RSS
Facebook
Twitter

Jumat, 12 Juni 2026

Halo, Gyan!

Halo nak, mungkin 10 atau 20 tahun dari hari ini 12/06/2026, kamu baru akan menemukan tulisan ini. 

Kamu tau? hari ini adalah kedatanganmu, pukul 13.11 WIB setelah ibumu 2 malam tak tidur. Meskipun penuh perjuangan, tapi hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untuk kami, begitupun ku harap di tanggal ini kamu selalu bahagia juga karena ada 2 orang yang telah lama menantikan kedatanganmu.

Selain membawa kebahagiaan, kamu adalah alasan ayah untuk harus jadi pribadi yang lebih baik, suami yang lebih baik dan tentu saja ayah yang lebih baik dari yang pernah kamu bayangkan sebelumnya. Supaya kamu enggak menyesal sudah terlahir di bumi ini dari jalur kedua orang tuamu ini.

Oiya sepertinya kamu terlalu excited ketika akan keluar dari rahim ibumu soalnya seperti ada bekas memar di dahi, semoga semangat itu masih kamu bawa hari ini ya :)

Tulisan ini dibuat sebagai bentuk luapan kebahagian yang asal kamu tau lamaaaa banget ayah tidak menulis, kini kembali menulis. Padahal, ssal kamu tau nak, menulis adalah salah satu bagian penting dari hidup ayah karena melalui aktifitas ini ayah pernah menemukan 'harapan' bahwa ada sesuatu dari diri ayah yang bisa dibanggakan. Cek aja di fesbuk ayah, dulu ayah pejuang KTI lho, dengan menulis ayah sudah merasakan terbang di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, meskipun hanya 1 kota per pulau hehe tapi ayah bangga pernah seberprestasi itu.

Aktifitas ini sudah lama ayah tinggalkan, dan kehadiranmu telah mengembalikan salah satu kebiasaan baik menurut ayah, yaitu menulis.

Beberapa kebiasaan baik ayah banyak yang tertinggal sebelum ini, tapi dengan kehadiranmu ayah jadi menemukan alasan untuk mungkin setidaknya mengembalikan kebiasaan baik lainnya dan menjadi pribadi lebih baik, lebih percaya diri, dan tentu saja lebih bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Bagaimana kabarmu ketika kamu membaca tulisan ini? semoga kamu selalu baik.

Pesan ayah, nikmati prosesnya, kadang mudah dan kadang sulit, tapi kamu harus temukan cara untuk bisa menikmati proses.

Selamat istirahat.

Kamis, 25 Agustus 2022

Tugas, Rasa Syukur dan Tanggung Jawab

The Sun


Belakangan situasi keos semakin melebar, tak hanya di area A, pun juga melebar ke area H.


Ketika situasi seperti ini terjadi, kembali teringat bahwa 'Surya' disematkan menjadi nama tengah bukan tanpa alasan.


Pemberian ini tentu menjadi harapan bagi pemiliknya kelak bisa menjadi cahaya untuk lingkungan sekitarnya.


Di saat kondisi yang semakin tak menentu seperti ini, Sang Surya tak boleh bergantung dan menunggu munculnya cahaya lain.


Bangkitnya kesadaran bahwa dia memiliki tugas dan kemampuan untuk menghangatkan lingkungan sekitar.


Disitulah jati diri dan takdir yang harus telah tersemat harus dijalani dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab.


Pilihannya adalah 

Mewarnai atau diwarnai

Membentuk atau dibentuk

Dia seharusnya tau takdirnya ada di sisi mana.

Rabu, 24 Agustus 2022

Stumble Guys

 

Di era teknologi saat ini, khususnya untuk generasi muda saat ini (Gen Z dan Milenial) pasti pernah bermain game, setidaknya sekali dalam seumur hidupnya.

 

Game sendiri punya banyak jenisnya, mulai dari PC Games, Console games, Mobile games dan lain sebagainya.

 

Berbagai macam game tersebut punya peminatnya sendiri-sendiri, bahkan beberapa diantaranya ada yang telah menyebabkan candu bagi para pemainnya.

 

Bermain game menjadi candu karena karena beberapa alasan diantaranya, bisa menjadi penghilang stress ketika penat menjalani "real life", menawarkan dunia virtual yang mengasikkan hingga sekedar karena faktor pertemanan yang kebanyakan sedang mempermainkan game yang sama.

 

Apapun itu, disana kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan.

 

Keseruan bermain game bisa diperoleh dari mana saja, baik itu ketika menjalankan dan menyelesaikan misi satu per satu seperti dalam permainan GTA, melewati berbagai rintangan untuk bisa mencapai garis finish seperti pada game STUMBLE GUYS atau berhasil mengejek kawan bermain kita ketika berhasil mencetak gol pada game PES / FIFA.

 

Semua pemain game punya caranya sendiri untuk menikmati game yang dimainkan.

 

Lalu, bagaimana jika kita mengibaratkan hidup kita sedang bermain game.

 

Setumpuk tugas kantor kita ibaratkan seperti sedang mengerjakan misi di game GTA. Bermacet-macetan menuju tempat kerja kita ibaratkan dengan sedang berlomba menuju garis finish ibarat bermain STUMBLE GUYS dan berlelah-lelah di pabrik kita ibaratkan sebuah proses untuk mencetak gol ke gawang lawan.

 

Terlihat menyenangkan bukan?

 

Dengan begitu, semuanya menjadi sibuk dengan misi dan keseruannya masing-masing sehingga tak kan ada lagi yang namanya ‘saling curiga’ dengan teman sekantor atau hal tak menyenangkan lainnya sehingga kantor bisa menjadi tempat yang lebih nyaman dan menyenangkan untuk didatangi setiap pagi.

 

Mengingat 1/3 waktu kita habis dikantor, jadi alangkah baiknya semua elemen kantor harusnya bisa berlomba-lomba untuk menciptakan iklim kerja yang positif, bukan malah sebaliknya.

Kamis, 03 Februari 2022

Who am i?

Boleh lelah, namun tak boleh menyerah


Salah satu harapan yang ingin bisa aku capai adalah bisa mendefinisikan siapa diriku.


27 tahun menjalani kehidupan ternyata aku belum bisa menemukan jawabannya.


Dulu semasa kecil sempat punya beberapa prestasi di bidang lukis, namun ketika melihat keatas ternyata banyak yang jauh lebih baik akhirnya ku tinggalkan dunia lukis.


Lalu sempat menemukan potensi dalam bisa kepenulisan karya ilmiah, namun ternyata kurang dalamnya riset membuat tulisanku seringkali hanya mentok di 10 besar.


Selanjutnya, sempat menemukan kebahagiaan ketika bermain futsal, pun sempat berprestasi juga. Namun tetap harus ditinggalkan karena pekerjaan yang nomaden sehingga sulit sekali menetap di 1 komunitas futsal yang sama.


Kini justru bekerja di bidang yang berbeda dari ketiga hal diatas yaitu dunia instrumentasi. Beruntung kali ini tak jauh berbeda dari jurusan kuliah yang diambil, sehingga terpakai juga beberapa ilmu yang di dapat di dunia kuliah.


Namun lagi, dunia ini belum cukup kuat untuk membuatku meantap mengucapkan "i was born to be an instrumentation engineer".


Oiya satu lagi, yang paling mendekati dari definisi diri justru dari kegiatan sampingan yaitu mendesain grafik, video dan ppt. Namun cuan yang dihasilkan masih sedikit. Jadi juga belum bisa cukup kuat untuk jadi jawaban atas pencarian ku selama ini.


