Kamis, 11 Agustus 2016
KKN Ala Dunia Kampus : Kapan Engkau Pergi dari Negeriku ini
Posted by Handi on 22.45 with No comments
Selasa, 09 Agustus 2016
7 Alasan kenapa kamu harus ikut Narescamp 2016
Posted by Handi on 23.00 with No comments
Narescamp atau
National Research Camp merupakan sebuah kompetisi penelitian berbasis
pengabdian mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan oleh UKM Penelitian
Universitas Negeri Semarang. Tahun ini, Narescamp sudah memasuki
penyelenggaraannya di tahun ke-3.
Penyelenggaraan
Narescamp pada tahun 2016 ini berlokasi di Dusun Pabelan, Kota Magelang, Jawa
Tengah. Narescamp ini berbeda dengan beberapa kompetisi tingkat mahasiswa
lainnya, perbedaan ini lah yang membuatmu yang masih aktif sebagai mahasiswa
harus mencoba mengikuti kompetisi ini, apa saja itu, kita simak 7 alasan kenapa
kamu harus ikut narescamp:
1. Mengaplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Langsung ke masyarakat.
Kuliah
tak hanya tentang duduk dan mendengarkan dosen saja. Belajar di kampus lain,
dari orang lain dan mengaplikasikan ilmu yang kita miliki di masyarakat juga
merupakan sebuah pelajaran yang tak kalah berharga dari sekadar duduk di bangku
perkuliahan. Di Narescamp kamu akan merasakan bagaimana membaur di masyarakat,
bersosialisasi, makan bersama, atau bahkan menginap bersama masyarakat sehingga
bisa merasakan dan menemukan keluarga kedua di Desa Narescamp ini.
Ketika
lomba untuk mahasiswa semacam lomba Essay, LKTI dan sebagainya membuat
tulisanmu berhenti di hadapan dewan juri. Di Narescamp ini, selain presentasi
di depan dewan juri, idemu juga bisa langsung teraplikasikan langsung ke
masyarakat. Karena proposal penelitian, pendidikan atau pengabdian yang kamu
tulis nantinya harus teraplikasikan di masyarakan dalam 1 hari bersama 10
finalis lainnya. Seperti membuat pelatihan pembuatan sirup terong belanda,
pelatihan hidup bersih dan sehat bagi warga setempat atau memberikan pendidikan
karakter bagi siswa SD setempat. Maka dari itu, idemu tak hanya berhenti di
lembaran kertas, namun bisa langsung terwujudkan ke masyarakat yang harapannya
bisa langsung memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
3. Menikmati Wisata Budaya Candi Borobudur
yang Telah Mendunia.
Siapa
yang tak kenal Candi Borobudur, salah satu candi warisan dunia yang dalam
pemugarannya banyak mendapat bantuan dari UNESCO ini pernah menjadi bagian dari
7 keajaiban dunia. Candi ini terkenal juga dengan salah satu mitos yang
menyebutkan jika kamu bisa memegang tangan patung budha yang sedang bertapa
maka keinginanmu bisa terkabul.
Selain
itu, di Desa Pabelan ini kamu bisa bernostalgia dengan film Ketika Cinta
Bertasbih 2 karena di Pesantren Desa Pabelan ini merupakan salah satu lokasi
syuting film ini. Di pesantren ini santrinya berasal dari berbagai kota di jawa
tengah yang bisa kamu jadikan sebagai objek untuk mengabdi, meneliti atau
mendidik disini.
![]() |
| Gambar 3. Kemagahan Candi Borobudur |
4. Raih kesempatan memenangkan hadiah jutaan
rupiah, menambah CV dan batu loncatan untuk mengikuti konferensi.
Dengan
mengikuti Narescamp ini, banyak pengalaman yang akan kamu dapatkan seperti
memenangkan hadiah jutaan rupiah yang bisa menambah uang jajanmu. Menambah CV
yang akan sangat bermanaat untuk masa depanmu serta yang paling spesial yaitu
ide yang kamu aplikasikan di Narescamp hasil Mini Penelitian, Pendidikan atau
Pengabdian yang telah kamu aplikasikan di desa tersebut bisa kamu submit ulang
ke konferensi atau bahkan dijurnalkan. Maka dengan ini kamu akan naik level
dari menjadi mahasiswa biasa-biasa saja menjadi mahasiswa luar biasa.
