini bekerja lebih keras dari biasanya.



Selasa, 08 Januari 2019

Memaksimalkan 24 Jam yang Dimiliki

Setiap manusia di muka bumi ini mempunyai jatah waktu yang sama yaitu 24 jam dalam sehari untuk menjalani hidupnya.



Setiap individu tentu memanfaatkan waktu 24 jam tersebut dengan cara yang berbeda-beda.