Kedepan, aku yakin masih ada sesuatu yang tercipta dari ku sehingga aku bisa mantap mengatakan aku adalah seorang _____


Mungkin 1 atau 2 percobaan lagi aku akan menemukannya. Semakin banyak mencoba maka semakin banyak jatah gagal yang akan tercoret. Lebih baik gagal ketika sudah mencoba dari pada menyesal karena tidak pernah mencoba.

Jumat, 14 Januari 2022

Tidak Percaya Teman

 


Dalam sebuah kerja tim, terkadang kita harus tidak percaya teman.

 

Tidak percaya teman disini bukan berarti membicarakan kejelekannya dibelakang, atau melakukan hal buruk lainnya.

 

Tidak percaya teman bisa juga direspon dengan cara yang positif yaitu dengan;

1.       Memback-up pekerjaan teman.

2.       Mendiskusikan apa yang akan dan sedang dilakukan teman.

3.       Mengecek ulang pekerjaan yang telah teman kita lakukan, dan lain sebagainya.

 

Terkesan merepotkan memang, tapi kata pepatah “Apapun yang tidak membunuhmu, akan membuatmu semakin kuat”.

 

Jadi, disaat kita membantu ‘masalah’ yang dihadapi teman, kita akan jadi terbiasa ketika menghadapi permasalahan serupa. Dengan kata lain, kita akan jadi semakin kuat dalam menghadapi berbagai permasalahan yang serupa.

 

Disisi lain, teman yang kita back-up itu lama-kelamaan juga akan menjadi kuat dan dia akan menjadi lebih mandiri dari sebelumnya.

 

Ketika perubahan itu terjadi, teman yang dulunya belum bisa apa-apa lalu berubah menjadi seseorang yang lebih baik berkat bantuan kita dimasa lalu akan menjadi satu kepuasan bagi diri kita.

 

Hal baik tersebut juga diharapkan bisa menjadi balasan kebaikan untuk kita nantinya.

Minggu, 12 September 2021

Kenapa harus membeli Original Jersey?

 


Sebagai seorang fans dari suatu klub sepak bola, khususnya saya sendiri seorang Milan fans. Pasti semuanya punya keinginan untuk mempunyai jersey klub yang didukungnya.

 

Nah, dalam hal ini ada beberapa perbedaan pandangan. Ada yang suka membeli jersey KW asalkan bisa setiap tahun memiliki seri jerseynya dengan tujuan entah untuk kepuasan pribadi atau untuk menunjukkan identitasnya sebagai seorang fans dari klub sepak bola tersebut.

 

Tapi ada juga yang lebih suka membeli jersey original karena selain dari kualitas, hype atau ya karena mereka memang punya uangnya hehe.

 

Saya sendiri suka Milan mulai dari medio 2006, dan tentu jersey yang saya beli pertama adalah jersey KW yang kualitasnya sangat biasa saja namun kesannya sangat mendalam karena itu jersey pertama saya.

 

Namun sebagai seorang ‘bayi’ yang baru suka Milan pada saat itu saya punya 1 impian bahwa suatu saat saya akan punya jersey original yang harganya tak masuk akal itu, milik saya sendiri.

 

Bukan menjadi rahasia umum, kalau Indonesia adalah penghasil jersey terbaik di dunia. Maka dari itu, yang dijual di Milan store dan beberapa official store klub lain adalah jersey buatan Indonesia.

 


Seperti yang bisa dilihat, ini adalah beberapa detail hasil jerpretan jerseynya yang jelas tertulis made in Indonesia?

 

Nah, jadi apakah tidak sia-sia membeli jersey ‘Made In Indonesia’ jauh-jauh dari italia. Tentu tidak, karena produk premium ini hanya memang dipasarkan disana dan sampai saat ini saya belum menemukan akses untuk membeli produk made in Indonesia ini bahkan di Indonesia sendiri.

 

Jersey original yang di jual di Indonesia justru berasal dari Thailand, Myanmar dsb. Ini membuktikan kalau kualitas produksi kita sudah level dunia sehingga justru dijual di official store sana. Secara kualitas Indonesia sudah mampu bersaing di level intenasional, tinggal bagaimana kita memasarkan dan membuat brand nya saja.

 

Kembali ke topik utama, kenapa sih kita harus membeli jersey original?

 

Sebagai fans sepak bola kita tentu sering mengkritik klub yang kita dukung ketika mengalami kekalahan, terkait kebijakan transfer atau negosiasi gaji pemain yang sangat panjang dan alot.

 

Mengkritik memang bagus, namun akan lebih solutif jika kita berkontribusi langsung untuk menyelesaikan beberapa permasalahan tersebut.

 

Salah satunya adalah dengan membeli jersey original karena walaupun sangat kecil, hal ini berdampak secara langsung terhadap keuangan klub yang kita dukung kebanyakan dari layar kaca ini.

 

Jadi, buat yang belum punya jersey original sebaiknya dikurang-kurangin lah mengkritik klub yang anda dukung kalau anda belum punya jersey original.

 

Terakhir, Ya pada akhirnya, 15 tahun setelah momen pertama kali menjadi fans Milan, impian kecil itu pun terwujud. 2021 akhirnya menjadi tahun yang saya kenang sebagai pencapaian pribadi. Ya, akhirnya saya memiliki jersey original pribadi yang langsung saya beli dari Milan store dan dikirim langsung dari italia sana.

 

Untuk hal ini saya ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk istri saya yang membantu saya mewujudkan salah satu impian kecil saya ini.

 

1 Mimpi telah terwujud, dan Mimpi selanjutnya adalah menonton pertandingan Milan langsung dari stadion San Siro (Kalau proyek pembangunan stadion baru Milan kembali belum terlaksana). Nah, ketika itu terwujud, saya akan kembali cerikan itu disini, sekian terimakasih.

Jumat, 30 Juli 2021

Melawan Stigma Penyitas Covid-19

Tahun ini, 2021 sepertinya akan menjadi tahun bersejarah bahwa di dunia pernah mewabah sebuah virus bernama “Covid-19” yang menyerang sistem imun manusia. Saya adalah salah satu penyitas yang berhasil melewati virus tersebut.


Cerita bermula ketika kami ditugaskan melakukan pekerjaan kalibrasi outage di PLTU Paiton Unit 7. Tanggal 15 Juni 2021 kita berangkat menuju lokasi dan sebagai aturan prokes dari tempat kami bekerja, bahwa semua pekerja wajib tes SWAB ANTIGEN berkala seminggu sekali untuk mendeteksi ada tidaknya virus covid di dalam tubuh.


23 Juni 2021 kami ber-11 di tes, hasilnya 5 orang dinyatakan positif dan langsung dipulangkan dan dilakukan karantina dengan memisahkan tempat kita menginap. Waktu itu saya masih negatif, dan dengan pede-nya mengira mungkin karena imun-ku masih kuat menolak virus-virus tersebut.


Sebagai tindakan pencegahan besok paginya kita semua 1 tim harus melakukan tes SWAB PCR yang katanya lebih akurat dibanding tes sebelumnya.


Malamnya, saya baru merasakan badan terasa tidak enak. Tenggorokan gatal, badan pegal-pegal, lemas dan lidah terasa pahit. Mungkin ditambah sedikit ansomnia, ah kurang tau juga soalnya waktu itu nafsu makan sangat menurun drastis.


Besoknya setelah tes SWAB PCR keluar, saya jadi positif. Hmm.. sudah saya duga, dengan kondisi tubuh selemah ini sepertinya saya memang harus istirahat dulu.


Kemudian saya teringat, 2 atau 3 hari sebelum hari itu saya justru mengurangi konsumsi Vitamin C karena takut terjadi kontaminasi antara Susu Bear Brand yang baru diberikan tepat 2 atau 3 hari itu. Rencananya akan dimunum sore atau malamnya namun kecolongan dan menjadi lupa. Mungkin itu salah satu faktornya.


