RSS
Facebook
Twitter

Kamis, 20 November 2014



Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab kematian terbesar yang ada di Indonesia. Jumlah korban yang begitu besar memberikan dampak berupa kerugian materi dan sosial yang tidak sedikit. Berbagai tindakan preventif hingga perbaikan lalu lintas dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait belum menunjukkan hasil yang sesuai diharapkan.

Berdasarkan data Kepolisian menyebutkan, jumlah kecelakaan di Indonesia pada tahun 2012 terjadi 109.038 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 27.441 orang dengan potensi kerugian sosial ekonomi sekitar Rp 203 triliun per tahun atau 2,9-3,1 % dari pendapatan domestik bruto/PDB Indonesia.[1] Kebanyakan korban meninggal pada saat kecelakaan disebabkan oleh terlambatnya pertolongan pertama medis pada korban kecelakaan. Padahal jika sesaat setelah kecelakaan tenaga medis bisa langsung memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan maka sudah pasti angka kematian pada saat kecelakaan jalan raya bisa ditekan.

Setiap waktu musibah kecelakaan lalu lintas di berbagai lokasi memang susah untuk dihindari, sebagai langkah antisipasi terhadap korban luka agar segera mendapatkan pertolongan pertama, diperlukan suatu sistem yang memungkinkan korban kecelakaan dapat mendapatkan bantuan secepat mungkin sesaat setelah terjadi kecelakaan. Inovasi tersebut adalah Sistem Pandu “Panggilan Darurat” berbasis SOS, Optimalisasi pertolongan pertama pada kecelakaan jalan raya sebagai solusi mengurangi korban meninggal dunia dengan fitur teknologi telepon di mobil untuk tindakan cepat ke bantuan layanan darurat.

Fungsi Sistem Pandu (Panggilan Darurat) ditanam pada sistem yang memiliki integrasi dengan teknologi di bagian mobil sehingga begitu terjadi kecelakaan hebat, Pandu secara otomatis membuat panggilan ke pusat darurat terdekat dan memberikan sinyal lokasi kecelakaan lalu kemudian operator segera mengirimkan bantuan ke tempat kejadian untuk memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan untuk meminimalisir adanya korban meninggal dunia.

Urgensi Sistem Pandu “Panggilan Darurat”
Sistem ini terdiri dari penerima GPS, perangkat sensor, perangkat komunikasi ke pusat operator terdekat dan sambungan antena. Jika pengemudi dengan mobil yang dilengkapi Sistem Pandu “Panggilan Darurat” mengalami kecelakaan, maka sistem secara otomatis menghidupkan sistem SOS dengan menghubungkan telepon ke nomor darurat. Pengemudi atau penumpang bisa berbicara dengan petugas penyelamat dan menjelaskan kondisinya. Selain itu, Sistem Pandu “Panggilan Darurat” meneruskan informasi kepada pusat penerima panggilan darurat tentang waktu kecelakaan, lokasi kecelakaan, jenis kendaraan dan arah kendaraan. Sistem mengenali kecelakaan, jika Airbag terbuka dan mengembang. Tapi pengemudi juga bisa secara manual melakukan telepon darurat dengan Sistem Pandu “Panggilan Darurat” dengan begitu Ambulans bisa datang lebih cepat datang.

Jika terjadi kecelakaan, dengan adanya Sistem Pandu “Panggilan Darurat” ini maka korban bisa lebih cepat ditemukan supaya nyawanya bisa diselamatkan. Jika tim penyelamat bisa tiba tepat waktu pada setiap kecelakaan, maka setiap tahun akan lebih banyaj nyawa lagi yang bisa diselamatkan di Indonesia. Sepertinya tidak ada kerugian yang ditimbulkan dengan diterapkannya Sistem Pandu “Panggilan Darurat” ini. Biayanya pemasangannya juga tidak terlalu mahal, cukup seharga pemasangan GPS biasa dengan sedikit tambahan sistem komunikasi untuk menghubungkan ke sistem operator terdekat.

