RSS
Facebook
Twitter

Minggu, 17 April 2016

Solusi untuk Pernikahan Dini?

Menurut saya, pernikahan usia dini itu mempunyai sisi positif maupun sisi negatifnya, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dilihat dari perspektif sosial, pernikahan dini akan menghindarkan diri dari seks bebas dan memicu diri untuk lebih cepat mandiri. Namun begitu menurut saya, sisi negatif pernikahan dini lebih banyak diantaranya : dari sisi kesehatan, ada beberapa pandangan yang menyebutkan meski perempuan sudah mengalami haid namun organ reproduksi wanita belum sepenuhnya benar-benar siap, bahkan dalam beberapa kasus tingginya AKI (Angka Kematian Ibu Melahirkan) dan AKB (Angka Kematian Bayi) disebabkan oleh karena pernikahan dini. Dari sisi pendidikan, akan lebih susah untuk tetap bersekolah ke jenjang yang setinggi-tingginya jika sudah disibukkan dengan urusan rumah tangga, padahal pendidikan merupakan salah satu aspek untuk meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik. Dilihat dari sisi psikologi, pernikahan dini dipandang dapat mengurangi keharmonisan keluarga mengingat emosi yang masih labil dan jika ada pertengkaran susah untuk salah satu dari pasangan tersebut mengalah.

Solusi yang seharusnya dilakukan bagi yang sudah melakukan pernikahan dini yaitu diantaranya: pendidikan mengenai pentingnya kesehatan reproduksi, serta yang paling penting mereka harus benar-benar bisa dirangkul dalam segi untuk bisa mencukupi kebutuhan perekonomian mereka, dalam hal ini cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan atau ketrampilan yang dibutuhkan oleh masyarakat luas diantaranya ketrampilan menjahit, membuat kue atapun catering, serta kerajinan skala kecil yang bisa produktif secara berkelanjutan untuk menopang perekonomian mereka. Tidak dapat dipungkiri meskipun pendidikan dapat membuat seseorang bekerja diperusahaan-perusahan besar namun disisi lain industri kecil atau UMKM juga dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan perekonomian suatu bangsa.

Selanjutnya bagi yang belum melakukan pernikahan dini bisa kita antisipasi dengan berbagai tindakan preventif diantaranya : memberikan motivasi betapa pentingnya pendidikan, salah satu contohnya kita sebagai mahasiswa harus bisa memvisualisasikan diri dengan baik bahwa kita adalah generasi penerus bangsa yang siap menjadi pemimpin di masa depan nanti sehingga muncul sosok inspirasi bagi warga desa yang belum melakukan pernikahan dini untuk menunda niatan tersebut supaya bisa lebih berfokus menjenjang pendidikan yang setinggi-tingginya. Selanjutnya kita juga wajib mengarahkan pemuda untuk mengejar hobby mereka yang dalam lingkup kegiatan positif karena dengan menyibukkan pemuda menggeluti hobby mereka tak jarang hal itu bisa menghindarkan diri dari berbagai kegiatan negatif, kenakalan remaja atau bahkan bisa membuka peluang untuk membuka lapangan pekerjaan berdasarkan hobby mereka serta membawa mereka menuju gerbang kesuksesan.

Dalam prosesnya supaya hal tersebut bisa berjalan secara maksimal dan kontinuitas dibutuhkan partisipasi aktif dari LSM terkait, tokoh masyarakat setempat yang berpengaruh untuk bisa meyakinkan warga setempat dan dinas terkait yang punya kewenangan dan keahlian sesuai yang dibutuhkan masyarakat. Melalui program PKM juga mahasiswa bisa berperan disini karena progam yang disusun sudah direview kebermanfaatannya serta bisa mendapat bantuan pendanaan dari Dikti.

Pendidikan karakter merupakan salah satu hal yang paling penting untuk menjadi benteng bagi segala permasalahan yang dihadapi. Dengan pendidikan bisa mengubah yang tidak bisa menjadi bisa, mengubah ilmu menjadi ketrampilan, mengubah masalah menjadi solusi. Setiap pemuda harus punya daya juang yang tinggi bagi setiap permasalahan yang dimiliki. Kuncinya adalah kepedulian dan partisipasi aktif yang dimulai dari diri sendiri kemudian menyebarkan virus-virus kebermanfaatan ke banyak orang di sekitar kita.

Minggu, 07 Februari 2016

Logo BEM KM UNNES 2015 Kabinet Gelora Perubahan

Awal 2015 ketika saya demisioner dari EneRC dan kemudian diberi amanah untuk menjadi MPO EneRC periode itu, saya kira akan semembosankan apa hidupku tanpa naungan sebuah organisasi. Sedangkan selama ini hampir setengah aktifitasku selalu kuhabiskan dengan aktifitas organisasi ntah melakukan apa yang sudah menjadi tanggung jawabku atau hanya sekedar nongkrong di basecamp tercinta.

Sabtu, 02 Januari 2016

[Teknik] Komunikasi Itu Penting



Waktu itu (12/12/2015) Alhamdulillah Saya bersama rekan saya Eko Budi Wibowo kembali diamanahi untuk presentasi hasil tulisan kami dalam event lomba Esai Jateng-Diy ERC FIS UNNES. Setelah di beberapa  kesempatan sebelumnya presentasi saya selalu di luar kampus, baru kali ini diamanahi untuk presentasi di kampus sendiri. Kesempatan yang sangat membuat saya interest dalam menghadapi presentasi di hadapan dewan juri kali ini.