Singkat cerita kami pun dikirim pulang ke Sidoarjo untuk dilakukan karantina mandiri. Saat itu kami disediakan tempat di Hotel Delta Mayang yang merupakan tempat khusus isoman penyitas covid-19.


Disitu kami diperlakukan sangat baik, tempat yang nyaman, makan 3 kali sehari, vitamin dan obat yang sesuai gejala serta kami masih bisa keluar ke balkon hotel setiap jam 10 pagi untuk berjemur.


Setelah mengalami demam dan pegal-pegal selama 2 hari, saya juga mengalami batuk yang obatnya saya dapat dari hotel ini juga. Jadi, setiap pagi kami di telfon oleh (mungkin) perawat yang menanyakan gejala yang dialami serta ketersediaan obat sesuai gejala tersebut.


Singkat cerita 10 hari berhasil dilewati, hari ke 11 saya pulang ke rumah dengan modal kata dokter bahwa virus ini akan mati di hari ke 10. Namun, keraguan saya adalah saya masih batuk-batuk bahkan sampai hari ke 20 sekian.


Sumber lain dari beberapa akun dokter di twitter dan instagram juga senada dengan pernyataan dokter dari hotel tadi, namun kita masih belum diperbolehkan masuk kantor saat itu.

Hasil PCR pada hari ke 13

Oiya, hari ke 13 saya melakukan tes PCR lagi dan hasilnya masih positif dengan nilai CT 30,64. Menurut beberapa litaratur memang tes PCR memang masih bisa mendeteksi bangkat yang berada di dalam tubuh.


Supaya cepat negatif tubuh harus segera melakukan metabolisme dengan membuang virus yang ada di dalam tubuh. Namun sayangnya kemampuat tiap orang dalam hal metabolisme tubuh tentu berbeda-beda sehingga jangka waktu seseorang untuk dinyatakan negatifpun berbeda.


Jadi, selama tubuh kita memiliki imun yang baik serta kita selalu mematuhi aturan prokes, insyaallah covid dan bahkan penyakit pun akan menjauh. Ayo mulai hidup sehat supaya kita bisa menjalani kehidupan yang lebih baik lagi.

Jumat, 02 Oktober 2020

The Power of DOA

 


02/10/2020


Malam itu, aku menjadi saksi atas kebaikan Allah yang mengabulkan sebuah doa sepele yaitu Milan menang lawan Rio Ave di pertandingan kualifikasi terakhir sebelum masuk ke fase grup. Bukan pertandingan besar memang, namun bagi sebuah klub yang dalam 8 tahun terakhir terpuruk karena tak mampu menembus 4 besar, lagi ini tentu sangat penting bagi AC Milan dan seluruh tifosinya.


Jika saja di laga ini kalah, mungkin kita (AC Milan dan seluruh tifosinya) akan kena bully habis-habisan selama 1 musim  (12 bulan) kedepan. Ketika orang lain berterima kasih kepada Donnaruma yang melakukan penyelamatan penting di akhir laga, aku memaknai lagi ini sebagai kebaikan yang Allah berikan atas secuil doa yang kuucap pada dini hari itu.


Jadi, begini cerita dibalik jalannya laga semalam..


Pertandingan yang digelar di Estadio Dos Arcos, Portugal ini Milan bertandang ke markas Rio Ave untuk melakoni laga hidup mati sebelum masuk ke babak grup Liga Eropa. Bagi kedua tim, laga ini tentu sangat penting, terlebih karena pemenang sudah dijanjikan mendapat kucuran dana sebesar 15 juta euro dari panitia.


Bagi Milan sendiri nominal itu sangat berarti untuk mencari tambahan amunisi baru jika harus bermain di 3 kompetisi, nama terpanas yang belakangan dikaitkan dengan Milan adalah Bakayoko, Chiesa, Tomiyasu dan Luca Jovic. Nama-nama tersebut sudah dipastikan tidak akan bergabung apabila Milan kalah di laga ini. Bukan hanya dananya yang penting, tapi meskipun dihantam badai cedera dan beberapa pemain terinfeksi corona, namun squad saat ini dirasa sudah cukup untuk sekedar bermain di 2 kompetisi setelah masuknya Brahim Diaz, Kalulu, Tonali dan Tatarusanu.


Jalannya laga, di babak pertama Rio Ave memang bermain lebih bagus karena menguasai penguasaan bola sebesar 59% dibanding Milan yang hanya 41%. Namun justru di awal babak kedua Milan berhasil memecah kebuntuan di menit 51 melalui sepakan Alexis Saelemakers.


Sempat merasa diatas angin, namun semua berubah semenjak tendangan Geraldes menembus jala gawang Donnaruma pada menit ke 72. Play on! Kedua tim kembali sama kuat dan jual beli serangan sudah berjalan lebih berimbang pada babak kedua.


Karena skor imbang dan harus ada salah satu tim yang gugur, maka dilanjutkanlah dengan 2x15 menit babak perpanjangan waktu. Baru 1 menit wasit meniup peluit kick off, Milan kembali kecolongan lewat sepakan kaki kiri Gelson Dala yang membuan Donnaruma tak bisa berkutik. Skor 2-1 untuk Rio Ave dan semua pemain Milan pun mulai panik dengan menggempur habis-habisan pertahanan Rio Ave.


Aku sendiripun sudah pasrah atas kekalahan ini, 4 menit jelang laga berakhir aku putuskan untuk solat subuh dan segera tidur dan menyiapkan hati dari segala rasa kecewa apabila Milan memang benar-benar kalah. Waktu itu aku berpikir, Milan boleh saja kalah tapi aku tak mau kalah juga dengan menunda subuh ku. Akhirnya aku solat subuh dan selepasnya hanya mengucap sebuah doa yang kurang lebih meminta supaya Milan bisa menyamakan kedudukan dan di lanjutkan ke babak adu pinalti. Setelah adu pinalti aku serahkan kepadaMu ya Allah bagaimana kelanjutannya nanti.


Dan BOOM, setelah sarung dan sajadah kulipat dan kuarahkan pandangan ke layar HP yang sudah masuk menit ke 120 (kurang 1 menit dari peluit akhir dibunyikan), tampilan layar menunjukkan wasit mengeluarkan kartu merah untuk lawan dengan latar area pertahanan lawan. Akupun bertanya-tanya, apakah kita dapat pinalty? Dan YA! Calhanoglu sudah memegang bola tepat di titik 12 pas. WHAT A MIRACLE! Doaku langsung diijabah saat itu juga! Allahu Akbar.


Hasilnya tentu kita tau, pinalty berhasil masuk dan wasit langsung meniup peluit akhir pertanda kedua tim harus melanjutkan ke babak adu pinalty. Setelah masuk ke penendang kedua, sepertinya saya harus berdoa lagi untuk kemenangan Milan.


Tibalah ke penendang ke 8, Lorenzo Colombo seorang bocah 18 tahun mengambil eksekusi pinalti. Boom, bola gagal masuk dan melambung tinggi di atas mistar gawang. Ah, mungkin inilah saatnya Milan kalah. Di penendang penentuan dari Rio Ave ternyata penendang mereka juga gagal dengan hanya membentur tiang kanan gawang lalu lari ke tiang kiri tanpa melewati garis gawang, Alhamdulillah kita masih bisa bernafas.


