RSS
Facebook
Twitter

Minggu, 22 November 2015

PPL SMK Islam Al-Hikmah Mayong Jepara

Alhamdulillah suatu pengalaman berharga ketika saya bersama Budi, Hadi Alhamdulillah suatu pengalaman berharga ketika saya bersama Budi, Hadiid, Karidhoi, Lingga, Reza, Irfan, Agus, Nida, Nala, Agung, In’am, Arisa, Novita, Eko, Dian, Yayah, Risa, Nidia, …, dipertemukan dalam salah satu kegiatan akademik dari Universitas Negeri Semarang yang bertujuan untuk melatih calon sarjana pendidikan mengenal seluruh kegiatan di sekolah secara real yang disebut dengan kegiatan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan).

SMK Islam Al Hikmah Mayong, merupakan suatu kebanggaan dan apresiasi yang sebesar besarnya saya persembahkan kepada sekolah ini terutama kepada ibu Elly selaku kepala sekolah yang telah memberikan kesempatan dan menyambut dengan baik kepada kami 22 mahasiswa PPL Unnes.

Sebuah pengalaman yang berharga selama periode Agustus sampai Oktober 2015 melewati waktuku bersama kawan-kawan seperjuangan, guru, toolman, staff serta murid-murid SMK Islam Al-Hikmah Mayong Jepara. Beberapa kenangan dan pelajaran telah berhasil mengakar dengan sangat indah dari lubuk hati yang terdalam.

Beberapa pengalaman yang ingin saya bagikan yaitu salah satunya ketika saya, budi dan nida diamanahi untuk mengisi materi motivasi dalam salah satu sesi acara Persami. Persiapan yang kami lakukan hanya sehari, merampungkan ppt dan persiapan unjuk gigi pada malamnya dan langsung tampil pada pagi harinya.  Namun, respon dari beberapa audience sungguh luar biasa. Beberapa murid sampai meneteskan air mata karena apa yang kami sampaikan. Bahkan setelah acara beberapa murid ada yang mendekatiku untuk sharing-sharing mengenai pengalaman dan meminta saran bagaimana menyikapi segala suatu hal.

Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Bapak Agus Wijayadi S.T., selaku guru pamong yang telah membimbing, mendidik dan memberi kesempatan dengan baik sehingga saya bisa merasakan bagaimana sensasi menjadi guru.

Untuk temen-temen PPL, terus jaga kekompakan, jangan mudah terkoyak atas hal-hal kecil. Keadilan itu bukan berarti menyama ratakan semuanya, namun keadilan adalah memberikan porsi sesuai kebutuhan agar mencapai hasil yang sama. Terima kasih telah banyak membantu mensukseskan berbagai rangkaian kegiatan PPL 2015 ini.

Untuk anak-anakku khususnya kelas XAV1 dan XAV2, terus belajar dengan sungguh-sungguh dan semangat bersekolah karena hakikat bersekolah bukan hanya untuk mencari ijazah semata. Namun hakikat sekolah itu untuk mencari ilmu dan pengalaman yang berharga sebanyak-banyaknya yang tak bisa didapatkan diluar sana.

Bu Elly pernah berkata ketika input bagus kemudian outputnya bagus itu sudah biasa, yang luar biasa adalah ketika output kurang bagus namun menghasilkan output yang bagus. Maka dari itu, ketika berada di mengajar dalam kelas terkadang saya memposisikan diri sebagai murid terbodoh dalam kelas supaya saya bisa mengetahui metode paling tepat untuk menyampaikan suatu materi ke diriku sendiri.

Tak banyak orang yang bisa menghargai setiap momen kebersamaan. Padahal, ketika bersama kalian adalah hal terindah yang pernah saya lewati.

See you on tup guys. id, Karidhoi, Lingga, Reza, Irfan, Nida, Nala, Agung, In’am, Arisa, Novita, Eko, Dian, Yayah…, dipertemukan dalam salah satu kegiatan akademik dari Universitas Negeri Semarang yang bertujuan untuk melatih calon sarjana pendidikan mengenal seluruh kegiatan di sekolah secara real yang disebut dengan kegiatan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan).

Jumat, 20 November 2015

Menjadi pemimpin itu?

Sebuah pengalaman berharga ketika saya, seorang mahasiswa biasa-biasa saja bisa diamanahi untuk memimpin kepanitiaan Narescamp (National Research Camp) UKMP Unnes.

