RSS
Facebook
Twitter

Senin, 11 Juni 2018



Mercusuar adalah sebuah bangunan menara dengan sumber cahaya di puncaknya untuk membantu navigasi kapal laut. Sumber cahaya yang digunakan beragam mulai dari lampu sampai lensa dan (pada zaman dahulu) api. Mercusuar biasanya digunakan untuk menandai daerah-daerah yang berbahaya, misalnya karang dan daerah laut yang dangkal. Dalam prakteknya kerusakan yang sering terjadi pada mercusuar dikarekan kurangnya perawatan. Beberapa kerusakan diantaranya disebabkan oleh motor penggarak lampu mercusuar yang panas (aus) karena terus menerus digunakan tanpa henti selama 12 jam (pukul 18.00-06.00). Selain itu, muncul juga permasalahan bahwa energi untuk menghidupkan lampu serta menggerakkan motor pemutar mercusuar menghabiskan energi yang cukup besar. Maka dari itu, diperlukan alternatif solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan diatas. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk membuat sebuah teknologi terapan yang mampu menggantikan fungsi motor penggerak mercusuar yang sering rusak serta mengatasi permasalahan konsumsi energi pada mercusuar yang sangat boros karena dihidupkan secara terus menerus. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan pengumpulan data dengan berbagai metode yaitu observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Setelah itu data diolah dengan cara mereduksi data dan sajian data dibuat selengkap mungkin agar dapat menghasilkan sebuah teknologi tepat guna berupa mercusuar ramah lingkungan dan berkelanjutan. Untuk mengatasi berbagai permasalahan diatas maka dibuatlah suatu inovasi teknologi “Mercusuar Abadi: Prototype Mercusuar Bertenaga Hybrid Yang Berkelanjutan Dengan Menggunakan Prinsip Led Berjalan Sebagai Alternatif Pengganti Motor Penggerak”. Pemilihan prinsip led berjalan sebagai penggerak lampunya adalah karena dengan menggunakan prinsip ini mercusuar tidak perlu menggunakan motor penggerak lagi yang sering rusak karena terus menerus berputar namun hanya perlu menggunakan beberapa lampu led yang dipasang berjajar secara melingkar kemudian diprogram menggunakan Arduino Uno agar lampu led hidup satu bersatu sehingga tetap menimbulkan kesan lampu berputar seperti mercusuar pada umumnya. Arduino juga berfungsi sebagai timer untuk menghidupkan pukul 18.00 dan mematikan lampu pukul 06.00 sehingga tidak perlu dihidup dan matikan secara manual lagi. Kemudian untuk mengatasi permasalah konsumsi energi yang cukup boros digunakan tenaga Hybrid untuk menggerakkan dan menghidupkan lampu. Tenaga Hybrid yang digunakan yaitu kombinasi antara energi surya dan energi gelombang laut sehingga teknologi ini bisa disebut mercusuar abadi karena tidak mudah rusak, ramah lingkungan dan hidup terus-menerus secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Mercusuar, Prinsip Led Berjalan, Tenaga Hybrid,

Minggu, 10 Juni 2018





Menjadi mahasiswa adalah sebuah kemewahan, impian kebanyakan para anak muda dan merupakan tempat belajar yang paling ‘nyaman’ pagi para generasi penerus bangsa yang kelak terjun langsung ke masyarakat untuk mengurus bangsa ini.

Sabtu, 02 Juni 2018


IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BAGI ABK (ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS) BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN DAYA SAING BANGSA DALAM MENGHADAPI MEA
Handi Suryawinata1
Universitas Negeri Semarang
Pendahuluan
Setiap anak yang dilahirkan pasti mempunyai keistimewaannya masing-masing, termasuk ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Anak berkebutuhan khusus (dulu di sebut sebagai anak luar biasa) di definisikan sebagai anak yang memerlukan pendidikan dan layanan khusus untuk mengembangkan potensi kemanusiaan mereka secara sempurna (Hallahan dan Kauffman, 1986).

Selasa, 13 Maret 2018

Citra Dewi Arum Pitaloka



Awal mengalmu, tak bisa ku bohongi paras lah yang menjadi daya tarik utama. Kau tampak ‘gagah’ dengan Jaket Bem FF milikmu serta tak kalah anggun dengan untaian rok hitam-mu.

Waktu itu memang sebatas kagum, tak pernah berfikir bisa sejauh ini dekat denganmu. Namun kini aku bersyukur semakin bisa mengenalmu sedikit demi sedikit.

Pasang surut dalam sebuah hubungan pasti ada. Namun apapun yang terjadi bisakah berjanji untuk tidak mengatakan selamat tinggal?

Kau yang mengajariku banyak hal hingga aku bisa berada disini saat ini bersiap untuk menjemputmu bila dirimu lah memang takdirku.

Sabtu, 24 Februari 2018

Tak terasa sudah akhir februari, komitmen untuk 1 bulan 1 postingan harus dilanjutkan.

Terhitung semenjak akhir januari ku mulai petualangan baru, kembali menjajah kota orang lain. Sidoarjo, kali ini menjadi kesempatan kedua untuk mengadu nasib semenjak dikukuhkan namaku berakhiran S.Pd.

Kamis, 01 Februari 2018

Segores Kenangan di Jogja

Social Media Officer (SMO) Fisipol UGM, Pekerjaan resmi full time pertamaku yang mengantarku untuk kembali merantau jauh dari rumah. Pikiran pertama yang terlintas tentang Jogja yaitu ramah warganya, banyak tempat wisata dan banyak angkringan murah disini.