Lanjut ke penendang ke 10, kali ini Donnaruma yang menjadi eksekutor, bisakah seorang kiper mencetak gol pinalti? Dan Boom, lagi-lagi pemain Milan gagal, tendangan Donnaruma kembali melambung ke atas mistar gawang. Selanjutnya apabila tendangan pemain Rio Ave masuk maka pudarlah mimpi Milan bermain di Europa League. Lalu, penendang  sisi lawan juga merupakan seorang kiper dan juga sama melambung ke atas mistar gawang, padahal Donnaruma sudah bergerak ke arah yang salah. Keberuntungan macam apa lagi ini haha.


Penendang ke 11 kali ini Bennacer, yang di kesempatan pertama berhasil menjebol gawang kiper lawan di arah kiri gawang, namun di tendangan kedua tendangannya yang mengarah ke sisi yang sama sudah berhasil ditepis kiper, Lagi-lagi beruntung bagi Milan karena penendang Rio Ave kembali gagal karena tendangannya menghantam tiang kiri gawang.


Terhitung sudah 4 kali Milan diselamatkan oleh Dewi Fortuna dari kekalahan. Sebuah laga yang akan menjadi senam jantung bagi siapapun yang menontonnya.


Last kick, kali ini penendan ke 12 adalah Simon Kjaer yang berhasil mengeksekusi tendangan dengan baik. Lalu disinilah moment senam jantung berhenti dan berganti dengan euforia seluruh pemain, staff dan para tifosi Milan ditandai dengan berhasilnya Donnaruma menepis tendangan terakhir pemain Rio Ave pada malam ini.


Milan kali ini memang beda, dengan squad seadanya, kita bahkan sudah melalui 17 match di semua kompetisi tanpa melalui sebuah kekalahan sekalipun, sebuah rekor yang terkhir terjadi pada squad bintang Milan di tahun 2002 di bawah pelatih Carlo Anchelotti.


Liga Europa kami datang!


Terima Kasih YA ALLAH sudah menjawab doa-doa ku. Hari ini aku benar-benar bersyukur bisa merasakan sedekat ini denganNya.

 

Minggu, 27 September 2020



Ketika baru mendengar kabar kekalahan Manchester United dari Crystal Palace di pertandingan pembuka Liga Inggris musim ini, saya pun penasaran dan berusaha mencarinya dengan mengetikkan keyword tersebut di kotak pencarian YouTube. Dari sekian banyak rekomendasi video teratas yang muncul, tak satupun terlihat Channel YouTube dari Manchaster United menampilkan hasil pertandingan tersebut, loh kok bisa?


Masih berfikir positif, barangkali Channel YouTube Manchester United terlambat meng-upload. Namun setelah ditunggu hingga 24 jam berselang belum ada tanda-tanda peng-upload-an di Channel tersebut. Jadi bisa disimpulkan jikalau benar adanya bahwa YouTube Channel dari Manchester United adalah satu-satunya channel yang selalu konsisten untuk tidak mengupload highlight pertandingan kekalahan timnya.


Padahal, sebelum pertandingan berlangsung Channel Youtube Manchester United sudah menampilkan beberapa video pre-match tentang pertandingan ini. Namun setelah pertandingan justru Channel Tersebut bersembunyi dan buru-buru mengupload konten lain untuk mengalihkan isu kekalahan ini.


Hal itulah yang menjadikan sampailah saya di Channel Youtube Crystal Palace untuk menyaksikan highlight pertandingan tersebut sekaligus bersafari ke kolom komentar yang muncul di video tersebut untuk sekedar mencari hiburan mengenai komentar-komentar yang me-mojok-kan fans Manchester United.


Namun pada akhirnya saya dibuat kecewa karena dari sekian banyak fans Manchester United yang ada di dunia ini, hanya sedit yang hadir di Channel tersebut. Padahal Channel Crystal Palace sudah berbaik hati mengupload highlight pertandingan tersebut salah satunya untuk para fans Manchester United yang tak bisa menyaksikan langung dari Channel YouTube nya tim kesayangannya tersebut.


Dalam waktu kurang dari 24 jam, highlight pertandingan video di Channel YouTube Crystal Palace sudah disaksikan sebanyak 1,7 juta viewers. Sangat mencolok jika saya bandingkan dengan beberapa video dibawahnya yang paling banyak hanya mencapai 150 ribu viewers. Bukti bahwa silaturahmi fans lain menjadi sangat erat ketika Manchester United mengalami kekalahan.


Uniknya, dalam pertandingan tersebut salah satu live komentatornya adalah Gery Neville yang merupakan seorang legenda dan telah memenangkan banyak throphy bersama Manchester United. Meski dalam beberapa hal komentar yang dilontarkannya cukup objektif, namun ada salah satu moment dimana Gery mempertanyakan keputusan wasit yang memutuskan mengulang tendangan pinalty Jordan Ayew yang telah berhasil diamankan oleh De Gea.


Padahal dalam tayangan ulang sudah terlihat dengan jelas bahwa De Gea bergerak sedikit lebih maju dari garis gawang bahkan ketika bola belum ditendang oleh Jordan Ayew. Selanjutnya, justru Wilfried Zaha yang pernah berseragam Manchester United memutuskan untuk maju mengambil kesempatan kedua tendangan pinalti tersebut.


Kali ini De Gea sudah benar karena gerakannya tidak melewati garis lagi, tebakan arah bolanya pun sudah tepat ke sisi kanan gawang, namun sayang sekali bola tak dapat dijangkau dan jebol lah kembali gawang Manchester United untuk kedua kalinya yang membuat fans Crystal Palace dan para haters dari Manchester United menjadi kegirangan.   


Sempat memperkecil ketertinggalan melalui sebiji Gol yang sangat beruntung dari pemain baru mereka yaitu Donny Van De Beek di menit 80’, namun kekalahan di pertandingan ini kembali ditegaskan oleh sang mantan yaitu Wilfried Zaha yang merayakan kembalinya ke Old Trafford dengan cara mencetak gol melalui tendangan keras yang membuat De Gea sama sekali tak berkutik. Sebuah kemenangan yang begitu istimewa bagi siapapun yang bukan fans Manchester United.


Entah kenapa, atau mungkin hanya perasaan saya saja ketika Manchester United mengalami kekalahan begitu banyak fans dari klub lain berkumpul dan turut merayakan kemengangan tim lawan. Bahkan mungkin apabila haters Manchester United digabungkan semuanya, jumlahnya mungkin masih lebih banyak dari fans Crystal Palace itu sendiri.


Sebenarnya apa yang membuat Manchester United tiba-tiba bisa menjadi pemersatu dari berbagai fans klub lain ketika mengalami kekalahan?


Tak bisa dipungkiri bahwa dulu, Manchester United nya versi Sir Alex Ferguson sempat mendominasi Liga Inggris selama bertahun-tahun. Mungkin ketika beberapa tahun ini Manchester United belum berada di posisi seharusnya, membuat banyak fans klub lain menjadi lebih ‘peduli’ terhadap setiap kekalahan Manchester United. Hal itulah yang mungkin belum bisa diterima beberapa fans bahwa Manchester United kini sama seperti AC Milan di Liga Italia. Dulu pernah berjaya, namun sekarang sudah tak lagi sama.


Ketika disisi lain, channel tetangga semacam Chelsea atau Man City selalu konsisten mengupload hasil pertandingan baik itu kekalahan, imbang ataupun kemenangan di channel YouTube mereka. Bahkan pun tim sekelas Barcelona saja masih mengupload kekalahan memalukan 8-2 dari Bayern Munchen. Channel YouTube Manchester United selalu konsisten untuk tidak meng-upload hasil kekalahan timnya. Satu hal yang membuktikan kedewasaan dan kelapangdadaan pemilik Channel YouTube beserta pendukung klub-klub tersebut (Chelsea, Man City & Barcelona) sedikit lebih baik dari Manchester United yang selalu siap mendukung disaat menang ataupun kalah.

