RSS
Facebook
Twitter

Kamis, 11 Agustus 2016

Sebagai mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kepenilitian kami sangat suka mengikuti event LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah) baik yang diselenggarakan pemerintahan maupun organisasi kampus.

Selasa, 09 Agustus 2016

Narescamp atau National Research Camp merupakan sebuah kompetisi penelitian berbasis pengabdian mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan oleh UKM Penelitian Universitas Negeri Semarang. Tahun ini, Narescamp sudah memasuki penyelenggaraannya di tahun ke-3.

Penyelenggaraan Narescamp pada tahun 2016 ini berlokasi di Dusun Pabelan, Kota Magelang, Jawa Tengah. Narescamp ini berbeda dengan beberapa kompetisi tingkat mahasiswa lainnya, perbedaan ini lah yang membuatmu yang masih aktif sebagai mahasiswa harus mencoba mengikuti kompetisi ini, apa saja itu, kita simak 7 alasan kenapa kamu harus ikut narescamp:

1. Mengaplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi Langsung ke masyarakat.

Kuliah tak hanya tentang duduk dan mendengarkan dosen saja. Belajar di kampus lain, dari orang lain dan mengaplikasikan ilmu yang kita miliki di masyarakat juga merupakan sebuah pelajaran yang tak kalah berharga dari sekadar duduk di bangku perkuliahan. Di Narescamp kamu akan merasakan bagaimana membaur di masyarakat, bersosialisasi, makan bersama, atau bahkan menginap bersama masyarakat sehingga bisa merasakan dan menemukan keluarga kedua di Desa Narescamp ini. 

     
    Gambar 1. Pendidikan Karakter Melalui Media Boneka Tangan
    2. Idemu tidak hanya berhenti di tulisan, tapi bisa langsung teraplikasikan untuk masyarakat.


    Ketika lomba untuk mahasiswa semacam lomba Essay, LKTI dan sebagainya membuat tulisanmu berhenti di hadapan dewan juri. Di Narescamp ini, selain presentasi di depan dewan juri, idemu juga bisa langsung teraplikasikan langsung ke masyarakat. Karena proposal penelitian, pendidikan atau pengabdian yang kamu tulis nantinya harus teraplikasikan di masyarakan dalam 1 hari bersama 10 finalis lainnya. Seperti membuat pelatihan pembuatan sirup terong belanda, pelatihan hidup bersih dan sehat bagi warga setempat atau memberikan pendidikan karakter bagi siswa SD setempat. Maka dari itu, idemu tak hanya berhenti di lembaran kertas, namun bisa langsung terwujudkan ke masyarakat yang harapannya bisa langsung memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
     
    Gambar 2. Pelatihan Pembuatan Souenir dari Serbuk Teh
    3. Menikmati Wisata Budaya Candi Borobudur yang Telah Mendunia.

    Siapa yang tak kenal Candi Borobudur, salah satu candi warisan dunia yang dalam pemugarannya banyak mendapat bantuan dari UNESCO ini pernah menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia. Candi ini terkenal juga dengan salah satu mitos yang menyebutkan jika kamu bisa memegang tangan patung budha yang sedang bertapa maka keinginanmu bisa terkabul.

    Selain itu, di Desa Pabelan ini kamu bisa bernostalgia dengan film Ketika Cinta Bertasbih 2 karena di Pesantren Desa Pabelan ini merupakan salah satu lokasi syuting film ini. Di pesantren ini santrinya berasal dari berbagai kota di jawa tengah yang bisa kamu jadikan sebagai objek untuk mengabdi, meneliti atau mendidik disini.
    Gambar 3. Kemagahan Candi Borobudur
    4. Raih kesempatan memenangkan hadiah jutaan rupiah, menambah CV dan batu loncatan untuk mengikuti konferensi.

    Dengan mengikuti Narescamp ini, banyak pengalaman yang akan kamu dapatkan seperti memenangkan hadiah jutaan rupiah yang bisa menambah uang jajanmu. Menambah CV yang akan sangat bermanaat untuk masa depanmu serta yang paling spesial yaitu ide yang kamu aplikasikan di Narescamp hasil Mini Penelitian, Pendidikan atau Pengabdian yang telah kamu aplikasikan di desa tersebut bisa kamu submit ulang ke konferensi atau bahkan dijurnalkan. Maka dengan ini kamu akan naik level dari menjadi mahasiswa biasa-biasa saja menjadi mahasiswa luar biasa.
    Gambar 4. Penganugerahan Peneliti dan Pengabdi Terbaik

    5. Tak perlu mencari banyak rujukan ilmiah dan membaca ratusan jurnal ilmiah. Di Narescamp ide paling aplikatif untuk masyarakatlah yang biasanya lolos menjadi finalis.

