RSS
Facebook
Twitter

Selasa, 24 Maret 2015

Mahasiswa Unnes yang terdiri dari 2 tim perwakilan delegasi dari Universitas Negeri Semarang meraih juara 2 dan juara harapan 2 LKTIN HIMKI Universitas Tanjungpura Pontianak.

Lomba Bidang Studi Kimia (LBSK) XI 2015 ini merupakan acara tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMKI) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura (UNTAN) yang berisi berbagai rangkaian acara, diantaranya Lomba Bidang Studi Kimia (LBSK) tingkat SMA/MA, Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) tingkat mahasiswa S1/D3, dan Seminar Nasional Kimia.

Minggu, 15 Maret 2015

Setetes Embun di Pelupuk Pagi

Sedikit curhat saja, semenjak musibah yang menimpa saya di bulan Desember 2014 yang lalu sepertinya rasa semangat saya untuk menulis sempat memudar. Apakah sampai disini saja kah rekam jejak kepenulisan saya? Sesuram apakah 2015 ini tanpa menulis? Mungkin saatnya saya berhenti menulis dan kembali fokus ke kuliah :)

Ya, selama ini saya hanya sibuk menulis dan sibuk berorganisasi sehingga tidak terlalu mengedepankan masalah kuliah. Toh selama ini banyak dosen yang beranggapan sekarang sumber ilmu bukanlah dosen melainkan google. Lantas untuk apa saya masuk kuliah? Mending cari hal bermanfaat lain mumpung bisa menikmati segala fasilias selama jadi mahasiswa, menguras uang kemahasiswaan untuk mewujudkan salah satu cita-cita untuk keliling Indonesia. Hahaha pandangan agak sesat yang sebaiknya jangan diikuti oleh kalian-kalian yang belum professional :D

Kita semua punya pilihan, ini adalah pilihan yang saya ambil. Saya merasa sudah tua, sudah seharusnya saya mencari uang untuk membantu kedua orang tua dirumah. Bukan malah menjadi seorang yang egois dengan masih mengejar ‘impian-impian kosong’ ini. Bapak sepertinya sudah mulai lelah bekerja, beliau pernah berujar ikut lomba baguslah sekali-dua kali tapi lebih baik cobalah kuliah sambil bekerja, sudah saatnya kamu mandiri, tapi bagaimanapun juga kuliah harus tetap menjadi prioritasmu. Namun maaf pak, dua hal yang bapak pesankan blum mampu saya laksanakan dengan baik :( saya belum berada dalam level tertinggi itu.

Sabtu, 24 Januari 2015



Surabaya, untuk ke-4 kali nya saya akan berkunjung ke kota ini. Kali ini event yang saya ikuti adalah Airlangga Conference (AICON) 2014 di Unifersitas Airlangga. Bermodal karya yang telah dibuat hampir setahun yang lalu untuk diikutkan dalam PKM GT awal 2014 namun baru kali ini berhasil membawa saya jalan-jalan gratis hehe. 

Kamis, 20 November 2014



Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab kematian terbesar yang ada di Indonesia. Jumlah korban yang begitu besar memberikan dampak berupa kerugian materi dan sosial yang tidak sedikit. Berbagai tindakan preventif hingga perbaikan lalu lintas dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait belum menunjukkan hasil yang sesuai diharapkan.

Berdasarkan data Kepolisian menyebutkan, jumlah kecelakaan di Indonesia pada tahun 2012 terjadi 109.038 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 27.441 orang dengan potensi kerugian sosial ekonomi sekitar Rp 203 triliun per tahun atau 2,9-3,1 % dari pendapatan domestik bruto/PDB Indonesia.[1] Kebanyakan korban meninggal pada saat kecelakaan disebabkan oleh terlambatnya pertolongan pertama medis pada korban kecelakaan. Padahal jika sesaat setelah kecelakaan tenaga medis bisa langsung memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan maka sudah pasti angka kematian pada saat kecelakaan jalan raya bisa ditekan.

Setiap waktu musibah kecelakaan lalu lintas di berbagai lokasi memang susah untuk dihindari, sebagai langkah antisipasi terhadap korban luka agar segera mendapatkan pertolongan pertama, diperlukan suatu sistem yang memungkinkan korban kecelakaan dapat mendapatkan bantuan secepat mungkin sesaat setelah terjadi kecelakaan. Inovasi tersebut adalah Sistem Pandu “Panggilan Darurat” berbasis SOS, Optimalisasi pertolongan pertama pada kecelakaan jalan raya sebagai solusi mengurangi korban meninggal dunia dengan fitur teknologi telepon di mobil untuk tindakan cepat ke bantuan layanan darurat.

Fungsi Sistem Pandu (Panggilan Darurat) ditanam pada sistem yang memiliki integrasi dengan teknologi di bagian mobil sehingga begitu terjadi kecelakaan hebat, Pandu secara otomatis membuat panggilan ke pusat darurat terdekat dan memberikan sinyal lokasi kecelakaan lalu kemudian operator segera mengirimkan bantuan ke tempat kejadian untuk memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan untuk meminimalisir adanya korban meninggal dunia.