Sabtu, 26 September 2020

 

Stop Bullying

Pembullyan bisa menimpa siapapun, dari yang muda hingga yang sedah berumur, dari yang mental nya lemah hingga orang yang punya kekuatan untuk melawan balik. (Apa itu bullying? Lihat disini).

 

Tingkat ketahanan seseorang dalam menghadapi pembullyan tentu saja berbeda. Maka dari itu berikut beberapa tips menghadapi pembullyan yang semoga saja benar.

 

Pertama, playing victim. (Apa itu playing victim? Lihatdisini) Intinya, kita mengiyakan saja apa yang 'mereka' lontarkan kepada kita. Karena semakin kita melawan, justru kita semakin lemah dan mereka semakin punya bahan bullyan.

 

Contoh yang direkomendasikan:

P : Hei ngapain kesini? Cari makan gratisan ya haha.

B : Iya ni bro w belum makan 3 abad

P : Elah kasian amat..

B : hehe..

Obrolan pun selesai.. Dan alihkan ke pembicaraan lain.

 

Kedua, mengiyakan apa yang dilontarkan 'mereka' kepada kita.

 

Contoh yang direkomendasikan:

P : Hei ngapain kesini? Cari makan gratisan ya haha.

B : Lah kalo ada kalian yang udah nyediain makanan kenapa w mesti repot2 beli juga.

P : Elah bisa aja lu..

Obrolan pun selesai.. Langsung saja alihkan ke pembicaraan lain dengan perasaan tanpa dosa sedikitpun.

 

Terakhir, diamkan dengan gelagat pura-pura tak mendengar.

 

Contoh yang direkomendasikan:

P : Hei ngapain kesini? Cari makan gratisan ya haha.

B : Hening pura-pura tak mendengar.

Langsung alihkan pembicaraan dengan mengajak lawan bicara lain.

B ke C : Eh si anu kemana, kok belum nongol batang idungnya. Biasanya dateng paling awal.

Dan obrolan pun berlanjut ke pembahasan lain.

 

Walaupun terkesan menjengkelkan kan tidak friendly. Tapi hal-hal tersbut sepertinya cukup membantu buat saya pribadi yang kadang menemui lingkungan yang toxic.

 

Semua kembali ke mental sih, kita tak bisa mencegah orang lain supaya tidak mem-bully kita. Tapi kita sendirilah yang harus menyiapkan diri bagaimana cara bersikap ketika ter-bully.

Sabtu, 19 September 2020

Berandai-Andai

 


Di usia 26, mungkin merupakan usia yang cukup matang untuk menikah dan aku sangat berharap untuk bisa menikah di usia maksimal 27.

 

Sebagai orang dengan gaji pas-pasan, banyak hal yang mau tidak mau harus ditahan untuk tidak dilakukan demi tujuan menabung untuk pernikahan. Mulai dari tidak sering main dan nongkrong, mengurangi anggaran makan harian hingga yang lebih parah mengurangi jatah bulanan ke orang tua.

 

Semoga aku tak menjadi anak durhaka karena ini.

 

Apakah semua pengorbanan itu sebanding demi sebuah pernikahan? Demi hidup dengan orang baru yang belum tentu kadar cintanya setidaknya mendekati 50% dari cinta orang tua kepada kita.

 

Beberapa teman kantor yang usianya diatasku juga bahkan belum terlihat memiliki calon. Apakah usia segini memang belum terlalu matang untuk menikah ya?

 

Aku sendiri terkadang merasa masih kekanak-kanakan dan emosional dalam menanggapi permasalahan. Apakah aku pantas menikah dalam kondisi yang setengah dewasa seperti ini?

 

Kata orang, bisa learning by doing kok. Ah, klise.

 

Namun, jika berandai-andai pernikahan bukan menjadi tujuan terpenting dalam hidupku, mau diapakan semua tabungan yang dikumpulkan bertahun-tahun ini?

 

1.       Untuk Orang Tua

Hidup matiku tak lebih berharga dibanding kebahagiaan mereka. Aku mungkin tak pandai mengungkapkan dan mengekspresikan betapa aku mencintai kedua orang tuaku. Namun, bila menikah bukan menjadi tujuanku selanjutnya, aku siap memberikan semua uang ini untuk orang tua dengan hanya menyisakan uang untuk bertahan hidup selama sebulan saja.

 

2.       Membuka Usaha

Sebagai anak dari seorang pedagang mie ayam, jiwa dagang sudah mengalir didarahku. Namun, karena resikonya masih 50:50 aku harus rela untuk saat ini tidak mengambil resiko itu hanya demi mempertahankan tabungan ini.

 

3.       Men-DP Rumah

Sepertinya membeli rumah dengan sistem KPR yang katanya haram ini merupakan satu-satunya alasan paling masuk akal buat karyawan bergaji pas-pasan dan tak punya harta warisan ini. Kalau sudah punya rumah sendiri rasanya sudah sangat aman mengingat rumah pun bisa dijadikan investasi karena harganya bisa dipastikan selalu naik dari tahun ke tahun.

 

4.       Memulai Hidup lagi di tempat baru

Beberapa rekan dan kenalan sudah membuka pintu untuk mengajak saya bergabung ditempatnya. Beberapa lowongan yang lebih menggiurkan juga berseliweran di media sosial. Namun saya putuskan saat ini masih bertahan di kota ini sampai saat ini.

 

Keempat opsi tersebut merupakan opsi yang juga memiliki resiko yang besar yaitu apabila mengalami kegagalan atau kendala bisa berakibat terhadap tertundanya pernikahan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Makanya hal tersebut belum dilakukan secara maksimal saat ini, semoga suatu saat bisa terealisasi sebelum atau sesudah menikah, Aamiin.


Senin, 14 September 2020

Senin, 14 September 2020

Dimasa pandemi ini Rapid Test dan Swab Test (Apa itu Rapid dan Swab?) menjadi lahan bisnis baru bagi rumah sakit dan klinik kesehatan hal yang wajar dilakukan siapapun untuk mendeteksi ada tidaknya virus corona dalam tubuh seseorang.  


Protokol kesehatan semacam jaga jarak ±1 meter, pakai masker ketiga pergi kemanapun, face shield dan APD lengkap bagi tenaga kesehatan, selalu rutin cuci tangan pakai sabun dll menjadikan pergerakan umat manusia sangat-sangat dibatasi.


Karena Covid-19, pertengahan tahun 2020 ini sudah tidak ada konser musik, banyak tempat wisata ditutup untuk meminimalisir terjadinya kerumunan, dan akses ke transportasi sangat dibatasi dengan manjaraki tempat duduknya.


Akibatnya banyak sektor usaha yang tidak bisa berjalan, pengangguran semakin meningkat, ekonomi semakin terjun bebas, warga dibatasi pergerakannya sehingga banyak masyarakat yang stress karena tak bisa kemana-mana.


Salah satu strategi ‘New Normal’ yang diterapkan di Indonesia adalah untuk menggunakan transportasi umum semacam kereta jarak jauh dan pesawat terbang kita diwajibkan untuk melampirkan hasil rapid atau swab test terlebih dahulu yang biaya testnya cukup mahal untuk seukuran masa pandemi kali ini.


Sebagai seorang kontraktor, pergerakan perusahaan tempat bekerja pun menjadi sangat dibatasi. Beberapa perusahaan yang menggunakan jasa kami mensyaratkan untuk teknisi yang berangkat harus sudah dinyatakan aman dari Covid-19 melalui Rapid atau Swab Test.


Untuk itulah, hari ini saya pertama kalinya harus menjalani Rapid Test di Laboratorium Klinik Prodia. Di Sidoarjo sendiri ada beberapa tempat yang bisa digunakan untuk melakukan test ini. Namun setelah beberapa pertimbangan akhirnya diputuskan untuk melakukan Rapid disini.