    Mencari rujukan mengenai pengembangan ide untuk masyarakat memanglah penting. Namun di Narescamp yang benar-benar perlu kamu pahami adalah mengenai permasalahan yang ada di desa yang ditunjuk serta apa solusi yang paling tepat untuk desa tersebut. Makanya kamu harus benar-benar paham mengenai desa yang ditunjuk melalui video teaser di youtube yang telah dibuat panitia ataupun penjabaran keterangan desa yang telah ditulis di panduan peserta. Karena sehebat apapun ide yang kamu tulis apabila tidak realistis untuk diwujudkan atau tidak sesuai dengan apa yang diperlukan oleh warga sekitar maka idemu akan menjadi sia-sia belaka.
     
    Gambar 5. Pelatihan Pembuatan Souenir dari Jerami

    6. Berkenalan dengan kawan-kawan dari Universitas lain serta bisa berlatih mendekatkan diri dengan masyarakat desa.

    Sudah menjadi hal yang umum dan wajar ketika mengikuti kompetisi mahasiswa tingkat nasional menjadikanmu bertemu dengan kawan-kawan sepemikiran dari berbagai Universitas lain. Akan bisa menjadi pengalaman yang luar biasa karena sudah bisa dipastikan hanya mahasiswa yang hebat dan peduli dengan perkembangan masyarakat desa lah yang ada di Narescamp ini.

    Selain itu, dengan mengaplikasikan idemu langsung ke masyarakat akan mengasah kemampuan kita bersosialisasi dengan masyarakat dan beradaptasi dengan lingkungan baru.
    Gambar 6. Seluruh finalis Narescamp 2015 dari UNNES, UNDIP, IPB, UNY, UNAIR dan UIN MALIKI MALANG
      
    7. Mengetahui Potensi Desa Pabelan yang Punya Banyak Hasil Kerajinan Tangan yang Mendunia.

    Desa kecil di daerah kawasan Candi Borobudur ini merupakan salah satu desa yang menyimpan berbagai potensi yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Diantaranya banyak pengrajin bambu, gasingan, pengrajin patung, sapu rayung, banyak anak-anak, karang taruna serta orang tua yang senantiasa membutuhkan ilmu-ilmu baru dari para mahasiswa terbaik Indonesia. Selain itu, warga yang sangat ramah dan baik terhadadap pendatang menjadikan salah satu alasan bagi kami untuk memilih Desa Pabelan menjadi lokasi pelaksanaan Narescamp 2016

    So, buat kamu yang merasa berhutang tengan rakyat Indonesia (Karena biaya pendidikan kita sebagian besar di subsidi oleh masyarakat dari pajak yang dialokasikan untuk dana penidikan) dan peduli dengan perkembangan masyarakat desa buruan kirimkan ide terbaikmu untuk menjadi solusi. Panduan dan formulir Narescamp 2016 bisa diunduh di narescamp(dot)ukmpunnes(dot)com.   

    Minggu, 07 Agustus 2016

    Yuk Jadi Agen Perubahan


    Gambar ini awalnya bernada negatif, kemudian muncul sebuah inisiatif untuk sedikit melakukan perubahan hingga terlihat seperti yang ada di gambar.

    Kata iya awalnya tidak, kata cepet awalnya susah, kata gampang awalnya susah, kata lancar awal seret.

    Bagaimana hasilnya? Jauh lebih baik bukan?