Who am I ?

Rabu, 21 Oktober 2015



Setiap event pasti menimbulkan goresan-goresan kecil yang beragam. Menurut saya itu hanya masalah selera dan perbedaan sudut pandang saja. Saya harap semakin hari semakin banyak pribadi yang mampu menerima setiap hal yang dilalui dengan lapang dada.

Youth Media Festival 2015, salah satu event kepemudaan yang kembali saya ikuti, bertemu dengan berbagai macam pembicara dan kawan-kawan sesama volunteer yang sangat menginspirasi dari berbagai penjuru Indonesia.

YMF 2015 ini mengambil tema “Hastag For Nation” dimaksudkan agar kita para pemuda membuat hastag kita sendiri atau dengan kata lain membuat gerakan kita sendiri untuk Indonesia.

Mengangkat 3 isu utama yaitu media, bonus demografi dan MEA, acara YMF 2015 ini diselenggarakan dengan cukup meriah di Udinus Semarang,

Dukungan dari kampus terhadap acara ini saya rasa sangat luar biasa, Bahkan Rektor Udinus turut berpartisipasi aktif dengan menjadi salah satu pembicara di Grand Seminar pertama dengan memperkenalkan produk unggulan dari Udinus ini sendiri yaitu E-Gamelan yang bisa berfungsi di Android. E-Gamelan ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari pihak kampus, pihak keraton jogja dan solo serta sudah sanggup mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Minion Team, Terbaik ke-3 Creative Work
Dalam event ini saya memfokuskan untuk mengambil banyak ilmu dari kelas jurnalistik. Beberapa pandangan dan idealisme saya peroleh disini, diantaranya: Salah seorang pemateri dari Suara Merdeka mengajak kita para pemuda sekarang untuk lebih melek media, karena tidak semua media menyampaikan fakta tapi terkadang media hanya membenarkan fakta. Hal ini dirasa wajar terjadi karena semata-mata untuk mengejar rating, profit oriented dan power.

Senin, 12 Oktober 2015



Narescamp atau Nasional Research Camp adalah kompetisi penelitian berbasis pengabdian. Narescamp ini dilaksanakan selama tiga 3 hari di Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kendal, Jawa Tengah. Kompetisi tingkat nasional ini terbuka untuk semua mahasiswa PTN atau PTS yang ada di Indonesia.

Sabtu, 25 Juli 2015

From Teh Kocok To Minimo Ice Cream


9 Juli 2014, masih teringat tanggal itu, ketika di bulain ramadhan itu kami 3 mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) –Handi Suryawinata (Pendidikan Teknik Elektro 2012), Senditya Erlangga Joko Saputro (Pendidikan Ekonomi 2012) dan Indra Abintya (Pendidikan Ekonomi 2012) mulai mencoba menaklukkan dunia dari tepi jalan di depan Koperasi Mahasiswa (Kopma) Unnes.

Teh Kocok, begitu kami menamainya. Ide ini datang tentu saja setelah melalui riset dan berbagai analisis cukup melelahkan yang sebelumnya telah kami lakukan sebelumnya. Sebuah langkah awal telah kami lakukan dengan tujuan untuk mampu menjadi salah bagian untuk menjadi solusi bagi permasalah negeri ini.

Dulu, tak banyak mahasiswa yang berani menjadi kami. Berjualan Teh di pinggir jalan untuk sekedar mendapatkan keuntungan yang jumlahnya tak seberapa. Meskipun sedikit canggung, kami pun memulainya. Satu langkah kecil yang kami bertiga percayai akan mampu mengubah hidup kami bertiga nantinya.

Buat yang belum tahu, Teh Kocok ini bukan sekadar minuman teh biasa. Teh Kocok memiliki beberapa varian rasa, beberapa diantara yang masih saya ingat yaitu : Vanilla Tea, Strawberry Tea, Choho Tea, Melon Tea, Oreo Tea, Moca Tea, Coffe Tea dan beberapa lainnya. Terdengar aneh mungkin, ditengah sedang maraknya minuman susu atau kopi yang sedang menjamur di kawasan Unnes. Namun ini lah kami, uniknya kami, kami bangga dengan ini.

Segalanya berubah ketika ada satu kawan kami lagi ~Nio, Akutansi 2012 ingin bergabung dan memberika cukup nafas bagi kami agar bisa lebih melebarkan sayap lagi dalam melakukan usaha di kawasan Unnes ini.