Singkat cerita, setelah ±2 jam lebih mengantri tibalah giliran saya untuk melakukan Rapid. Oiya, sewaktu pendaftaran bagian resepsionist sempat mengatakan kalau metodenya yaitu metode ECLIA yang katanya lebih akurat dibanding Rapid Test. (Apa itu ECLIA test?) Saya tak ambil pusing tentang metode tersebut karena memang saya tak punya gejala apapun dan biaya nya yang hanya IDR 150.000 membuat saya langsung mengiyakan saja.

Tangan Setelah ECLIA test

 

Sempat ditakut-takuti oleh beberapa teman, ternyata sewaktu darah diambil tidak begitu sakit. Terus terang saya sama sekali tak melihat jarum suntiknya karena saya memalingkan wajah ke arah sisi yang berlawanan. Namun yang saya rasakan jarum yang masuk ke siku dalam tangan saya sangat tipis sehingga sakitnya masih bisa diminimalisir, masih lebih sakit ketika saya pertama melakukan scalling gigi beberapa waktu lalu, haha.


Setelah selesai, saya langsung pulang karena hasilnya baru bisa diambil lagi nanti pukul 18.00 WIB. Singkat cerita, selepas maghrib dalam kondisi klinik yang sudah sangat sepi saya langsung mengantri mengambil hasil lab nya dan berikut adalah hasilnya :

 

Hasil Rapid Test

Seperti dilihat diatas Alhamdulillah hasilnya adalah Non Reaktif, alhasil saya sudah memenuhi syarat untuk berangkat ke salah satu pabrik minyak goreng di Gresik untuk hari rabu depan.

Jumat, 07 Agustus 2020

Memberi


Kata orang, mencintai adalah tentang saling. Ada juga yang bilang tentang kenyamanan. Tapi, buatku mencintai adalah tentang memberi, titik. Bahkan tanpa mengharap balasan sekalipun. 


Memberi dalam hal ini bisa diartikan oleh masing-masing individu. Bisa memberi kasih sayang, perhatian atau hal lain sesuai keinginan masing-masing (tidak terbatas pasangan, bisa ke orang tua atau lainnya). 


Kenapa hanya memberi? Tidak dilengkapi dengan menerima. Karena kalau mengharap balasan sudah bukan 'tulus' lagi namanya, tapi berbisnis atau transaksi sebagai upaya menguntungkan kedua belah pihak. 


Salah satu bentuk rasa syukur saat mencintai adalah diijinkan untuk 'memberi'. Jika dengan memberi kasih sayang saja sudah bisa bahagia, lalu apabila orang yang dicintai ini tadi mau memberi balik maka kebahagiaan berlipat ganda lah yang akan kita peroleh. 


Muara dari sebuah hubungan tentu yang utama adalah mencari kebahagiaan. Maka dari itu, jika ingin selalu bahagia caranya adalah dengan menurunkan standar kebahagiaan itu sendiri, yang harusnya bisa diciptakan oleh diri sendiri tanpa perlu ketergantungan terhadap orang tertentu. 


Bukankah sangat merepotkan kalau mau bahagia saja perlu kehadiran orang lain? 


Bukan saya tak mau dicintai balik, poin nya disini adalah saya tidak punya kehendak apapun untuk membuat seseorang mencintai balik. Tapi, satu hal yang bisa dikendalikan adalah bagaimana bersikap ketika dicintai atau tidak dicintai. 


Ketika saya sudah bisa bahagia dengan diri sendiri, bukan berarti saya tak butuh orang lain. Tapi, harusnya saya bisa membagikan kebahagiaan yang telah dipunya ke pasangan. 


Terkait kenyamanan, harusnya bisa dikondisikan. Misal ada puluhan alasan untuk membuat tak nyaman. Temukan satu alasan saja untuk membuat bertahan. Temukan setiap hari, setiap waktu dan syukuri apa yang sudah dipunyai saat ini dengan lebih banyak 'memberi'. 


___

Disclaimer : berapa kata diatas hanyalah 'urun rembug'. Boleh setuju atau sebaliknya. Standar cara hidup & berpikir seseorang tidak harus sama satu dengan yang lainnya. 


Rabu, 15 Juli 2020




Bagi seorang mahasiswa, keahlian untuk mampu menulis ilmiah adalah sudah menjadi suatu keharusan. Keahlian itu harus dipupuk sejak dini, karena pada akhirnya nanti para mahasiswa akan merasakan bagaimana menulis skripsi yang tentu saja dalam penulisannya harus sistematis dan ilmiah.

Rabu, 24 Juni 2020



Sewaktu kuliah, saya baru sadar kalau gaji guru sangat rendah. Padahal waktu itu saya adalah calon sarjana pendidikan yang harusnya setelah lulus diproyeksikan untuk menjadi guru.

Waktu itu juga saya baru sadar kalau ibu saya yang hanya seorang tenaga kerja honorer mempunyai bayaran yang sangat kecil. Sangat tidak masuk akal karena bayarannya bahkan masih dibawah tenaga bantu yang bapak pekerjakan di warung mie ayamnya.

Bahkan saya sempat berpikiran kenapa tidak ibu saya saja yang bantu di warung? Kan penghasilannya lebih besar.

Jumat, 22 Mei 2020


Ungkapan ini ternyata benar adanya karena tertawa itu ada tempatnya, tertawa itu ada waktunya, tak bisa disembarang waktu dan tempat.

Kenapa tertawa ada tempatnya? Contohnya kita tidak mungkin tertawa atau bersenda gurau di tempat pemakaman seseorang karena tidak menghargai keluaga yang sedang bersedih ditinggal orang terdekatnya.

Kenapa tertawa ada waktunya? Contohnya kita tidak mungkin tertawa atau bersenda gurau diwaktu meeting penting dengan atasan saat membahas sesuatu yang penting karena ya memang bukan waktunya saja.

Namun, kita semua tentu sepakat kalau tertawa itu baik karena tertawa itu bisa meningkatkan imunitas terutama untuk membuat diri lebih kuat ditengah kepungan pandemi Covid19 ini.

Saya pikir, tiap individu punya selera humor masing-masing yang tak bisa digeneralkan. Pasti kita pernah mengalami kejadian yang niatnya hanya bercanda untuk membuat orang lain tertawa namun yang terjadi justru orang lain jadi tersinggung.

Padahal, komedi itu sudah pasti menyinggung. Hanya saja standar keberterimaan kita sekarang yang mulai menurun menjadikan banyak orang sekarang mudah tersinggung.

Tidak apa tersinggung, tapi tentu kita punya cara yang lebih tepat untuk menunjukkan ketersinggungan kita yaitu dengan cara TABAYYUN, bukan malah memendam dalam hati atau malah marah-marah meluapkan ketersinggungan kita.

Buat saya marah adalah bentuk kelemahan karena marah berarti tak mampu menahan diri. Salah satu bentuk pertahanan diri adalah dengan bersabar.

Pilih sabar atau marah?

Jika diibaratkan dengan gambar diatas, dalam menghadapi ketersinggungan kita cuma 2 pilihan yaitu sabar yang berada di sisi kiri yang mana kita hanya perlu mengeluarkan enegi sebesar 0-50% sedangkan marah yang berada disisi kanan adalah energi yang kita keluarkan sebesar 51-100%.

Beberapa orang bilang, “sabar itu ada batasnya”. Tapi saya kurang sependapat karena sabar itu ya sabar aja. Kalau sudah melewati batas kesabaran berarti ya sedang marah. Mungkin kita pernah sabar namun saat mengatakan “Sabar ada batasnya” bisa dipastikan orang tersebut sedang marah, walau mungkin pernah bersabar namun tidak lama.

