RSS
Facebook
Twitter

Jumat, 21 Juni 2019

Kenapa Harus Ada Hatespeech?


Dalam membuat judul tulisan ini, saya berfikir cukup keras hingga akhirnya menemukan kata yang menurut saya paling tepat.

Pertimbangannya adalah saya ingin mulai menjadi baik. Baik dalam perbuatan, lisan dan tulisan. Maka dari itu, sebisa mungkin melalui tulisan ini saya ingin membahas kata yang negatif ini namun dengan sudut pandang yang positif. Paham tidak maksud pernyataan saya ini?

Rabu, 12 Juni 2019

Mulai Nulis Aja Dulu


Quote Menulis

Halo kawan. Sudah lama sekali nih ya saya berhenti menulis disini karena satu dan lain hal.

Berbicara mengenai menulis, aktivitas ini adalah satu dari beberapa hal yang membuatku diakui oleh beberapa kawan. 
Kebetulan dulu pernah beberapa kali iseng menulis dan beberapa diantaranya bisa diakui dengan menjadi juara atau ada juga yang dibukukan.

Atas dasar itu, saya ingin meminta maaf dan berterima kasih kepadanya. Caranya? Saya ingin kembali menulis disini, Mohon doanya ya kawan semoga bisa konsisten menulis lagi.

Nah kebetulan salah satu komika favorit ku yaitu bang Fico Fahriza lagi mulai kampanya #Shst : satu hari satu tulisan. Berangkat dari situlah saya merasa terpanggil untuk bergabung dengan kampanyenya bang Fico ini.

Tak jauh berbeda dari bang Fico ini yang ingin membuat gerakan perlawanan terhadap banyak tulisan sekarang yang justru saling menjatuhkan. Saya juga ingin demikian, menulis untuk menyebarkan kebaikan, kalau bisa.

Namun, disini mungkin saya hanya akan berbagi tulisan mengenai pemikiran, isi kepala atau ide mengenai hal yang saya cermati.

Untuk tulisan yang bermanfaat, kawan-kawan bisa mengunjungi handisuryawinata.wordpress.com

Saya rasa disitu sedikit lebih bermakna tulisannya. Namun masih terbatas di ruang lingkup electrical dan engineering.

Akhir kata, Terima kasih dan semoga harimu menyenangkan.

Jumat, 08 Maret 2019

Sakit Adalah Ampunan Dosa

Sakit adalah ampunan dosa. Aku tak ingat pasti dari mana aku mendengarnya. Namun sepertinya aku meyakininya.

Sebagai manusia, kadang aku terlalu ambisius mengejar semua mimpi-mimpiku hingga terkadang memaksa tubuh ini bekerja lebih keras dari biasanya.



Selasa, 08 Januari 2019

Memaksimalkan 24 Jam yang Dimiliki

Setiap manusia di muka bumi ini mempunyai jatah waktu yang sama yaitu 24 jam dalam sehari untuk menjalani hidupnya.



Setiap individu tentu memanfaatkan waktu 24 jam tersebut dengan cara yang berbeda-beda.

Selasa, 11 Desember 2018

Meminimalisir Efek Broken Home

Baru-baru ini kita dikejutkan oleh keputusan 2 artis ternama Indonesia untuk mengakhiri bahtera rumah tangga yang telah dijalin selama lebih dari 5 tahun lamanya.

Ya, mereka adalah Gading dan Gisel. Banyak spekulasi yang beredar mengenai penyebab perceraian tersebut namun saya pribadi lebih suka menyoroti tagar yang cukup viral yaitu #savegempi.

Minggu, 02 Desember 2018


Dalam sebuah hubungan, kita pasti pernah mengalami suatu perbedaan pandangan dalam menyikapi hal apapun, dalam hal besar yang menyinggung masalah prinsip hidup atau sekedar masalah sepele semacam "kenapa kamu enggak like postingan instagramku? Padahal postingan dia kamu like!!1!1!1!1!1!!!" 😂



Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyikapinya yaitu:

Rabu, 19 September 2018

Seseorang pernah berkata, “Saat mendaki kepribadian seseorang akan benar-benar terlihat; apakah dia egois atau peduli dengan sesamanya”.

Kata-kata itu yang pertama kali kuingat bahkan saat beberapa langkah baru mendaki puncak Puthuk Siwur 1429 MDPL dan puncak Gunung Pundak 1585 MDPL. Bahkan lebih kuingat ketimbang slogan paling populer bagi pendaki yaitu; Jangan ambil apapun selain foto, Jangan tinggalkan apapun selain jejak dan Jangan membunuh apapun selain waktu.

Bagaimana tidak, sebagian dari kami adalah pendaki amatir, atau lebih mudah menyebutnya dengan orang-orang yang malas berolahraga. Maka dihadapkan medan dengan sedikit lebih berat, tubuh langsung kaget dengan memunculkan beberapa reaksi seperti masuk angin atau sekedal pegal-pegal dan nafas terengah-engah.

Padahal sebagai teknisi instrument di Wilmar tentu sebagian dari kita sudah terbiasa berpanas-panasan menghadapi boiler plant, naik turun tangga atau membongkar pasang instrument yang cukup menguras tenaga. Namun nampaknya angin malam itu membuat kami harus sedikit berjalan lebih lambat untuk lebih lama menikmati pemandangan gemerlap kota mojokerto maupun berbincang dengan sesama pendaki lainnya.

Hal ini lah yang mengingatkan kita bahwa segala sesuatu itu butuh persiapan, termasuk mendaki gunung. Baik itu persiapan mental, fisik maupun peralatan penunjang yang sesuai.

Meskipun tak begitu tinggi dan cukup asing namanya bagi saya, pendakian di Gunung Pundak ini cukup membuat antusias karena Gunung ini adalah yang pertama saya daki di tanah rantau, di provinsi Jawa Timur ini.

Setelah hampir 2 jam mendaki, sampailah kita di tujuan pertama yaitu Puncak Puthuk Siwur. Disini kita mendirikan tenda dan kemudian mulai memasak beberapa bekal yang kita bawa dari bawah. Bukan kita sih, lebih tepatnya Pak Roud dan Mas Lemri yang memasak karena memang saya tak tau bagaimana cara menggunakan kompor mini itu hehe

Puncak Puthuk Siwur