Bismillah, meskipun dengan ribuan
keraguan akhirnya saya dan Ami kembali berpetualang menelusuri pelosok
Indonesia bermodal karya tulis. Riau, kali ini kami berkesempatan mengunjungi
kota di salah satu sudut Sumatra ini.
Sabtu, 11 April 2015
Kamis, 26 Maret 2015
PLTS SEBAGAI SOLUSI PEMASOK ENERGI BERSIH ALTERNATIF MENUJU INDONESIA MANDIRI ENERGI
Posted by Handi on 18.58 with No comments
Pendahuluan
Letak
Geografis Indonesia yang dilalui oleh garis khatulistiwa menjadikan Indonesia
beriklim tropis. Hal ini menyebabkan Indonesia mendapatkan pancaran sinar matahari
yang maksimal dan merata sepanjang tahunnya. Berdasarkan data penyinaran
matahari yang dihimpun dari 18 lokasi di Indonesia, radiasi surya di Indonesia
dapat diklasifikasikan berturut - turut sebagai berikut: untuk kawasan barat
dan timur Indonesia dengan distribusi penyinaran di Kawasan Barat Indonesia
(KBI) sekitar 4,5 kWh/m2/hari dengan variasi bulanan sekitar 10%;
dan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sekitar 5,1 kWh/m2/hari dengan
variasi bulanan sekitar 9%. Dengan demikian, potesi penyinaran rata - rata
Indonesia sekitar 4,8 kWh/m2/hari dengan variasi bulanan sekitar 9%.
Sebuah potensi luar biasa yang sudah seharusnya bisa dimanfaatkan dengan lebih
baik oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Dengan
memanfaatkan pancaran sinar matahari kita bisa mulai memberdayakan Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS) di seluruh penjuru negeri agar Indonesia bisa
menjadi negara yang mandiri dari segi suplai energi bermodalkan energi bersih
dan ramah lingkungan untuk keperluan penerangan (listrik) khususnya.
Saat
ini Indonesia masih saja bergantung dari sumber energi fosil yang jumlahnya
semakin terkuras ini dan bahkan untuk memperbaharuinya pun diperlukan waktu
ratusan bahkan ribuan tahun lagi. Sangat tidak efektif jika kita masih saja
terus bergatung ke sumber energi yang kian tahun harganya semakin melonjak ini.
Bahan bakar fosil juga menghasilkan berbagai macam emisi yang bisa merusak
lingkungan. Jadi sudah saatnya sekarang kita lebih cerdas dalam memilih dan
memanfaatkan sumber energi yang ramah lingkungan, hemat dan efektif dalam
penggunaannya.
Krisis
Energi
Energi
mempunyai peranan penting dalam pencapaian tujuan sosial, ekonomi, dan
lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan, serta merupakan pendukung bagi
kegiatan ekonomi nasional. Konsumsi energi listrik di Indonesia dalam beberapa
tahun terakhir mengalami peningkatan 10 – 15 % per tahun. Jumlah Konsumsinya
dipastikan akan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Jadi
semakin tinggi daya beli dan konsumsi publik, maka makin tinggi pula tingkat
penggunaan listriknya. Hingga saat ini, tercatat baru 70% rumah tangga di
Indonesia yang memiliki akses listrik. Sisanya merupakan pengguna listrik
potensial di masa yang akan datang.
![]() |
| Gambar 1. Krisis energi di Indonesia (sumber: energytoday.com) |
Selasa, 24 Maret 2015
MAHASISWA UNNES JUARA 2 DAN JUARA HARAPAN 2 LKTIN HIMKI
Posted by Handi on 22.12 with No comments
Mahasiswa Unnes yang terdiri
dari 2 tim perwakilan delegasi dari Universitas Negeri Semarang meraih juara 2
dan juara harapan 2 LKTIN HIMKI Universitas Tanjungpura Pontianak.
Lomba Bidang Studi Kimia (LBSK)
XI 2015 ini merupakan acara tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan
Mahasiswa Kimia (HIMKI) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Universitas Tanjungpura (UNTAN) yang berisi berbagai rangkaian acara,
diantaranya Lomba Bidang Studi Kimia (LBSK) tingkat SMA/MA, Lomba Karya Tulis
Ilmiah Nasional (LKTIN) tingkat mahasiswa S1/D3, dan Seminar Nasional Kimia.