![]() |
| Gambar 4. Penganugerahan Peneliti dan Pengabdi Terbaik |
5. Tak perlu mencari banyak rujukan ilmiah dan
membaca ratusan jurnal ilmiah. Di Narescamp ide paling aplikatif untuk
masyarakatlah yang biasanya lolos menjadi finalis.
Mencari
rujukan mengenai pengembangan ide untuk masyarakat memanglah penting. Namun di
Narescamp yang benar-benar perlu kamu pahami adalah mengenai permasalahan yang
ada di desa yang ditunjuk serta apa solusi yang paling tepat untuk desa
tersebut. Makanya kamu harus benar-benar paham mengenai desa yang ditunjuk
melalui video teaser di youtube yang telah dibuat panitia ataupun penjabaran
keterangan desa yang telah ditulis di panduan peserta. Karena sehebat apapun
ide yang kamu tulis apabila tidak realistis untuk diwujudkan atau tidak sesuai
dengan apa yang diperlukan oleh warga sekitar maka idemu akan menjadi sia-sia
belaka.
6. Berkenalan dengan kawan-kawan dari
Universitas lain serta bisa berlatih mendekatkan diri dengan masyarakat desa.
Sudah
menjadi hal yang umum dan wajar ketika mengikuti kompetisi mahasiswa tingkat
nasional menjadikanmu bertemu dengan kawan-kawan sepemikiran dari berbagai
Universitas lain. Akan bisa menjadi pengalaman yang luar biasa karena sudah
bisa dipastikan hanya mahasiswa yang hebat dan peduli dengan perkembangan
masyarakat desa lah yang ada di Narescamp ini.
Selain itu,
dengan mengaplikasikan idemu langsung ke masyarakat akan mengasah kemampuan
kita bersosialisasi dengan masyarakat dan beradaptasi dengan lingkungan baru.
![]() |
| Gambar 6. Seluruh finalis Narescamp 2015 dari UNNES, UNDIP, IPB, UNY, UNAIR dan UIN MALIKI MALANG |
7. Mengetahui Potensi Desa Pabelan yang Punya
Banyak Hasil Kerajinan Tangan yang Mendunia.
Desa
kecil di daerah kawasan Candi Borobudur ini merupakan salah satu desa yang
menyimpan berbagai potensi yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas.
Diantaranya banyak pengrajin bambu, gasingan, pengrajin patung, sapu rayung,
banyak anak-anak, karang taruna serta orang tua yang senantiasa membutuhkan
ilmu-ilmu baru dari para mahasiswa terbaik Indonesia. Selain itu, warga yang
sangat ramah dan baik terhadadap pendatang menjadikan salah satu alasan bagi
kami untuk memilih Desa Pabelan menjadi lokasi pelaksanaan Narescamp 2016
So, buat kamu
yang merasa berhutang tengan rakyat Indonesia (Karena biaya pendidikan kita
sebagian besar di subsidi oleh masyarakat dari pajak yang dialokasikan untuk
dana penidikan) dan peduli dengan perkembangan masyarakat desa buruan kirimkan
ide terbaikmu untuk menjadi solusi. Panduan dan formulir Narescamp 2016 bisa
diunduh di narescamp(dot)ukmpunnes(dot)com.
Minggu, 07 Agustus 2016
Yuk Jadi Agen Perubahan
Posted by Handi on 22.11 with No comments
Gambar ini awalnya bernada negatif, kemudian muncul sebuah inisiatif
untuk sedikit melakukan perubahan hingga terlihat seperti yang ada di gambar.
Kata iya awalnya tidak, kata cepet awalnya susah, kata
gampang awalnya susah, kata lancar awal seret.
Bagaimana hasilnya? Jauh lebih baik bukan?
Dari perubahan tersebut, ada 3 hal yang bisa kita pelajari
yaitu:
- The Power of Inovation
- Dengan melakukan inovasi, meskipun sepele, hal itu bisa memberikan banyak perubahan dan menunjukkan ‘siapa’ dirimu sebenarnya. Dari yang awalnya jelek menjadi baik, dari yang awalnya baik menjadi lebih baik dan begitu seterusnya.
- Berfikir positif
- Tulisan yang sebelumnya bernada negatif bisa berubah menjadi positif dengan beberapa perubahan kata. Nah dari perubahan ini, kita lebih bisa melihat sesuatu dengan cara positif. Dari yang sebelumnya gambar tersebut bernada ancaman, kini berubah menjadi kata doa? Bukankah kata positif seperti ini lebih baik.