Diagram Sistem Pandu “Panggilan Darurat”
Untuk dapat bekerja dengan baik, Sistem Pandu “Panggilan Darurat” terdiri dari beberapa bagian sistem yaitu Sistem Pandu (Panggilan Darurat) pada kendaraan, pendeteksian lokasi sumber SOS, pusat sistem panggilan darurat dan pertolongan secepatnya.

Gambar 1. Diagram Sistem Pandu “Panggilan Darurat”

Sabtu, 15 November 2014


Jakarta, ya inilah kota kelahiranku, meski bisa dibilang saya hanya ‘numpang’ lahir disini tapi tetap kota ini ada dalam darahku. Maka, malam itu ketika melihat pengumuman bahwa karya tulisku lolos 15 besar nasional Lomba Karya Tulis Keselamatan Jalan oleh Kementrian Perhubungan untuk dipresentasikan di Jakarta menjadi antusias tersendiri bagiku untuk kembali menginjak tanah kelahiranku.

Senin, 04 Agustus 2014



Awal perjalanan kami (Handi, Budi, Wahyudi) diawali ketika kami mencoba mengirim karya tulis ke Universitas Hasanuddin untuk mengikuti sebuah lomba karya tulis kemaritiman di universitas tersebut. Singkat cerita karya kami berhasil masuk nominasi menjadi 12 karya terbaik dan diundang serta berhak untuk mempresentasikan hasil karya kami disana. Alhamdulillah, kami pun langsung mengajukan proposal permohonan dana pendelegasian ke universitas agar bisa berangkat ke Makassar. Setelah negosisasi panjang akhirnya universitas mau membiayai kami bertiga sebesar 4 juta rupiah.
Selasa, 17 Juni 2014
Malam yang begitu indah, harapan dan impian untuk merasakan bagaimana sensasi naik pesawat terbang untuk yang pertama kalinya bagi kita akan segera terlaksana esok hari. Secara pribadi masih terselip keraguan, entah kenapa… namun lihatlah… Semangat kami lebih besar! Makassar kami akan segera datang! :D
Pukul 19.30 Wib kami berangkat dari Universitas Negeri Semarang menuju ke stasiun poncol untuk menuju ke Surabaya dahulu. Kami memilih menggunakan kereta ke Surabaya dulu karena tiket ke Surabaya Makassar lebih murah dari pada tiket pesawat dari Semarang ke Makassar.
Tiket di kereta menunjukkan pukul 08.30 WIB tapi sudah 15 menit lebih dari jadwal yang tertera di tiket, keretanya belum datang juga.
Kurang lebih setengah jam dilanda kegalauan menunggu kereta yang tak kunjung datang

Sabtu, 02 Agustus 2014


Future Leader Summit 2014 (Semarang, 16 – 18 Mei 2014)
Awalnya sih nggak terlalu tau info tentang Future Leader Summit ini, waktu itu lagi di Basecamp EneRC nggak sengaja duduk di samping temen yang sangat menginspirasi > Muhammad Wahyudi, thanks brohh… Waktu itu liat dia lagi buka email tentang konfirmasi FLS (Future Leader Summit) itu, nah iseng deh saya cari infonya, ternyata pendaftarannya belum ditutup dan wallaa… 2 hari selanjutnya saya langsung daftar deh…

Selasa, 22 Juli 2014

Recycle Art ITS Expo 2014

Ntah apa yang ingin saya ceritakan pada perjalanan kali ini, yang jelas saya benar-benar kagum ke salah satu Universitas terhebat di Indonesia ini, bersyukur bisa sampai kesini, nggak banyak yang ingin saya ceritakan disini, ntahlah terasa kurang menyenangkan untuk dibahas walaupun pada akhirnya pun bisa saja disebut happy ending lah... :o

Oh iya, perlu dicatat nih, ini pertama kalinya saya naik kereta api :D gratis lagi, keren nggak tuh hehe 

Ntahlah, mungkin ini karena salah satu keburukan sifat saya yang kurang bisa bersyukur, sering tersulut amarah dan bertindak sesuka hati, mohon maaf saya sungguh menyesal sudah bertindak tanpa berfikir panjang saat itu, ah sudahlah saya juga bingung bagaimana cara menghapus penyakit hati yang bisa dibilang masih saya derita ini.