Kita hanya bisa memilih untuk sabar atau marah. Kalau dibilang sabar itu ada batasnya, berarti itu bukan sabar, berarti kalian sudah masuk ke sisi kanan yaitu marah. Ibarat kata, titik didih orang berbeda-beda, ada yang bisa menahan tetap dibawah 50% ada yang tidak bisa.

Lomba di Universitas Tanjungpura

Selama menjadi mahasiswa, setidaknya saya sudah berkeliling 4 pulau besar di Indonesia yaitu Sumatra yang diwakili ke Universitas Riau dan hampir ke UNP Padang namun tidak jadi berangkat karena masalah dana, kemudian ke Kalimantan yang diwakili ke Universitas Tanjungpura, lalu ke Sulawesi yang diwakili ke Universitas Hasanuddin dan juga gagal berangkat ke Manado karena dana tombokan yang begitu besar dan yang terakhir tentu pulau yang saya tinggali yaitu Jawa yang diwakili pernah ke Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, ITS Surabaya, Untirta Banten, PKTJ Tegal, Kementrian Perhubungan Jakarta dan tentu saja di kampus sendiri yaitu Universitas Negeri Semarang. Untuk dijawa, seingat saya hanya gagal berangkat sebanyak 2 kali yaitu ke Universitas Brawijaya untuk ke 2 kalinya dan ke Universitas Telkom Bandung.

Kamis, 21 Mei 2020

Catur, Melukis dan Bahasa Inggris



Masih tentang bernostalgia untuk mengisi waktu luang dimasa pandemi Covid-19 yang membuat kita dipaksa #dirumahaja. Kali ini saya ingin kembali menuangkan isi hati mengenai catur dan melukis. 2 hal lain selain sepak bola yang mampu mengubah hidup saya.

Handi kecil adalah bocah pemalu yang tak berani coba-coba. Terus terang saya belajar catur awalnya dari mengamati orang saja bagaimana pion, benteng, kuda dll bergerak. Namun ada 1 kejadian yang benar-benar mengubah dan meningkatkan 89% kemampuan saya bermain catur yaitu ketika diberi tahu oleh Pakde Kus mengenai trik mengalahkan lawan hanya dengan 4 kali gerakan (Kalau ingin tahu caranya membuat skakmat lawan hanya dari beberapa langkah bisa dilihat DISINI).

Dari ajaran itu saya berhasil mengalahkan lebih dari 80% lawan saya ketika lomba catur tingkat RT. Sisanya adalah improvisasi bahwa catur memang permainan strategi, kita harus mampu merencanakan 3 sampai 4 langkah kedepan bagaimana cara men-skakmat raja dan juga harus memprediksi 3 sampai 4 langkah gerakan lawan yang akan men-skakmat kita. Kelemahan saya adalah saya selalu terburu-buru ingin menskakmat lawan hingga tidak memperdulikan gerakan lawan. Misal saya sudah menemukan cara menskakmat dengan 4 langkah, namun karena terlalu bersemangat hingga tanpa saya sadari saya dulu lah yang terkena skakmat hanya dari 3 langkah. Namun, sebagai pemula saya cukup bangga karena waktu itu setidaknya saya selalu masuk 3 besar dalam lomba catur tingkat RT selama 3 tahun berturut-turut sebelum lomba catur benar-benar dihapuskan karena tak ada warga yang punya papan catur.

Berlanjut ke melukis, sebenarnya saya juga tak begitu berbakat melukis. Namun satu hal yang mengubah hidup saya adalah ketika Pakde Him mengajarkan teknik melukis dan mewarnai dengan menggunakan crayon. Lukisan saya tak begitu bagus namun saya hanya tau cara mewarnai dengan crayon yang waktu itu menggunakan teknik gradasi.  Dari melukis saya banyak sekali mendapat penghargaan, dari tingkat RT, tingkat dabin iv dan tingkat kabupaten juga pernah. Bahkan puncaknya saya pernah mewakili kota Demak dalam porseni tingkat Jawa Tengah. Sebelum mewakili, itu saya menjadi juara 2 tingkat kabupaten Demak. Seperti yang saya bilang diawal tadi, saya tak punya bakat melukis, hanya tau trik mewarnai yang bagus saja. Dalam waktu durasi melukis selama 2 jam itu, si juara 1 tadi menyelesaikan lukisannya dalam waktu 45 menit + 10 menit menebali menggunakan spidol dan sisanya digunakan untuk mewarnai. Sedangkan saya perlu menghabiskan 1 jam 30 menit untuk menggambar dan 30 menit untuk mewarnai, hal ini yang membuat saya minder dan menyadari bahwa saya memang tidak berbakat. Maka dari itu, meskipun telah banyak memberi saya gelar juara, saya tak begitu mau men-seriusi melukis dan beruntung di masa kuliah saya bisa menemukan kegiatan lain yaitu “menulis” yang bisa menjadi ladang selanjutnya dalam menambah koleksi piagam penghargaan.

Sedikit mundur kebelakang mengenai bahasa inggris, juga Pakde Him yang mengenalkan saya dengan bahasa inggris. Metode yang diajarkan cukup simple, hanya mengajari Grammar dan disuruh menghafal 5 kata irregular setiap les sore sehingga membuat saya menjadi siswa paling menonjol di kelas mengenai pelajaran bahasa inggris saat itu. Sebagai gambaran setiap ulangan saya bisa mendapat nilai 70-80, tidak terlalu tinggi memang, namun tetap menjadi siswa yang paling diingat guru karena teman-teman lain rata-rata hanya mendapat nilai 40-50. Memang bukan saya yang terlalu pintar, hanya kebetulan diwaktu SMP itu teman-teman saya yang lain tak begitu memfokuskan bahasa inggris sebagai mata pelajaran yang diseriusi, mungkin salah satu alasannya karena bahasa inggris tak masuk dalam maple Ujian Nasional. Jujur, saya sebenarnya tidak 100% memahami Grammar, saya hanya mengandalkan intuisi saja yang membuat ilmu itu terus memudar seiring berjalannya waktu. Terutama diwaktu akhir-akhir masa SMA yang terus terang saya mulai malas belajar untuk UN. Namun beruntungnya saya masih punya semangat untuk membelajari soal-soal SNMPTN sehingga waktu itu Alhamdulillah saya masih bisa masuk PTN.

Agak meloncat-loncat memang, saya tak pernah menseriusi 1 bidang pasti untuk didalami sehingga semua ilmu yang saya punya hanya setengah-setengah saja. Namun dari kesemuanya itu adalah sekian sedikit hal yang bisa membuat survive dan merasa berguna. Untuk itu, kalian harus tetap berusaha menemukan apa yang membuat kalian merasa berguna. Jangan pernah lelah untuk mencoba seperti kata Pak Habibie, “Setiap orang punya jatah gagal, habiskan jatah gagalmu sewaktu muda, agar kamu bisa meraih kesuksesan secepat mungkin”.

Rabu, 20 Mei 2020

Sepak Bola, PSIS Semarang dan AC Milan


Handi kecil adalah bocah kecil cupu, suka menangis dan juga mudah pingsan ketika upacara bendera. Maka dari itu, aktivitas olahraga/ fisik bukan hal yang paling disukai pada masa SD. Namun pertengahan kelas 6 SD ketika saya hanya sekedar ‘formalitas’ berdiri di depan gawang ketika bermain sepak bola bersama teman sekelas lainnya, saya pertama kali mendapat pujian dari teman-teman karena beberapa kali melakukan penyelamatan di depan gawang. Hal ini adalah momen pertama yang membuat saya mulai bisa menikmati bermain sepak bola, sebagai pemain belakang.

