RSS
Facebook
Twitter

Minggu, 26 Juni 2016

Ramadhan ini Berbeda, Aku Bahagia.

Mengawali 2016 dengan amanah baru yaitu menjadi Ketua UKM Penelitian Unnes adalah suatu kebanggaan dan pencapaian luar biasa bagiku, mengingat dunia keilmiahan merupakan satu hal baru dan sangat wah dimataku.


Sabtu, 11 Juni 2016

Kebumen, 21-22 May 2016 became the first time for me to visit  the Kebumen City, one of little city in Central Java.


Adalah Amanah Menjadi Surveyor Bidik Misi dan Banding UKT untuk beberapa adik kelas yang mengajukannya menjadi alasan utama kaki ini menginjakkan kaki disana. Karena tidak tau daerah tersebut saya pun menggajak kawan yang berasal dari Kebumen untuk membantu menjalankan amanah ini, dan beruntungnya dia (Eko Budi Wibowo) menerima ajakan saya ini.

Selama 2 hari menjalankan amanah disana banyak orang yang saya temui, setidaknya 9 orang tua murid saya temui. Beberapa diantaranya telah berhasil menginspirasi saya pribadi untuk lebih mensyukuri hidup ini.

Banyak pelajaran yang dipetik diantaranya dari salah seorang ibu yang sudah kurang lebih 2 tahun menjanda. Kami bisa merasakan kejujuran dan ketulusan dari seorang ibu yang telah berhasil mengantarkan anaknya menuju kesuksesan diantaranya ada yang menjadi guru, pekerja di krakatau steel dsb namun karena ibu tersebut janda dan tidak bekerja agak aneh ketika mendapat UKT sebesar 5 juta rupiah makanya beliau mengajukan banding. Saya rasa kejujuran hati dan ketulusan ini yang telah mengantarkan anak-anak beliau menuju gerbang kesuksesan.

Cerita inspiratif tak hanya datang dari ibu, dari siswa pun ada beberapa. Ketika kami coba bertanya ke tetangga terkait kepribadian calon penerima beasiswa bidik misi ini juga banyak tetangga yang membanggakan anak-anak tersebut. Betapa hati saya berbunga karena calon penerima beasiswa ini insyaallah benar-benar calon genarasi penerus bangsa yang bisa diandalkan.


Meskipun saya bukan penerima beasiswa ini. Saya benar-benar bisa merasakan kalau beasiswa ini benar-benar akan bermanfaat buat para penerimanya meskipun juga muncul kotroversi beberapa penerima beasiswa ini kurang tepat sasaran. Toh itu mereka sendiri yang akan mempertanggung jawabkannya dihadapan sang pencipta.

So, Do what you love, love what you do.

Minggu, 17 April 2016

Solusi untuk Pernikahan Dini?

Menurut saya, pernikahan usia dini itu mempunyai sisi positif maupun sisi negatifnya, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dilihat dari perspektif sosial, pernikahan dini akan menghindarkan diri dari seks bebas dan memicu diri untuk lebih cepat mandiri. Namun begitu menurut saya, sisi negatif pernikahan dini lebih banyak diantaranya : dari sisi kesehatan, ada beberapa pandangan yang menyebutkan meski perempuan sudah mengalami haid namun organ reproduksi wanita belum sepenuhnya benar-benar siap, bahkan dalam beberapa kasus tingginya AKI (Angka Kematian Ibu Melahirkan) dan AKB (Angka Kematian Bayi) disebabkan oleh karena pernikahan dini. Dari sisi pendidikan, akan lebih susah untuk tetap bersekolah ke jenjang yang setinggi-tingginya jika sudah disibukkan dengan urusan rumah tangga, padahal pendidikan merupakan salah satu aspek untuk meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik. Dilihat dari sisi psikologi, pernikahan dini dipandang dapat mengurangi keharmonisan keluarga mengingat emosi yang masih labil dan jika ada pertengkaran susah untuk salah satu dari pasangan tersebut mengalah.

Solusi yang seharusnya dilakukan bagi yang sudah melakukan pernikahan dini yaitu diantaranya: pendidikan mengenai pentingnya kesehatan reproduksi, serta yang paling penting mereka harus benar-benar bisa dirangkul dalam segi untuk bisa mencukupi kebutuhan perekonomian mereka, dalam hal ini cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan atau ketrampilan yang dibutuhkan oleh masyarakat luas diantaranya ketrampilan menjahit, membuat kue atapun catering, serta kerajinan skala kecil yang bisa produktif secara berkelanjutan untuk menopang perekonomian mereka. Tidak dapat dipungkiri meskipun pendidikan dapat membuat seseorang bekerja diperusahaan-perusahan besar namun disisi lain industri kecil atau UMKM juga dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan perekonomian suatu bangsa.