Apapun itu, ITS satu tempat yang luar biasa :)
Saya dibuat kagum dengan sajian ITS Expo yang luar biasa wah-nya, mungkin Unnes bisa mencontoh ITS, dari pada hanya mendatangkan artis secara instan lebih baik membuat acara sekeren ini, maaf saya nggak pandai menggambarkan bagaimana kerennya acara ini, nggak ada gambarnya pula... ntah ini acara bisa keren apa karena memang disokong dana yang wah atau apa, namun satu yang pasti mahasiswa ITS emang kreatif2... totalitas dalam mempersiapkan acara ini.

Kok malah cerita ITS Expo mulu... niat kesini kan buat ikut lomba Recycle Art, bukan 'cuma' jalan2 kan hehe. Jalan2 kan itu cuma bonus, bukan prioritas :) ingeet itu :D
Singkat cerita presentasi bisa dibilang sukses, nggak jelek2 amat lah, dan meskipun belum membuahkan hasil tapi lumayanlah nilainya, masih lebih bagus diantara temen-temen peserta yang lain hehe

ini nih Songelamp Squarepants - Salah satu produk lampu hias buatan kami :D
kalo tertarik liat aja spesifikasinya DISINI
50.000 nego halus deh hehe



Jumat, 18 Juli 2014



Dini hari ini 4 rentetan kegagalan sudah saya terima, sedih memang. . . Namun, Lihat… Dengar… Camkan baik2 hai kegagalan… SAYA NGGAK AKAN BERHENTI BERKARYA! :D


Semester kemarin mungkin saya terlalu sibuk dengan berbagai proyek jalan2 yang memakan banyak waktu saya, pantas saja jika semester ini ip Cuma dapet 3,09. Wajarlah hal yang pantas saya terima karena memang sering bolos kuliah dan jarang belajar, malah sibuk bikin karya, sibuk ngurusin EneRC dan sibuk dengan sederet SPJ LPJ tentunya. Belum puas mungkin dengan apa yang saya capai di semester sebelumnya, tapi yang penting seenggaknya masih ada yang selalu saya dikerjain, enggak Cuma jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang) kaya kamu… iyaaa kamuu :D hahaha. Saya percaya kerja keras yang saya lakukan akan berbuah manis kelak, meski masih kerasa ada satu yang kurang, belum bisa ‘public speaking’ ;( doakan yaa secepatnya harus bisa jadi pribadi yang lebih percaya diri :D aamiin.

Selasa, 15 Juli 2014



Sempatkanlah waktu untuk keluar dari apa yang sudah menjadi kebiasaan kita, pasti ada pelajaran hidup disana. Bukan kita tidak bisa, tapi mungkin karena kita tidak mau.
Banyak cerita dalam hidup, Ini cerita pertamaku yang coba aku tulis. Semoga bisa ada manfaat dan ada hikmah yang bisa diambil.