Urgensi Sistem Pandu “Panggilan Darurat”
Sistem ini terdiri dari penerima GPS, perangkat sensor, perangkat komunikasi ke pusat operator terdekat dan sambungan antena. Jika pengemudi dengan mobil yang dilengkapi Sistem Pandu “Panggilan Darurat” mengalami kecelakaan, maka sistem secara otomatis menghidupkan sistem SOS dengan menghubungkan telepon ke nomor darurat. Pengemudi atau penumpang bisa berbicara dengan petugas penyelamat dan menjelaskan kondisinya. Selain itu, Sistem Pandu “Panggilan Darurat” meneruskan informasi kepada pusat penerima panggilan darurat tentang waktu kecelakaan, lokasi kecelakaan, jenis kendaraan dan arah kendaraan. Sistem mengenali kecelakaan, jika Airbag terbuka dan mengembang. Tapi pengemudi juga bisa secara manual melakukan telepon darurat dengan Sistem Pandu “Panggilan Darurat” dengan begitu Ambulans bisa datang lebih cepat datang.

Jika terjadi kecelakaan, dengan adanya Sistem Pandu “Panggilan Darurat” ini maka korban bisa lebih cepat ditemukan supaya nyawanya bisa diselamatkan. Jika tim penyelamat bisa tiba tepat waktu pada setiap kecelakaan, maka setiap tahun akan lebih banyaj nyawa lagi yang bisa diselamatkan di Indonesia. Sepertinya tidak ada kerugian yang ditimbulkan dengan diterapkannya Sistem Pandu “Panggilan Darurat” ini. Biayanya pemasangannya juga tidak terlalu mahal, cukup seharga pemasangan GPS biasa dengan sedikit tambahan sistem komunikasi untuk menghubungkan ke sistem operator terdekat.

Diagram Sistem Pandu “Panggilan Darurat”
Untuk dapat bekerja dengan baik, Sistem Pandu “Panggilan Darurat” terdiri dari beberapa bagian sistem yaitu Sistem Pandu (Panggilan Darurat) pada kendaraan, pendeteksian lokasi sumber SOS, pusat sistem panggilan darurat dan pertolongan secepatnya.

Gambar 1. Diagram Sistem Pandu “Panggilan Darurat”

Sabtu, 15 November 2014


Jakarta, ya inilah kota kelahiranku, meski bisa dibilang saya hanya ‘numpang’ lahir disini tapi tetap kota ini ada dalam darahku. Maka, malam itu ketika melihat pengumuman bahwa karya tulisku lolos 15 besar nasional Lomba Karya Tulis Keselamatan Jalan oleh Kementrian Perhubungan untuk dipresentasikan di Jakarta menjadi antusias tersendiri bagiku untuk kembali menginjak tanah kelahiranku.

Senin, 04 Agustus 2014



Awal perjalanan kami (Handi, Budi, Wahyudi) diawali ketika kami mencoba mengirim karya tulis ke Universitas Hasanuddin untuk mengikuti sebuah lomba karya tulis kemaritiman di universitas tersebut. Singkat cerita karya kami berhasil masuk nominasi menjadi 12 karya terbaik dan diundang serta berhak untuk mempresentasikan hasil karya kami disana. Alhamdulillah, kami pun langsung mengajukan proposal permohonan dana pendelegasian ke universitas agar bisa berangkat ke Makassar. Setelah negosisasi panjang akhirnya universitas mau membiayai kami bertiga sebesar 4 juta rupiah.
Selasa, 17 Juni 2014
Malam yang begitu indah, harapan dan impian untuk merasakan bagaimana sensasi naik pesawat terbang untuk yang pertama kalinya bagi kita akan segera terlaksana esok hari. Secara pribadi masih terselip keraguan, entah kenapa… namun lihatlah… Semangat kami lebih besar! Makassar kami akan segera datang! :D
Pukul 19.30 Wib kami berangkat dari Universitas Negeri Semarang menuju ke stasiun poncol untuk menuju ke Surabaya dahulu. Kami memilih menggunakan kereta ke Surabaya dulu karena tiket ke Surabaya Makassar lebih murah dari pada tiket pesawat dari Semarang ke Makassar.
Tiket di kereta menunjukkan pukul 08.30 WIB tapi sudah 15 menit lebih dari jadwal yang tertera di tiket, keretanya belum datang juga.
Kurang lebih setengah jam dilanda kegalauan menunggu kereta yang tak kunjung datang

Sabtu, 02 Agustus 2014


Future Leader Summit 2014 (Semarang, 16 – 18 Mei 2014)
Awalnya sih nggak terlalu tau info tentang Future Leader Summit ini, waktu itu lagi di Basecamp EneRC nggak sengaja duduk di samping temen yang sangat menginspirasi > Muhammad Wahyudi, thanks brohh… Waktu itu liat dia lagi buka email tentang konfirmasi FLS (Future Leader Summit) itu, nah iseng deh saya cari infonya, ternyata pendaftarannya belum ditutup dan wallaa… 2 hari selanjutnya saya langsung daftar deh…