Rabu, 10 Januari 2018


Selasa (9/1) aku memberanikan diri untuk melangkahkan kaki menuju kota awam yang hanya ku ketahui sebagai kota industri dengan UMR yang cukup tinggi.

Sidoarjo, akankah menjadi tempatku berpetualang selanjutnya?

Cukup mantap karena ada 2 kawan yang telah bekerja di perusahaan yang akan ku tuju. Namun tak begitu yakin karena aku belum begitu familiar dengan alat-alat instrumentasi yang akan menjadi senjata utama jika diterima nanti.

Pagi buta, ku lakukan aktivitas yang sangat jarang ku lakukan. Mandi jam 5 pagi untuk mengejar kereta Sri Tanjung rute Jogja- Banyuwangi yang dijadwalkan berangkat jam 7 pagi.

Dalam perjalanan ini, ku habiskan banyak waktuku untuk kembali membaca teori dasar listrik yang lama tak pernah ku baca lagi.

Ketika lelah, tidur pun menjadi opsi paling tepat dalam mengusir rasa bosan dalam perjalanan. Tercatat tak kurang dari 3 kali ku bisa tertidur salama kurang lebih 7,5 jam perjalanan.

Dalam perjalanan, diluar dari kebiasaanku. Ku coba beranikan diri mengajak bicara seorang wanita yang ada di sebelahku.

Singkat cerita, baru ku tau dia adalah mahasiswa Pascasarjana UNY jurusan PKN. Dalam hati ku berucap, "Beruntung sekali dia bisa melanjutkan studi, salah satu impianku yang sepertinya harus ku coret dari deretan dream listku dikarenakan minimnya persiapan yang kulakukan sejauh ini".

Ketika berhenti di Surabaya Gubeng. Dia menawarkan sebungkus cilok yang baru dia beli. Ada rasa tak enak menerima pemberian dari seorang perempuan, namun lebih tak enak lagi apabila menolak pemberian itu.

Alhasil cilok tersebut berhasil sedikit mengganjal perut kosongku yang tak sempat mencicipi sarapan pagi seperti biasanya.

Waktu yang dinanti pun tiba, pimpinan yang ku tunggu sejak jam 16.00 baru datang menjelang adzan isya. Setalah adzan berkumandang, bukannya memulai interview tapi beliau justru mengajak kita sholat berjamaah terlebih dahulu.

Hmm.. sepertinya aku akan menyukai tempat ini. Begitu religius, mempunyai pendekatan yang ku suka dalam meningkatkan kualitas perusahaan.

Ketika wawancara, aku hanya berbicara apa adanya. Menekankan bahwa saya hanya sebatas tau secara teori alat-alat instrumentasi namun praktik lebih dalam saya butuh untuk diajari lagi.

Alhamdulillah kurang lebih 20 menit interview dan mungkin ditambah dengan pertimbangan hasil tes tertulis sebelumnya berhasil membawaku diterima disini.

PT. Hervitama Indonesia. Terima kasih atas kepercayaannya. Saya akan semaksimal mungkin memberikan yang ku bisa untuk perusahaan ini.

Tak pernah terpikirkan, aku si awam dalam dunia elektro ini bisa dipercaya menjadi seorang teknisi. Unik memang lika-liku perjalanan hidupku selama ini.

Rabu (10/1) jam 10.30 selepas berbincang dengan atasan mengenai keputusan diterima disini, ku putuskan untuk memesan gojek menuju Surabaya Gubeng.

Sebenarnya di Sidoarjo ada stasiun, namun karena rencana tak berjalan sebagaimana mestinya, ku tetap harus pulang menuju Jogja dari stasiun Surabaya Gubeng.

Belum sempat memesan dikarenakan masalah koneksi HP yang melemah, sebuah mobil karyawan hendak keluar kantor dan mengajakku untuk ikut bersama menuju Surabaya. Menjadi keberuntunganku yang kesekian kalinya dalam 2 hari perjalanan disini.

Sampai di stasiun Gubeng pukul 11.00, padahal kerataku berangkat pukul 13.30. Dalam benak, terpikir untuk menghubungi kawan yang berdomisili Surabaya namun urung kulakukan karena keterbatasan waktu dan takut mengganggu kesibukannya.

Singkat cerita, dalam kereta di perjalanan pulang menuju Yogyakarta. Ku beranikan diriku untuk kembali mengajak bicara orang tak ku kenal yang duduk di sebelahku.

Aku hanya berbicara sedikit, namun bapak itu berbalik bercerita begitu banyak hal kepadaku.

Kali ini yang terfikir adalah
"Apakah aku yang pendiam ini, kelak jika sudah tua nanti aku bisa secerewet bapak itu dan orang-orang tua lain yang pernah ku ajak bicara?'

Kebanyakan dari mereka suka bercerita. Sedangkan aku sampai saat ini, lebih suka bercerita lewat tulisan dari pada melalui lisan.

Ntah kenapa.

Menarik untuk dinantikan.

Menunggu hal-hal tak terduga dalam kehidupanku kedepannya nanti.

-Ditulis dari KA SRI TANJUNG, Gerbong 1, kursi 4D-
Persimpangan rel, 10 Januari 2018. Pukul 17.30 WIB.