- Lingkunganmu mempengaruhi dirimu
- Seorang peneliti dari jepang pernah meneliti bahwa kondisi air (termasuk air di dalam tubuh) berpengaruh dengan ‘tulisan’ yang ada dilingkungan sekitar. Kotak air yang diberi tulisan bernada negatif cenderung lebih cepat keruh dibanding air yang ditempeli tulisan bernada positif. Begitupun dengan gambar ini, dengan mengubah lingkungan kita menjadi lebih positif maka lingkungan kita ini akan kita rasakan perubahannya menjadi lebih mententramkan.
Maka dari itu, siapkah kita untuk melakukan
perubahan-perubahan lainnya? Untuk perbaikan diri sendiri, orang lain dan
lingkungan sekitar.
Kejahatan merajalela bukan karena banyaknya orang jahat.
Namun karena banyaknya orang baik yang diam dan mendiamkan” –Anies Baswedan–
#AkuSiap
#JadiAgenPerubahan
Minggu, 26 Juni 2016
Ramadhan ini Berbeda, Aku Bahagia.
Posted by Handi on 23.42 with No comments
Sabtu, 11 Juni 2016
Tour de Kebumen. Searching for hope and dream, road to Unnes.
Posted by Handi on 07.50 with No comments
Kebumen, 21-22 May 2016 became the first time for me to
visit the Kebumen City, one of little
city in Central Java.
Adalah Amanah Menjadi Surveyor Bidik Misi dan Banding UKT
untuk beberapa adik kelas yang mengajukannya menjadi alasan utama kaki ini
menginjakkan kaki disana. Karena tidak tau daerah tersebut saya pun menggajak
kawan yang berasal dari Kebumen untuk membantu menjalankan amanah ini, dan
beruntungnya dia (Eko Budi Wibowo) menerima ajakan saya ini.
Selama 2 hari menjalankan amanah disana banyak orang yang
saya temui, setidaknya 9 orang tua murid saya temui. Beberapa diantaranya telah
berhasil menginspirasi saya pribadi untuk lebih mensyukuri hidup ini.
Banyak pelajaran yang dipetik diantaranya dari salah seorang
ibu yang sudah kurang lebih 2 tahun menjanda. Kami bisa merasakan kejujuran dan
ketulusan dari seorang ibu yang telah berhasil mengantarkan anaknya menuju
kesuksesan diantaranya ada yang menjadi guru, pekerja di krakatau steel dsb
namun karena ibu tersebut janda dan tidak bekerja agak aneh ketika mendapat UKT
sebesar 5 juta rupiah makanya beliau mengajukan banding. Saya rasa kejujuran
hati dan ketulusan ini yang telah mengantarkan anak-anak beliau menuju gerbang
kesuksesan.
Cerita inspiratif tak hanya datang dari ibu, dari siswa pun
ada beberapa. Ketika kami coba bertanya ke tetangga terkait kepribadian calon
penerima beasiswa bidik misi ini juga banyak tetangga yang membanggakan
anak-anak tersebut. Betapa hati saya berbunga karena calon penerima beasiswa
ini insyaallah benar-benar calon genarasi penerus bangsa yang bisa diandalkan.
Meskipun saya bukan penerima beasiswa ini. Saya benar-benar
bisa merasakan kalau beasiswa ini benar-benar akan bermanfaat buat para
penerimanya meskipun juga muncul kotroversi beberapa penerima beasiswa ini
kurang tepat sasaran. Toh itu mereka sendiri yang akan mempertanggung
jawabkannya dihadapan sang pencipta.
So, Do what you love, love what you do.
Minggu, 17 April 2016
Solusi untuk Pernikahan Dini?
Posted by Handi on 07.12 with No comments
Menurut saya, pernikahan usia dini itu
mempunyai sisi positif maupun sisi negatifnya, tergantung bagaimana kita
menyikapinya. Dilihat dari perspektif sosial, pernikahan dini akan
menghindarkan diri dari seks bebas dan memicu diri untuk lebih cepat mandiri. Namun begitu
menurut saya, sisi negatif pernikahan dini lebih banyak diantaranya : dari sisi
kesehatan, ada beberapa pandangan yang menyebutkan meski perempuan sudah
mengalami haid namun organ reproduksi wanita belum sepenuhnya benar-benar siap, bahkan
dalam beberapa kasus tingginya AKI (Angka Kematian Ibu Melahirkan) dan AKB
(Angka Kematian Bayi) disebabkan oleh karena pernikahan dini. Dari sisi pendidikan, akan lebih susah untuk
tetap bersekolah ke jenjang yang setinggi-tingginya jika sudah disibukkan
dengan urusan rumah tangga, padahal pendidikan merupakan salah satu aspek untuk
meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik. Dilihat dari sisi psikologi, pernikahan
dini dipandang dapat mengurangi keharmonisan keluarga mengingat emosi yang
masih labil dan jika ada pertengkaran susah untuk salah satu dari pasangan
tersebut mengalah.