Minggu, 15 Maret 2015
Setetes Embun di Pelupuk Pagi
Posted by Handi on 09.26 with No comments
Sedikit curhat saja, semenjak musibah yang menimpa saya di bulan Desember 2014 yang lalu sepertinya rasa semangat saya untuk menulis sempat memudar. Apakah sampai disini saja kah rekam jejak kepenulisan saya? Sesuram apakah 2015 ini tanpa menulis? Mungkin saatnya saya berhenti menulis dan kembali fokus ke kuliah :)
Ya, selama ini saya hanya sibuk menulis dan sibuk berorganisasi sehingga tidak terlalu mengedepankan masalah kuliah. Toh selama ini banyak dosen yang beranggapan sekarang sumber ilmu bukanlah dosen melainkan google. Lantas untuk apa saya masuk kuliah? Mending cari hal bermanfaat lain mumpung bisa menikmati segala fasilias selama jadi mahasiswa, menguras uang kemahasiswaan untuk mewujudkan salah satu cita-cita untuk keliling Indonesia. Hahaha pandangan agak sesat yang sebaiknya jangan diikuti oleh kalian-kalian yang belum professional :D
Kita semua punya pilihan, ini adalah pilihan yang saya ambil. Saya merasa sudah tua, sudah seharusnya saya mencari uang untuk membantu kedua orang tua dirumah. Bukan malah menjadi seorang yang egois dengan masih mengejar ‘impian-impian kosong’ ini. Bapak sepertinya sudah mulai lelah bekerja, beliau pernah berujar ikut lomba baguslah sekali-dua kali tapi lebih baik cobalah kuliah sambil bekerja, sudah saatnya kamu mandiri, tapi bagaimanapun juga kuliah harus tetap menjadi prioritasmu. Namun maaf pak, dua hal yang bapak pesankan blum mampu saya laksanakan dengan baik :( saya belum berada dalam level tertinggi itu.
Ya, selama ini saya hanya sibuk menulis dan sibuk berorganisasi sehingga tidak terlalu mengedepankan masalah kuliah. Toh selama ini banyak dosen yang beranggapan sekarang sumber ilmu bukanlah dosen melainkan google. Lantas untuk apa saya masuk kuliah? Mending cari hal bermanfaat lain mumpung bisa menikmati segala fasilias selama jadi mahasiswa, menguras uang kemahasiswaan untuk mewujudkan salah satu cita-cita untuk keliling Indonesia. Hahaha pandangan agak sesat yang sebaiknya jangan diikuti oleh kalian-kalian yang belum professional :D
Kita semua punya pilihan, ini adalah pilihan yang saya ambil. Saya merasa sudah tua, sudah seharusnya saya mencari uang untuk membantu kedua orang tua dirumah. Bukan malah menjadi seorang yang egois dengan masih mengejar ‘impian-impian kosong’ ini. Bapak sepertinya sudah mulai lelah bekerja, beliau pernah berujar ikut lomba baguslah sekali-dua kali tapi lebih baik cobalah kuliah sambil bekerja, sudah saatnya kamu mandiri, tapi bagaimanapun juga kuliah harus tetap menjadi prioritasmu. Namun maaf pak, dua hal yang bapak pesankan blum mampu saya laksanakan dengan baik :( saya belum berada dalam level tertinggi itu.
Sabtu, 24 Januari 2015
Alhamdulillah, Satu Hal Untuk Tetap Disyukuri
Posted by Handi on 01.16 with No comments
Surabaya, untuk ke-4 kali nya
saya akan berkunjung ke kota ini. Kali ini event yang saya ikuti adalah
Airlangga Conference (AICON) 2014 di Unifersitas Airlangga. Bermodal karya yang
telah dibuat hampir setahun yang lalu untuk diikutkan dalam PKM GT awal 2014
namun baru kali ini berhasil membawa saya jalan-jalan gratis hehe.
Kamis, 20 November 2014
Rancang Bangun Sistem Pandu “Panggilan Darurat” Berbasis SOS, Optimalisasi Teknologi Sensor Kecelakaan Pada Kendaraan Bermotor Sebagai Upaya Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Jalan Raya Untuk Mengurangi Korban Meninggal Dunia yang Disebabkan Terlambatnya Pertolongan Medis
Posted by Handi on 08.38 with 2 comments
Kecelakaan lalu lintas
merupakan salah satu penyebab kematian terbesar yang ada di Indonesia. Jumlah
korban yang begitu besar memberikan dampak berupa kerugian materi dan sosial
yang tidak sedikit. Berbagai tindakan preventif hingga perbaikan lalu lintas dengan
melibatkan berbagai pihak yang terkait belum menunjukkan hasil yang sesuai
diharapkan.