YANG PENTING ADA NIAT DAN SIAP DATANG.
Terlihat pamflet di beranda facebook serangkain acara metro tv di UGM. Salah satu acara berupa talk show yang menghadirkan banyak tokoh yaitu Mata Najwa. Aku sangat antusias untuk bisa mengikuti walau jauh dari kampus. Teman-temanku juga, banyak dari mereka mendaftar via email untuk bisa menonton.
Singkat cerita, saya mengajak teman yang bisa menjadi partner, setelah Tanya kesana-sini, ada juga yang pengin ikut dan siap menjadi partner (mboncengi), hehe…=D

MIMPI BURUK
Ok, perjalanan dimulai.
08.30 kami langsung berangkat. Ditengah jalan dengan PD saya langsung menunjuk arah kisini dan kisitu. Tak sadar, arah yang dituju kami salah. Ditambah tindakan aku yang memutuskan untuk pindah jalur alternatif. Kaki gunung merbabulah yang ternyata harus kami lalui. Jalan meningkung hingga 77 lebih 0,5derajat dan tanjakan tajam harus dilalui kendaraan kami. Dihatiku berkata, aku sudah pernah ke jogja, kenapa harus nyasar seperti ini?....mulailah tidak percaya kami bisa sampai jogja. Ditambah desa yang dilaui masih saja kabupaten semarang.
Mimpi buruk perjalanan benar-benar terjadi, disaat kendaraan meluncur kebawah, ban dengan PDnya memutuskan mengeluarkan banyak angin. Sudahlah pulang saja kesemarang. Ini pegunungan, sedikit orang yang bisa membetulkan kendaraan.itu yang ada difikiran kami.
Aku bertanya pada ibu yang menggendong anak dengan kain coklat. Naik sedikit lagi kami bisa bertemu dengan tambal ban, hati kecilku bersyukur, ditambah bapak yang tambal ban menerangakan ke jogja tidak lebih dari 1 jam. Kulihat jam di tangan kanan, ternyata jarum kecil menunjuk angka 11 tepat. Alhamdulillah….keoptimisan mulai naik untuk sampai ke GSP UGM.

KAMI KEMBALI OPTIMIS
Kendaraan melaju dengan roda penuh semangat. Masjid menjadi tujuan pertama untuk kami menunaikan ibadah sholat jum’at.
Lanjut… hiruk pikuk jalan utama menuju jagja mulai terasa. Tepat jarum menunjuk angka 1 pada tangan kananku, kami sampai di gerbang utama UGM.
Parkir motor sembarangan, belum makan, tak peduli ngga punya tiket, tergesa-gesa, ngga jadi urusan bagi kami, hehe…. Berdesakan dengan ribuan orang baru kurasakan dimomen seperti ini. Merangsek kedepan itulah yang dimau oleh semua. Sampai pada akhirnya pintu dibuka sebebas bebasnya untuk penonton. Semua saling berebut masuk tanpa peduli siapa kanan siapa kiri. Hampir ke pintu masukutama, aku tidak tahu, ternyata pintu ditutup kembali dan panitia bilang kemungkinan kecil untuk masuk karena ruangan sudah penuh dan acara sudah dimulai. Ah…..haruskah aku sia-sia ke jogja…

INILAH MAHASISWA
Bukan mahasiswa kalau tidak mempunyai semangat yang besar. Kawan UGM banyak yang mempelopori untuk teriak Buka…Buka….Buka…. Tak tahan emosi sampai-sampai pintu menjadi sasaran pendobrakan kami yang sedang menanti sebuah ketidakjelasan. Tak sampai disitu…block note yang sekirnya dibagikan setelah acara, menjadi bahan sasaran. Ya… seperti orang menjarah… semua yang mengantri dibagikan, dilempar kekanan, kekiri, kebelakang. Yang dibelakang melempar kedepan. Oh….mungkin kenakepala sehingga dilempar lagi ke depan, hehe…Bisa dibayangkan block note dengan cover sangat tebal kena kepala…
Antusias Mahasiswa Jogja menyambut Mata Najwa On Stage

Selasa, 10 Juni 2014

Suatu Hal yang Mengubah Hidupku




Saat ini saya menjabat sebagai sekretaris di BSO Engineering Research Club (EneRC) FT UNNES. Dan karena jabatan ‘wah’ yang baru pertama saya terima ini tentu saja banyak merubah gaya hidup, pola pikir dan tanggung jawab saya sebagai seorang aktifis, yang awalnya hanya staff biasa yang tersesat masuk ke BSO Keilmiahan namun sekarang secara tiba-tiba saya tak pernah menyangka bisa menjadi orang nomer 3 terpenting di organisasi ini. Dan berawal dari hal inilah, selanjutnya benar-benar mengubah hidupku. Bangga memang, senang luar biasa saat Dede Sudrajat–ketua saat ini–mempercayakan posisi itu kepada saya.