Minggu, 20 Desember 2015



Jika kalian benar-benar mengenal diriku, tentu tau kata-kata semangat adalah kata terakhir yang selalu terucap. Ucapan tersebut bukan karena sekadar basa-basi saja atau merupakan sebuah kata terakhir yang terucap karena telah kehabisan kata-kata lain. But why?
Temenan itu.. Main Bareng, Bukan Jaim Bareng

Senin, 14 Desember 2015

Be Glowing Be Inspiring




Senin (7/12/15)merupakan salah satu hari bersejarah dalam hidup saya. Hari ini pertama kalinya saya mendapat aspirasi dari jurusanku tercinta (Teknik Elektro, red). Di hari yang berbahagia itu saya diundang untuk mejadi salah satu nominasi dalam acara Elektro Awards 2015. Saya diundang sebagai salah satu pembaca nominasi atas mungkin karena beberapa waktu lalu pernah menjadi perwakilan mahasiswa berprestasi dari jurusan Teknik Elektro bersama rekan saya dari PTIK 2012 Iswara Maharani.

One Invitation for One Person

Minggu, 22 November 2015

PPL SMK Islam Al-Hikmah Mayong Jepara

Alhamdulillah suatu pengalaman berharga ketika saya bersama Budi, Hadi Alhamdulillah suatu pengalaman berharga ketika saya bersama Budi, Hadiid, Karidhoi, Lingga, Reza, Irfan, Agus, Nida, Nala, Agung, In’am, Arisa, Novita, Eko, Dian, Yayah, Risa, Nidia, …, dipertemukan dalam salah satu kegiatan akademik dari Universitas Negeri Semarang yang bertujuan untuk melatih calon sarjana pendidikan mengenal seluruh kegiatan di sekolah secara real yang disebut dengan kegiatan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan).

SMK Islam Al Hikmah Mayong, merupakan suatu kebanggaan dan apresiasi yang sebesar besarnya saya persembahkan kepada sekolah ini terutama kepada ibu Elly selaku kepala sekolah yang telah memberikan kesempatan dan menyambut dengan baik kepada kami 22 mahasiswa PPL Unnes.

Sebuah pengalaman yang berharga selama periode Agustus sampai Oktober 2015 melewati waktuku bersama kawan-kawan seperjuangan, guru, toolman, staff serta murid-murid SMK Islam Al-Hikmah Mayong Jepara. Beberapa kenangan dan pelajaran telah berhasil mengakar dengan sangat indah dari lubuk hati yang terdalam.

Beberapa pengalaman yang ingin saya bagikan yaitu salah satunya ketika saya, budi dan nida diamanahi untuk mengisi materi motivasi dalam salah satu sesi acara Persami. Persiapan yang kami lakukan hanya sehari, merampungkan ppt dan persiapan unjuk gigi pada malamnya dan langsung tampil pada pagi harinya.  Namun, respon dari beberapa audience sungguh luar biasa. Beberapa murid sampai meneteskan air mata karena apa yang kami sampaikan. Bahkan setelah acara beberapa murid ada yang mendekatiku untuk sharing-sharing mengenai pengalaman dan meminta saran bagaimana menyikapi segala suatu hal.

Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Bapak Agus Wijayadi S.T., selaku guru pamong yang telah membimbing, mendidik dan memberi kesempatan dengan baik sehingga saya bisa merasakan bagaimana sensasi menjadi guru.

Untuk temen-temen PPL, terus jaga kekompakan, jangan mudah terkoyak atas hal-hal kecil. Keadilan itu bukan berarti menyama ratakan semuanya, namun keadilan adalah memberikan porsi sesuai kebutuhan agar mencapai hasil yang sama. Terima kasih telah banyak membantu mensukseskan berbagai rangkaian kegiatan PPL 2015 ini.

Untuk anak-anakku khususnya kelas XAV1 dan XAV2, terus belajar dengan sungguh-sungguh dan semangat bersekolah karena hakikat bersekolah bukan hanya untuk mencari ijazah semata. Namun hakikat sekolah itu untuk mencari ilmu dan pengalaman yang berharga sebanyak-banyaknya yang tak bisa didapatkan diluar sana.

Bu Elly pernah berkata ketika input bagus kemudian outputnya bagus itu sudah biasa, yang luar biasa adalah ketika output kurang bagus namun menghasilkan output yang bagus. Maka dari itu, ketika berada di mengajar dalam kelas terkadang saya memposisikan diri sebagai murid terbodoh dalam kelas supaya saya bisa mengetahui metode paling tepat untuk menyampaikan suatu materi ke diriku sendiri.

Tak banyak orang yang bisa menghargai setiap momen kebersamaan. Padahal, ketika bersama kalian adalah hal terindah yang pernah saya lewati.

See you on tup guys. id, Karidhoi, Lingga, Reza, Irfan, Nida, Nala, Agung, In’am, Arisa, Novita, Eko, Dian, Yayah…, dipertemukan dalam salah satu kegiatan akademik dari Universitas Negeri Semarang yang bertujuan untuk melatih calon sarjana pendidikan mengenal seluruh kegiatan di sekolah secara real yang disebut dengan kegiatan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan).

Jumat, 20 November 2015

Menjadi pemimpin itu?

Sebuah pengalaman berharga ketika saya, seorang mahasiswa biasa-biasa saja bisa diamanahi untuk memimpin kepanitiaan Narescamp (National Research Camp) UKMP Unnes.

Who am I ?