Berdasarkan data
Kepolisian menyebutkan, jumlah kecelakaan di Indonesia pada tahun 2012 terjadi
109.038 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 27.441 orang
dengan potensi kerugian sosial ekonomi sekitar Rp 203 triliun per tahun atau
2,9-3,1 % dari pendapatan domestik bruto/PDB Indonesia.[1] Kebanyakan
korban meninggal pada saat kecelakaan disebabkan oleh terlambatnya pertolongan
pertama medis pada korban kecelakaan. Padahal jika sesaat setelah kecelakaan
tenaga medis bisa langsung memberikan pertolongan pertama pada korban
kecelakaan maka sudah pasti angka kematian pada saat kecelakaan jalan raya bisa
ditekan.
Setiap waktu musibah kecelakaan lalu lintas
di berbagai lokasi memang susah untuk dihindari, sebagai langkah antisipasi
terhadap korban luka agar segera mendapatkan pertolongan pertama, diperlukan
suatu sistem yang memungkinkan korban kecelakaan dapat mendapatkan bantuan secepat
mungkin sesaat setelah terjadi kecelakaan. Inovasi tersebut adalah Sistem Pandu
“Panggilan Darurat” berbasis SOS, Optimalisasi pertolongan pertama pada
kecelakaan jalan raya sebagai solusi mengurangi korban meninggal dunia dengan
fitur teknologi telepon di mobil untuk tindakan cepat ke bantuan layanan
darurat.
Fungsi Sistem Pandu
(Panggilan Darurat) ditanam pada sistem yang memiliki integrasi dengan
teknologi di bagian mobil sehingga begitu terjadi kecelakaan hebat, Pandu
secara otomatis membuat panggilan ke pusat darurat terdekat dan memberikan
sinyal lokasi kecelakaan lalu kemudian operator segera mengirimkan bantuan ke
tempat kejadian untuk memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan
untuk meminimalisir adanya korban meninggal dunia.
Urgensi Sistem Pandu
“Panggilan Darurat”
Sistem ini terdiri dari
penerima GPS, perangkat sensor, perangkat komunikasi ke pusat operator terdekat
dan sambungan antena. Jika pengemudi dengan mobil yang dilengkapi Sistem Pandu
“Panggilan Darurat” mengalami kecelakaan, maka sistem secara otomatis menghidupkan
sistem SOS dengan menghubungkan telepon ke nomor darurat. Pengemudi atau
penumpang bisa berbicara dengan petugas penyelamat dan menjelaskan kondisinya.
Selain itu, Sistem Pandu “Panggilan Darurat” meneruskan informasi kepada pusat
penerima panggilan darurat tentang waktu kecelakaan, lokasi kecelakaan, jenis kendaraan
dan arah kendaraan. Sistem mengenali kecelakaan, jika Airbag terbuka dan
mengembang. Tapi pengemudi juga bisa secara manual melakukan telepon darurat
dengan Sistem Pandu “Panggilan Darurat” dengan begitu Ambulans bisa datang
lebih cepat datang.
Jika terjadi kecelakaan, dengan adanya
Sistem Pandu “Panggilan Darurat” ini maka korban bisa lebih cepat ditemukan
supaya nyawanya bisa diselamatkan. Jika tim penyelamat bisa tiba tepat waktu
pada setiap kecelakaan, maka setiap tahun akan lebih banyaj nyawa lagi yang
bisa diselamatkan di Indonesia. Sepertinya tidak ada kerugian yang ditimbulkan dengan
diterapkannya Sistem Pandu “Panggilan Darurat” ini. Biayanya pemasangannya juga
tidak terlalu mahal, cukup seharga pemasangan GPS biasa dengan sedikit tambahan
sistem komunikasi untuk menghubungkan ke sistem operator terdekat.
Diagram Sistem Pandu
“Panggilan Darurat”
Untuk dapat bekerja dengan baik, Sistem
Pandu “Panggilan Darurat” terdiri dari beberapa bagian sistem yaitu Sistem
Pandu (Panggilan Darurat) pada kendaraan, pendeteksian lokasi sumber SOS, pusat
sistem panggilan darurat dan pertolongan secepatnya.
Gambar 1. Diagram Sistem Pandu
“Panggilan Darurat”
Sabtu, 15 November 2014
Kembali ke Kota Kelahiran, Sepotong Tanah Surga Penuh Kenangan
Posted by Handi on 23.43 with No comments
Langganan:
Postingan (Atom)