Minggu, 01 Juni 2014



Temu Ilmiah Mahasiswa Teknik Indonesia 2014 – (23 - 27 April 2014)
banyak cerita menuju malang...
mulai dari bolak balik rektorat ngurus surat tugas yang akhirnya bisa dapet juga, walau dana gak bisa cair sekarang semoga bisa cair nanti…
trus di rektorat ketemu temen lama mbak Siti Mari'ah yg udah setahun lebih gak ketemu mungkin haha.. seneng banget yakin… ngobrol banyaak banget, bukan ngobrol sih, aku yang lebih banyak dengerin doang haha makasih buat motivasi2nya mbak...

trus mampir ke kos Iffan Aulia buat titip surat tugas, ngabsenin + ngeprinin tugas, makasih bnyak broo wkwk
singkat cerita, dengan modal nekat dan duit seadanya kita HARUS berangkat bareng, #EneRCBESAR2014
brangkat ke stasiun poncol keabisan tiket lanjut terminal terboyo, bus ke malang udah abis ternyata, alhamdulillah ketemu calo, ya alhamdulillah ga ada pilihan lain harus via surabaya dulu
brgkat dri terboyo jam 10.30 malem sampe terminal purabaya ( yeee hafal nama terminalnya ) jam 06.30,
yg lain sibuk nyiapin presentasi aku sama mas A-Deth Tya Nugraha malah nyante2 aja haha, padahal dia sendiri yg bilang, gak juara gak pulang, :D
lanjut naik bus lg ke malang, di terminal karna udah kelaperan akhirnya makan diwarung deh, padahal cuma mesen rames + teh anget abis 18 ribu...wahh pemerasan ini :o
kata Muhammad Kaanal Miska malang di kota malang wkwk
dengan sisa semangat yg masih ada, naik angkot dan sampai di gerbang UB udah disambut sama mbak2 berkawat gigi blink2 hehe
UB bener2 wah banget gedungnya keren, tempatnya nyaman luar biasa sepertinya bakal betah banget kalo lama2 disana, itusih versiku haha
trus ga ada yg dicritain disini, pembukaan liat orang ngomong, nari, nyanyi udah, Muhamad Kharis aja sampe ngantuk2 liatnya,
trus liat presentasi, yahh gtu lahh...hehe kayanya optimis nih bisa bawa pulang 3 piala sekaligus
abis presentasi sempet foto2 dulu, neh 7 boyband dari semarang haha


mau pulang dapat wejangan maha dahsyat dari mas kuat, insyaallah saya akan sedikit meniru 'style' anda mas : )

Jumat, 30 Mei 2014

Bismillah. . .



Tiba – tiba kepikiran pengen bikin blog lagi untuk mendokumentasikan perjalanan hidupku yang Alhamdulillah ya. . . Luar Biasa :D

Niatnya sih cuma seng – iseng aja biar ntar kalo udah tua bisa pamer ke anak cucu, nih Handi Suryawinata perjalanan hidupnya kayak gini, kalian harus bisa lebih hebat lagi, hahaha lebay

Saya terlahir sebagai anak pertama dan itu cukup menjadi beban karena saya harus sukses untuk meneruskan perjuangan orang tua saya, maka dari itu segala usaha saya lakukan untuk bisa menemukan jalan menuju kesuksesan tersebut, Aamiin doakan saya yaa hahaha