Setelah belajar dari beberapa kawan dan kakak angkatan yang telah mampu lebih dulu bergerak di bidang kuliner ini, kami memberanikan diri untuk mengambil kesempatan emas yang tak mungkin datang dua kali untuk menyewa ruko di kawasan Banaran, Gunungpati, Unnes untuk memulain sesuatu hal baru, sesuatu yang lebih besar dari sebelumnya.

Minimo Ice Cream, begitu kami menamainya. Dengan menu utama Ice Cream sekali lagi kami menjadi pelopor pertama untuk kedai Ice Cream di Unnes ini. Di Minomo Ice Cream ini kami tentu tak meninggalkan sejarah kita, untuk semua pelanggan lama kami yang masih merindukan teh kocok masih bisa didapat di kedai Minimo Ice Cream ini.

Ini adalah mimpi kita, mampu mempunyai usaha sendiri yang hingga saat ini telah mampu memperkerjakan 5 orang pegawai. Suatu pencapaian yang membuat kami bangga karena mampu memberikan sedikit kontribusi nyata bagi bangsa ini.

Perlajanan belum berhenti sampai disini, kami harap apa yang telah kami capai mampu memberikan beberapa manfaat yang lebih besar lagi bagi banyak orang, Minimo mampu melebarkan sayapnya lebih luas lagi sehingga mampu menjadi solusi nyata bagi bangsa ini.

Semua pencapaian ini saya persembahkan untuk semua pihak yang telah membantu kami selama ini, tanpa bantuan kalian semua kami bukan apa-apa. Terimakasih semuanya.

Perkembangan mengenai Minimo Ice Cream dapat di cek di akun instagram kami : @minimoicecream

Jumat, 19 Juni 2015

Cerita dari Mahasiswa Rak-Nggenah

Kuliah di kampus sendiri itu terlalu mainstream hahaha itu hanya kedok saja ketika akademikku di semester ini sangat tercampakkan.

Kali ini kembali bisa mencicipi suasana kota Surabaya yang sudah entah keberapa kalinya. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) selalu mampu membersembahkan yang terbaik dalam setiap event yang diselenggarakannya.

Ini cerita tentang event skala internasional dan kualitas internasional dengan tanpa dipungut biaya sepeserpun. Bagaimana nilai suatu relasi diubah menjadi sebuah kekuatan. Bagaimana nilai suatu kebermanfaatan diubah menjadi suatu hal yang membanggakan.

Ini cerita tentang mahasiswa yang mengorbankan akademiknya demi subuah perjalanan baru.

ini cerita tentang mahasiswa ndeso yang bisa bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa lain dari Asean bahkan belahan dunia lainnya.

Ini cerita tentang pembuktian bagaimana kekuatan lingkungan bisa mempengaruhi kepribadian seseorang.

Bahkan ini juga cerita tentang inspirasi dari seorang pemuda yang hidup, tumbuh dan berkembang di zaman perang saudara dan baru bisa bersekolah dari usia 10 tahun namun masih bisa tetap melanjutkan kuliah hingga jenjang S2, ini juga cerita mengenai seorang pemuda yang 20 hari berpetualang di 5 Negara asean melalui jalur darat. It’s so amazing.


Tak banyak yang ingin saya ceritakan disini. . . Yuk mumpung masih jadi mahasiswa, ukir sendiri ceritamu. Keluar dari kampusmu, lihat dunia luar, ketahui bagaimana mahasiswa lain berkuliah, bagaimana keadaan kampus2 lain, dapatkan teman-teman baru dari kampus lain, cerita-cerita inspiratif, pengalaman-pengalaman luar biasa dan moment tak terlupakan :D

#Young Engineers and Scientists Summit ASEAN 2015
#ASEAN Youth Collaboration Festival 2015
#ASEAN Camping Ground 2015
#Subcluster ASEAN Power Grid
#IDOK Team


#PrayForRiau

Ada sesuatu hal yang mungkin harus diceritakan untuk diambil hikmahnya, namun disisi lain ada juga cerita yang tak perlu untuk diceritakan dan hanya perlu untuk dikenang :)

Anak ilmiah dimana-mana selalu itu-itu aja, kalo nggak ketemu di kompetisi ini ya ketemu di kompetisi selanjutnya ahahaha