Solusi yang seharusnya dilakukan bagi
yang sudah melakukan pernikahan dini yaitu diantaranya:
pendidikan mengenai pentingnya kesehatan reproduksi, serta yang paling penting
mereka harus benar-benar bisa dirangkul dalam segi untuk bisa mencukupi
kebutuhan perekonomian mereka, dalam hal ini cara yang bisa dilakukan adalah
dengan memberikan pelatihan atau ketrampilan yang dibutuhkan oleh masyarakat
luas diantaranya ketrampilan menjahit, membuat kue atapun catering, serta
kerajinan skala kecil yang bisa produktif secara berkelanjutan untuk menopang
perekonomian mereka.
Tidak dapat dipungkiri meskipun pendidikan dapat membuat seseorang bekerja
diperusahaan-perusahan besar namun disisi lain industri kecil atau UMKM juga dapat
mempengaruhi tingkat pertumbuhan perekonomian suatu bangsa.
Selanjutnya bagi yang belum melakukan
pernikahan dini bisa kita antisipasi dengan berbagai tindakan preventif
diantaranya : memberikan motivasi betapa pentingnya pendidikan, salah satu
contohnya kita sebagai mahasiswa harus bisa memvisualisasikan diri dengan baik
bahwa kita adalah generasi penerus bangsa yang siap menjadi pemimpin di masa
depan nanti sehingga muncul sosok inspirasi bagi warga desa yang belum
melakukan pernikahan dini untuk menunda niatan tersebut supaya bisa lebih
berfokus menjenjang pendidikan yang setinggi-tingginya. Selanjutnya kita juga
wajib mengarahkan pemuda untuk mengejar hobby mereka yang dalam lingkup
kegiatan positif karena dengan menyibukkan pemuda menggeluti hobby mereka tak
jarang hal itu bisa menghindarkan diri dari berbagai kegiatan negatif,
kenakalan remaja atau bahkan bisa membuka peluang untuk membuka lapangan
pekerjaan berdasarkan hobby mereka serta membawa mereka menuju gerbang kesuksesan.
Dalam prosesnya supaya hal tersebut bisa
berjalan secara maksimal dan kontinuitas dibutuhkan partisipasi aktif dari LSM
terkait, tokoh masyarakat setempat yang berpengaruh untuk bisa meyakinkan warga
setempat dan dinas terkait yang punya kewenangan dan keahlian sesuai yang
dibutuhkan masyarakat. Melalui program PKM juga mahasiswa bisa berperan disini
karena progam yang disusun sudah direview kebermanfaatannya serta bisa mendapat
bantuan pendanaan dari Dikti.
Pendidikan karakter merupakan salah satu hal
yang paling penting untuk menjadi benteng bagi segala permasalahan yang
dihadapi. Dengan pendidikan bisa mengubah yang tidak bisa menjadi bisa,
mengubah ilmu menjadi ketrampilan, mengubah masalah menjadi solusi. Setiap
pemuda harus punya daya juang yang tinggi bagi setiap permasalahan yang
dimiliki. Kuncinya adalah kepedulian dan partisipasi aktif yang dimulai dari diri
sendiri kemudian menyebarkan virus-virus kebermanfaatan ke banyak orang di
sekitar kita.
Minggu, 07 Februari 2016
Terima Kasih Gelora Perubahan : Dari aku, bagian kecil darimu yang tak tahu caranya berterima kasih
Posted by Handi on 04.52 with No comments
![]() |
| Logo BEM KM UNNES 2015 Kabinet Gelora Perubahan |
Awal 2015 ketika saya demisioner dari EneRC dan kemudian
diberi amanah untuk menjadi MPO EneRC periode itu, saya kira akan semembosankan
apa hidupku tanpa naungan sebuah organisasi. Sedangkan selama ini hampir
setengah aktifitasku selalu kuhabiskan dengan aktifitas organisasi ntah
melakukan apa yang sudah menjadi tanggung jawabku atau hanya sekedar nongkrong
di basecamp tercinta.
Langganan:
Postingan (Atom)