Selanjutnya bagi yang belum melakukan pernikahan dini bisa kita antisipasi dengan berbagai tindakan preventif diantaranya : memberikan motivasi betapa pentingnya pendidikan, salah satu contohnya kita sebagai mahasiswa harus bisa memvisualisasikan diri dengan baik bahwa kita adalah generasi penerus bangsa yang siap menjadi pemimpin di masa depan nanti sehingga muncul sosok inspirasi bagi warga desa yang belum melakukan pernikahan dini untuk menunda niatan tersebut supaya bisa lebih berfokus menjenjang pendidikan yang setinggi-tingginya. Selanjutnya kita juga wajib mengarahkan pemuda untuk mengejar hobby mereka yang dalam lingkup kegiatan positif karena dengan menyibukkan pemuda menggeluti hobby mereka tak jarang hal itu bisa menghindarkan diri dari berbagai kegiatan negatif, kenakalan remaja atau bahkan bisa membuka peluang untuk membuka lapangan pekerjaan berdasarkan hobby mereka serta membawa mereka menuju gerbang kesuksesan.

Dalam prosesnya supaya hal tersebut bisa berjalan secara maksimal dan kontinuitas dibutuhkan partisipasi aktif dari LSM terkait, tokoh masyarakat setempat yang berpengaruh untuk bisa meyakinkan warga setempat dan dinas terkait yang punya kewenangan dan keahlian sesuai yang dibutuhkan masyarakat. Melalui program PKM juga mahasiswa bisa berperan disini karena progam yang disusun sudah direview kebermanfaatannya serta bisa mendapat bantuan pendanaan dari Dikti.

Pendidikan karakter merupakan salah satu hal yang paling penting untuk menjadi benteng bagi segala permasalahan yang dihadapi. Dengan pendidikan bisa mengubah yang tidak bisa menjadi bisa, mengubah ilmu menjadi ketrampilan, mengubah masalah menjadi solusi. Setiap pemuda harus punya daya juang yang tinggi bagi setiap permasalahan yang dimiliki. Kuncinya adalah kepedulian dan partisipasi aktif yang dimulai dari diri sendiri kemudian menyebarkan virus-virus kebermanfaatan ke banyak orang di sekitar kita.

Minggu, 07 Februari 2016

Logo BEM KM UNNES 2015 Kabinet Gelora Perubahan

Awal 2015 ketika saya demisioner dari EneRC dan kemudian diberi amanah untuk menjadi MPO EneRC periode itu, saya kira akan semembosankan apa hidupku tanpa naungan sebuah organisasi. Sedangkan selama ini hampir setengah aktifitasku selalu kuhabiskan dengan aktifitas organisasi ntah melakukan apa yang sudah menjadi tanggung jawabku atau hanya sekedar nongkrong di basecamp tercinta.

Sabtu, 02 Januari 2016

[Teknik] Komunikasi Itu Penting



Waktu itu (12/12/2015) Alhamdulillah Saya bersama rekan saya Eko Budi Wibowo kembali diamanahi untuk presentasi hasil tulisan kami dalam event lomba Esai Jateng-Diy ERC FIS UNNES. Setelah di beberapa  kesempatan sebelumnya presentasi saya selalu di luar kampus, baru kali ini diamanahi untuk presentasi di kampus sendiri. Kesempatan yang sangat membuat saya interest dalam menghadapi presentasi di hadapan dewan juri kali ini.

Minggu, 20 Desember 2015



Jika kalian benar-benar mengenal diriku, tentu tau kata-kata semangat adalah kata terakhir yang selalu terucap. Ucapan tersebut bukan karena sekadar basa-basi saja atau merupakan sebuah kata terakhir yang terucap karena telah kehabisan kata-kata lain. But why?
Temenan itu.. Main Bareng, Bukan Jaim Bareng

Senin, 14 Desember 2015

Be Glowing Be Inspiring




Senin (7/12/15)merupakan salah satu hari bersejarah dalam hidup saya. Hari ini pertama kalinya saya mendapat aspirasi dari jurusanku tercinta (Teknik Elektro, red). Di hari yang berbahagia itu saya diundang untuk mejadi salah satu nominasi dalam acara Elektro Awards 2015. Saya diundang sebagai salah satu pembaca nominasi atas mungkin karena beberapa waktu lalu pernah menjadi perwakilan mahasiswa berprestasi dari jurusan Teknik Elektro bersama rekan saya dari PTIK 2012 Iswara Maharani.

One Invitation for One Person