Sewaktu SD itu pula, teman-teman sering bercerita bagaimana bangganya mereka menonton langsung pertandingan PSIS Semarang langsung dari stadion, yang kebetulan waktu itu PSIS memang sedang hebat-hebatnya dengan menjadi Runner-Up Liga Indonesia bersama pemain asing popular saat itu yaitu DE PORRAS DAN ORTIZ yang berasal dari Italia yang sepertinya masih sangat dicintai supporter hingga saat ini. Momen itu juga yang membuat saya penasaran dan kemudian juga bisa menikmati menonton pertandingan sepak bola meski hanya dari layar kaca. Iya sepertinya saya bisa mencintai klub ini, semakin yakin ketika saya baru diberi kesempatan menonton langsung pertandingan PSIS ketika kuliah di Semarang sekitar 5 tahun dari awal saya menontonnya dari layar kaca. Saya jatuh cinta dan candu dengan atmosfer di dalam stadion, bagaimana supporter saling BERADU NYANYIAN DAN KOREOGRAFI untuk mendukung masing-masing klub kebanggaannya.

Tak jauh dari itu, berlangsunglah moment Piala Dunia 2006 yang merupakan pertama kali saya benar-benar menonton pertandingan sepak bola luar secara utuh. Kebetulan waktu itu ada beberapa pertandingan yang mulai pukul 20.00 WIB sehingga masih bisa saya melihat bersama bapak tanpa harus begadang. Di akhir turnamen secara mengejutkan Italia berhasil menjadi juara dunia mengalahkan Prancis. Kemenangan itu sedikit kontroversial karena terdapat moment Zidane dikartu merah langsung setelah MENANDUK DADA MATERAZZI karena terprovokasi oleh perkataannya. Saya cukup menyesalkan kejadian itu karena nama Zidane yang merupakan pesepakbola muslim yang memang berbakat luar biasa jadi tercoreng karena ulah kejadian itu. Namun saya tak bisa sepenuhnya menyalahkan Materazzi karena provokasi (selama tidak ketahuan wasit) itu tidaklah melanggar rule of the game, hanya memang menodai fair play saja dan saya juga sering memprovokasi lawan –tapi tidak dengan perkataan seperti yang dilakukan materazzi, hanya dengan cara menarik baju atau melakukan dorongan kecil hanya untuk membuat emosi lawan (tanpa ada niat menciderai) dan hanya berniat untuk mengacaukan permainannya- ketika bermain futsal haha. Atas dasar itu, meski mendukung AC Milan, saya tak begitu menjadi supporter italia (seperti kebanyakan pecinta liga italia lainnya). Saya hanya mengikuti beberapa pertandingan timnas italia karena sekedar ingin melihat pemain AC Milan yang bermain di timnas Italia.

Percaya atau tidak, awal mula saya jatuh cinta pada AC Milan adalah karena fenomena jatuh cinta pada pandangan pertama. Sesimple itu memang, tak ada alasan apapun. Hanya karena 2 kali saya terbangun di dini hari, menonton televisi dan melihat seragam kebanggaan merah hitam itu. Jujur saja waktu itu saya kebingungan, bagaimana bisa ada pemain timnas italia dan brasil bermain dalam 1 klub. Secupu itu memang waktu itu, namun dimomen ke 3 kalinya saya kembali tak sengaja terbangun di dini hari dan kembali menonton AC Milan ketika melawan BAYERN MUNCHEN, saat itulah saya memutuskan untuk menjadi Milanisti.

Ke 4 moment itulah yang membuat saya menyukai menonton, bermain sepak bola, PSIS Semarang dan AC Milan. Anehnya kesemua moment yang mengubah alur hidup saya itu terjadi di tahun 2006. Kenapa bisa suka dan bahkan bisa bertahan sampai sekarang? Simple, karena semua hal itu bisa membuat darah saya mendidih dan merasakan adrenalin yang membuat saya bersemangat melakukan hal apapun.

Saya tak pernah sedikitpun menyesal dengan masa muda saya. Sebelum menyukai sepak bola saya sudah kenyang dengan berbagai permainan tradisional yang bahkan adik kandung saya tak bisa merasakan karena cepatnya perubahan kultur sosial budaya. Meskipun tinggal di perumahan namun masa kecil saya sempat merasakan bermain lompat tali, petak umpet, kelereng, gobak sodor, layangan, engklek dan masih banyak lainnya. Setelah masa itu terlewat, saya beruntung menemukan Sepak Bola yang membuat saya ‘diakui’ bahwa saya bukan lagi bocah cupu tapi saya punya sesuatu yang bisa diandalkan.

Kemampuan sepak bola saya diasah dari lapangan plester yang sering membuat kaki kapalan atau kuku terkelupas. Sebelum kelas 6 SD, di kampung saya bermain sepak bola dengan teman-teman yang kesemua usianya diatas saya yang tentu membuat saya sulit berkembang. Namun masuk masa SMP adalah masa transisi menjadi saya yang bermain dengan teman yang usianya dibawah saya. Dari sinilah kemampuan sepak bola saya berkembang pesat. Saya jadi bisa mempraktekkan drible bola ala Ricardo Kaka’ dan Tendangan melengkung ala Andrea Pirlo, walau kini diantara teman-teman futsal saya lebih dikenal mempunyai cara bermain dan mencetak gol mirip Pippo Inzaghi. 

Juara 2 Porsaklas Futsal Teknik Elektro 2014

Sabtu, 02 Mei 2020

3 Mei

BDAY


Seseorang pernah bilang kepadaku, Ulang tahun hanyalah soal angka, tak ada yang spesial dan tak ada bedanya dengan hari-hari lainnya. Sepertinya saya bisa mengamini hal tersebut.

Jika orang lain ingin menghabiskan waktu dengan orang paling dicintainya dihari ulang tahunnya, saya tidak. Saya ingin selalu menghabiskan waktu dengan orang yang saya cintai, setiap harinya--tidak hanya pada hari ulang tahun saja.

Jika ulang tahun diibaratkan dengan hari bahagia, sepertinya saya kurang sependapat. Hari bahagia harus datang setiap hari, dengan cara yang sesederhana mungkin.

Saya ingat betul pertama kali mendapat kue ulang tahun justru dari kawan-kawan UKMP. Walau saya tak berharap, tapi saya hampir mewek dibuatnya, untung masih bisa menahan diri.

Ada lagi teman kampus yang rela memberikan jersey AC Milan di hari ulang tahunku. Terasa sangat spesial namun ada sedikit penyesalan karena belum mampu melakukan hal serupa untuknya dikarenakan segala keterbatasan yang saya punya.

Mungkin lebih karena tak ingin kecewa dan tak ingin berharap apa-apa, makanya saya tak ingin menspesialkan hari ulang tahun. Jadi jika tak ada apa-apa pun saya tak akan kecewa, namun jika ada yang menspesialkan hari ulang tahun saya, bahagia bisa tetap saya rasakan karenanya--dari kedua opsi tersebut tak ada opsi kecewa karena ekspektasi yang tinggi.

Maka dari itu, meski saya tak menspesialkan hari ulang tahun, tapi karena kebanyakan orang lain tidak. Maka dari itu, dari sekian sedikit teman dekat yang saya punya, saya ingin berterima kasih dengan memberikan sesuatu yang istimewa di hari bahagianya-tak hanya. ulang tahun, tapi hari bahagia lainnya juga.

Ada banyak list teman yang harus saya balas budinya yang semoga saya sempat membalas setiap kebaikan mereka. Pun begitu saya masih ingin membahagiakan orang terdekatku saat ini, semoga masih diberi kesempatan.