    Dari perubahan tersebut, ada 3 hal yang bisa kita pelajari yaitu:
    1. The Power of Inovation
      • Dengan melakukan inovasi, meskipun sepele, hal itu bisa memberikan banyak perubahan dan menunjukkan ‘siapa’ dirimu sebenarnya. Dari yang awalnya jelek menjadi baik, dari yang awalnya baik menjadi lebih  baik dan begitu seterusnya.
    2. Berfikir positif
      • Tulisan yang sebelumnya bernada negatif bisa berubah menjadi positif dengan beberapa perubahan kata. Nah dari perubahan ini, kita lebih bisa melihat sesuatu dengan cara positif. Dari yang sebelumnya gambar tersebut bernada ancaman, kini berubah menjadi kata doa? Bukankah kata positif seperti ini lebih baik.
    3. Lingkunganmu mempengaruhi dirimu
      • Seorang peneliti dari jepang pernah meneliti bahwa kondisi air (termasuk air di dalam tubuh) berpengaruh dengan ‘tulisan’ yang ada dilingkungan sekitar. Kotak air yang diberi tulisan bernada negatif cenderung lebih cepat keruh dibanding air yang ditempeli tulisan bernada positif. Begitupun dengan gambar ini, dengan mengubah lingkungan kita menjadi lebih positif maka lingkungan kita ini akan kita rasakan perubahannya menjadi lebih mententramkan.


    Maka dari itu, siapkah kita untuk melakukan perubahan-perubahan lainnya? Untuk perbaikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

    Kejahatan merajalela bukan karena banyaknya orang jahat. Namun karena banyaknya orang baik yang diam dan mendiamkan” –Anies Baswedan–

    #AkuSiap

    #JadiAgenPerubahan

    Minggu, 26 Juni 2016

    Ramadhan ini Berbeda, Aku Bahagia.

    Mengawali 2016 dengan amanah baru yaitu menjadi Ketua UKM Penelitian Unnes adalah suatu kebanggaan dan pencapaian luar biasa bagiku, mengingat dunia keilmiahan merupakan satu hal baru dan sangat wah dimataku.


    Sabtu, 11 Juni 2016

    Kebumen, 21-22 May 2016 became the first time for me to visit  the Kebumen City, one of little city in Central Java.


    Adalah Amanah Menjadi Surveyor Bidik Misi dan Banding UKT untuk beberapa adik kelas yang mengajukannya menjadi alasan utama kaki ini menginjakkan kaki disana. Karena tidak tau daerah tersebut saya pun menggajak kawan yang berasal dari Kebumen untuk membantu menjalankan amanah ini, dan beruntungnya dia (Eko Budi Wibowo) menerima ajakan saya ini.

    Selama 2 hari menjalankan amanah disana banyak orang yang saya temui, setidaknya 9 orang tua murid saya temui. Beberapa diantaranya telah berhasil menginspirasi saya pribadi untuk lebih mensyukuri hidup ini.

    Banyak pelajaran yang dipetik diantaranya dari salah seorang ibu yang sudah kurang lebih 2 tahun menjanda. Kami bisa merasakan kejujuran dan ketulusan dari seorang ibu yang telah berhasil mengantarkan anaknya menuju kesuksesan diantaranya ada yang menjadi guru, pekerja di krakatau steel dsb namun karena ibu tersebut janda dan tidak bekerja agak aneh ketika mendapat UKT sebesar 5 juta rupiah makanya beliau mengajukan banding. Saya rasa kejujuran hati dan ketulusan ini yang telah mengantarkan anak-anak beliau menuju gerbang kesuksesan.

    Cerita inspiratif tak hanya datang dari ibu, dari siswa pun ada beberapa. Ketika kami coba bertanya ke tetangga terkait kepribadian calon penerima beasiswa bidik misi ini juga banyak tetangga yang membanggakan anak-anak tersebut. Betapa hati saya berbunga karena calon penerima beasiswa ini insyaallah benar-benar calon genarasi penerus bangsa yang bisa diandalkan.


    Meskipun saya bukan penerima beasiswa ini. Saya benar-benar bisa merasakan kalau beasiswa ini benar-benar akan bermanfaat buat para penerimanya meskipun juga muncul kotroversi beberapa penerima beasiswa ini kurang tepat sasaran. Toh itu mereka sendiri yang akan mempertanggung jawabkannya dihadapan sang pencipta.

    So, Do what you love, love what you do.

    Minggu, 17 April 2016

    Solusi untuk Pernikahan Dini?

    Menurut saya, pernikahan usia dini itu mempunyai sisi positif maupun sisi negatifnya, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dilihat dari perspektif sosial, pernikahan dini akan menghindarkan diri dari seks bebas dan memicu diri untuk lebih cepat mandiri. Namun begitu menurut saya, sisi negatif pernikahan dini lebih banyak diantaranya : dari sisi kesehatan, ada beberapa pandangan yang menyebutkan meski perempuan sudah mengalami haid namun organ reproduksi wanita belum sepenuhnya benar-benar siap, bahkan dalam beberapa kasus tingginya AKI (Angka Kematian Ibu Melahirkan) dan AKB (Angka Kematian Bayi) disebabkan oleh karena pernikahan dini. Dari sisi pendidikan, akan lebih susah untuk tetap bersekolah ke jenjang yang setinggi-tingginya jika sudah disibukkan dengan urusan rumah tangga, padahal pendidikan merupakan salah satu aspek untuk meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik. Dilihat dari sisi psikologi, pernikahan dini dipandang dapat mengurangi keharmonisan keluarga mengingat emosi yang masih labil dan jika ada pertengkaran susah untuk salah satu dari pasangan tersebut mengalah.

    Solusi yang seharusnya dilakukan bagi yang sudah melakukan pernikahan dini yaitu diantaranya: pendidikan mengenai pentingnya kesehatan reproduksi, serta yang paling penting mereka harus benar-benar bisa dirangkul dalam segi untuk bisa mencukupi kebutuhan perekonomian mereka, dalam hal ini cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan atau ketrampilan yang dibutuhkan oleh masyarakat luas diantaranya ketrampilan menjahit, membuat kue atapun catering, serta kerajinan skala kecil yang bisa produktif secara berkelanjutan untuk menopang perekonomian mereka. Tidak dapat dipungkiri meskipun pendidikan dapat membuat seseorang bekerja diperusahaan-perusahan besar namun disisi lain industri kecil atau UMKM juga dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan perekonomian suatu bangsa.

    Selanjutnya bagi yang belum melakukan pernikahan dini bisa kita antisipasi dengan berbagai tindakan preventif diantaranya : memberikan motivasi betapa pentingnya pendidikan, salah satu contohnya kita sebagai mahasiswa harus bisa memvisualisasikan diri dengan baik bahwa kita adalah generasi penerus bangsa yang siap menjadi pemimpin di masa depan nanti sehingga muncul sosok inspirasi bagi warga desa yang belum melakukan pernikahan dini untuk menunda niatan tersebut supaya bisa lebih berfokus menjenjang pendidikan yang setinggi-tingginya. Selanjutnya kita juga wajib mengarahkan pemuda untuk mengejar hobby mereka yang dalam lingkup kegiatan positif karena dengan menyibukkan pemuda menggeluti hobby mereka tak jarang hal itu bisa menghindarkan diri dari berbagai kegiatan negatif, kenakalan remaja atau bahkan bisa membuka peluang untuk membuka lapangan pekerjaan berdasarkan hobby mereka serta membawa mereka menuju gerbang kesuksesan.

    Dalam prosesnya supaya hal tersebut bisa berjalan secara maksimal dan kontinuitas dibutuhkan partisipasi aktif dari LSM terkait, tokoh masyarakat setempat yang berpengaruh untuk bisa meyakinkan warga setempat dan dinas terkait yang punya kewenangan dan keahlian sesuai yang dibutuhkan masyarakat. Melalui program PKM juga mahasiswa bisa berperan disini karena progam yang disusun sudah direview kebermanfaatannya serta bisa mendapat bantuan pendanaan dari Dikti.

    Pendidikan karakter merupakan salah satu hal yang paling penting untuk menjadi benteng bagi segala permasalahan yang dihadapi. Dengan pendidikan bisa mengubah yang tidak bisa menjadi bisa, mengubah ilmu menjadi ketrampilan, mengubah masalah menjadi solusi. Setiap pemuda harus punya daya juang yang tinggi bagi setiap permasalahan yang dimiliki. Kuncinya adalah kepedulian dan partisipasi aktif yang dimulai dari diri sendiri kemudian menyebarkan virus-virus kebermanfaatan ke banyak orang di sekitar kita.

    Minggu, 07 Februari 2016

    Logo BEM KM UNNES 2015 Kabinet Gelora Perubahan

    Awal 2015 ketika saya demisioner dari EneRC dan kemudian diberi amanah untuk menjadi MPO EneRC periode itu, saya kira akan semembosankan apa hidupku tanpa naungan sebuah organisasi. Sedangkan selama ini hampir setengah aktifitasku selalu kuhabiskan dengan aktifitas organisasi ntah melakukan apa yang sudah menjadi tanggung jawabku atau hanya sekedar nongkrong di basecamp tercinta.